"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"

"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"
epesode 21" pertemuan Jiko dan Zura lagi"


__ADS_3

Sudah hampir tengah hari saat pak Han sampai di rumah keluarga Jiko, Jiko dan keluarga nya menyambut kedatangan pak Han dengan ramah


""selamat datang tuan Han" sapa pak Johan saat melihat kedatangan pak Han


"trimakasih, bagaimana kabar anda tuan Johan"tanya pak Han


"kami baik tuan Han" jawab pak Johan


"apa kabar mu Jiko? senang melihat mu sudah di rumah" ucap pak Han lagi


"baik tuan, trimakasih dan selamat datang" jawab Jiko lalu masuk kedalam


"tuan bagaimana keadaan Zura?" tanya Jiko setelah duduk


"rupanya kamu sudah tidak sabar untuk mengetahui tentang Zura" ucap pak Han sambil bersandar pada sopa


"Jiko sangat prustasi setelah kepergian Zura"jawab pak Johan

__ADS_1


"ayah" ucap Jiko malu


"Zura baik baik saja jangan khawatir tentang Zura, Zura anak yang kuat, Zura bahkan tidak tau aku berada disini sekarang" jawab pak Han


"apakah Zura tidak pernah mengingat ku tuan?" tanya Jiko sendu


"Jiko, sengaja atau tidak kamu sudah sangat melukai hati nya, jadi berusaha lah semampu mu untuk mendapat kan maaf dari nya" ucap pak Han membuat Jiko mengangkat muka


"Zura tau ada apa antara kamu dan Amara, tentang rencana pernikahan kalian yang tertunda" jelas pak Han


"kamu tau Jiko,Zura tidak pernah sekali pun menyebut nama mu di depan ku, tapi aku ayah nya, aku dapat melihat kesedihan dihati nya yang cukup besar, bahkan aku dapat melihat begitu banyak air mata dimata hitam nya, jadi Jiko Jika kau memang mencintai Zura coba lah untuk mendapatkan maaf dari nya" ucap pak Han


Senja datang Jiko dan keluarga nya terbang kenegara XX dimana Zura berada, sepanjang perjalanan Jiko terlihat gelisah begitu banyak pertanyaan yang ada di pikiran nya pak Johan mencoba menenang kan nya beberapa jam kemudian mereka sampai di bandara.waktu lewat tengah malam saat pak Han dan rombongan sampai di rumah itu,Zura sudah ada di kamar nya, bahkan Zura tidak tau jika malam itu Jiko sudah ada di rumah nya , Jiko sangat gelisah menunggu pagi datang, bahkan Jiko tidak dapat tertidur lelap dengan baik sekitar pukul tujuh pagi Zura sudah ada di ruang makan untuk sarapan


"selamat pagi ayah" ucap Zura saat melihat pak Han


"pagi nak, kau pulang lebih awal malam tadi?" tanya pak Han

__ADS_1


"ya ayah, aku harus pergi ke kota XX pagi ini, aku sudah siapkan semua berkas di meja ruang kerja ayah" jawab Zura lalu duduk untuk sarapan


"Zura, hari ini tidak perlu pergi kemana pun" ucap pak Han


"kenapa ayah? ada yang ayah butuh kan hari ini?" tanya Zura


"bukan ayah tapi mereka" ucap pak han lalu menoleh kearah Jiko dan keluarga, Zura sedikit terkejut tapi bersikap biasa lalu bangkit menghampiri


"apa kabar paman? ucap Zura pada pak Johan dan ibu mira


"kami baik baik saja nak, bagaimana dengan mu?"tanya pak Han


"Zura baik paman, bagaimana kabar mu Jiko?" ucap Zura sedikit kaku


"Zura" ucap Jiko lalu memeluk Zura dengan erat Zura hanya diam saat Jiko memeluk nya


"aku sangat merindukan mu Zura" ucap Jiko ada air mata di wajah Jiko

__ADS_1


"kita bicara nanti, sekarang waktu nya sarapan" ucap Zura tak ada yang bisa menebak isi hati Zura bahkan pak Han juga tidak.


__ADS_2