
Dua tahun yang lalu saat Zura sampai di negara XX ini untuk sebuah pekerjaan Zura tertangkap oleh anak buah Alberto, hanya beberapa waktu saja Zura sudah berhasil mengalahkan anak buah Alberto perkelahian yang tak bisa dihindari hingga Zura berhadapan dengan Seon dan Aldo anak pertama Alberto
"Zura"teriak Aldo waktu itu, Zura berdiri tegak di hadapan Aldo, wajah nya dingin tatapan nya menakutkan siapa pun yang melihat nya hanya dengan melihat matanya orang sudah akan merasa geri,
"berani sekali kamu membuat keributan di daerah ku" ucap Aldo lagi, Zura masih diam di tempat nya
"Seon habisi dia" teriak Aldo pada Seon
"majulah" suara Zura tegas, Seon maju dan mulai menyerang Zura sedikit menghindar dan balik menyerang satu pukulan menghantam dada Seon membuat nya meringis kesakitan dan satu pukulan Seon di terima Zura namun Zura masih tegak berdiri dan serangan demi serangan Zura berhasil membuat Seon ambruk kelantai, kali ini Aldo maju Zura tau Aldo tidak bisa berkelahi Zura tidak berniat membalas serangan yang Aldo lakukan
"cukup Aldo, pergilah dari sini karna aku tidak tidak punya urusan dengan mu" pinta Zura
__ADS_1
"kenapa kamu tidak mau melawan ku?" tanya Aldo
" kamu bukan lawan ku " ucap Zura lalu melangkah pergi
"tunggu" ucap Aldo sambil menodongkan senjata ke kepala Zura
"turun kan senjata mu dan pergilah" ucap Zura lagi
" jaga dirimu baik baik Aldo" ucap Zura lalu melangkah meninggalkan Aldo , namun lagi lagi Aldo menghadang Zura kembali melangkah cepat mencoba menghindari Aldo hingga di perempatan jalan sebuah mobil kencang menabrak Aldo hingga tubuh nya terpental menghantam pembatas jalan Zura langsung menhampiri tubuh Aldo yang bersimbah darah mobil yang menabrak Aldo berhenti sang sopir kluar dan mendekat wajah nya langsung pias saat melihat siapa korban nya
" kita bawa kerumah sakit"ucap Zura pak tua supir itu mengangguk
__ADS_1
"Zura, panggil Aldo, Zura mendekat
" maaf kan aku" ucap Aldo sebelum meninggal ada rasa sedih di hati Zura namun juga ada pertanyaan di hatinya " kenapa Aldo minta maaf" namun Zura tidak menemukan jawaban nya, wajah pak tua itu makin pias Zura tau kenapa pak tua itu sangat ketakutan jika Alberto tau pak tua ini yang menabrak anak nya maka tidak akan ada satu pun dari anggota kluarga nya yang akan selamat bahkan pak tua itu sendiri
"pergilah pak biar aku yang urus" ucap Zura
" tapi nona ini akan berakibat buruk untuk anda" ucap pak tua itu binggung
" ini akan buruk untuk anda jika sampai Alberto tau bapak yang menabrak anak nya, pergilah sekarang sebelum ada yang melihat" ucap Zura lagi,.
" nona saya berhutang nyawa pada anda" ucap pak tua itu dengan tangis lalu pergi meninggalkan tempat itu, untunglah suasana sepi hingga tal ada orang yang melihat kejadian tadi, Zura membawa jenazah Aldo kerumah Alberto, wajah Alberto berang mengetahui Aldo tiada Zura tidak melawan di hajar habis habisan oleh Alberto karna Zura tau rasanya kehilangan
__ADS_1
" uruslah jenzah Aldo , kapan pun kau memanggilku aku akan datang di hadapan mu, untuk mempertanggung jawabkan semua ini" ucap Zura lalu pergi meninggalkan rumah Alberto, sejak itulah Alberto menaruh rasa dendam pada Zura, walau sebenarnya ini bukan kesalahan Zura, namun untuk menyelamat kan banyak nyawa Zura sanggup menanggung beban itu, hanya pak Han yang tau apa yang sebenar nya terjadi selain pak tua supir yang menabrak Aldo tadi.