
Zura dan Jiko sampai dirumah sakit ,dokter suster dan beberapa sekuriti sudah menunggu mereka di loby rumah sakit, wajah sang dokter dan semua orang terlihat ketakutan, karena semua orang di rumah sakit itu tau siapa Zura dan pak Han, dengan sedikit gemetar sang dokter menjelaskan kejadian yang terjadi saat Amara tiba-tiba menghilang dari kamar rawatnya,tak lama Zura menjauh dan menelpon seseorang
"cari dimana pun Amara berada"ucap Zura pada salah satu orang kepercayaannya dan Zura juga menelpon Boby orang kepercayaannya di negara Amara untuk mencari tau apakah Amara kembali kenegaranya, setelah menelpon Zura kembali menghampiri dokter dan Jiko
"maafkan kami nona Zura, ini adalah kesalahan dan keteledoran kami , kami akan berusaha menemukan nona Amara"ucap sang dokter dengan wajah pias , Zura menatap sekilas wajah wajah pias orang disana, membuat mereka terlihat makin ketakutan
"aku yang akan mengurus Amara, pokus lah pada bayi itu, katakan padaku apakah bayi itu baik baik saja?"tanya Zura dingin
"sejak tadi bayi itu terus menangis kami sudah melakukan segala hal tapi bayi itu tidak berhenti menangis "jelas sang dokter
__ADS_1
"aku akan melihatnya "ucap Zura lalu melangkah menuju ruang bayi, dimana bayi Amara berada dan diikuti semua orang termasuk Jiko dari luar ruang bayi terdengar suara tangis bayi Amara dan Zura mendekati suster yang sedang mencoba menenangkan bayi kecil itu
"ada apa dengan bayi ini, apa kamu sudah memeriksa nya dokter?tanya Zura
"sudah nona, bayi itu baik baik saja tadi ,tapi entah kenapa bayi itu terus menangis tanpa henti "jelas sang dokter dengan hati hati Zura meraih bayi itu dalam dekapan nya dan tak lama kemudian bayi itu diam hingga tertidur, semua orang saling pandang bahkan Jiko juga merasa heran dengan hal itu dan melangkah mendekat dan dengan lembut mengelus kepala bayi itu
"tidur lah bayi kecil, jangan khawatir aku akan menjaga mu dan aku berjanji akan menemukan ibumu dengan segera"ucap Zura lembut, bayi itu hanya menggeliat dan kembali tidur, setelah keluar ruangan itu Zura berkata pada Sang dokter untuk menjaga baik itu baik baik dan segera menghubungi nya jika terjadi sesuatu, dokter itu menjawab dengan hormat, setelah Zura meninggalkan rumah sakit baru lah semua orang dapat bernafas dengan lega, Zura dan Jiko kembali kerumahnya, waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari pak Han ada di ruang depan saat Jiko dan Zura memasuki rumah
"ada apa dengan bayi itu Jiko?"tanya pak Han
__ADS_1
"bayi itu terus menangis ayah, sedang kan Amara malah kabur entah kemana"jawab Jiko, "ayah tau saat Zura mengendong bayi itu berhenti menangis dan tidur dengan manis di pelukan Zura"ucap Jiko lagi, Zura duduk disofa sambil berpikir
"benar begitu Zura?"tanya pak Han Zura hanya mengangguk
"aku sudah meminta orang untuk menemukan Amara, dia tidak akan bisa pergi begitu saja"ucap Zura
"jika Amara kembali bayi itu akan makin tersiksa, karena Amara tidak akan mencintai bayi itu"ucap pak Han
"kembali tidur hari sudah malam kamu terlihat lelah, Jiko bawa Zura kekamar, besok akan kita bicarakan lagi masalah ini,"ucap pak Han, Jiko dan Zura pun masuk ke kamar untuk tidur.
__ADS_1