
Sudah tiga hari Zura tidakndatang kecafe karena sedang melakukan pekerjaan nya Jiko sedikit uring-uringan para karyawannya tau benar apa yang membuat sibos uring- uringan begitu
"Bos, mungkin dia sedang sibuk" ucap salah satu karyawannya, menjelang sore Zura memasuki cafe memesan kopi sambil menikmati senja Jiko datang menghampiri
"Duduklah"ucap Zura tampa menoleh saat Jiko berdiri dibelakang Zura membuat Jiko terkejut tapi tetap duduk dihadapan Zura menatap Zura dengan kikuk tampa bisa
berkata apa apa
"Kenapa? ada yang ingin anda katakan?" tanya Zura tampa expresi Jiko tersenyum manis lalu berkata
"Boleh aku tau nama anda nona?" ucap Jiko ahirnya
"Namaku Zura, aku tinggal di apaertement seberang cafe mu ini, seminggu lalu aku sampai disini"ucap Zura masih tampa expresi
"Apakah anda mencariku tuan Jiko?"ucap Zura lagi
"Ya" jawab Jiko cepat
__ADS_1
"Hmmm aku sedang banyak pekerjaan, karna itu aku tidak datang untuk minum kopi disini" jawab Zura lagi
"Aku menunggumu tiga hari ini, apakah kamu marah padaku hingga tidak datang lagi" tanya Jiko lagi
"Aku tidak punya masalah denganmu tuan Jiko , aku suka kopi disini maaf aku harus pergi sekarang"ucap Zura lalu meninggalkan cafe.
Malam sudah larut saat Zura menuju apartement nyadengan berjalan kaki, langkah nya santai tampa memperdulikan udara dingin yang mulai menusuk tidak jauh dari tempatnya sekarang terdengar suara keributan ada seorang pemuda sedang dikeroyok beberapa pemuda hanya dengan beberapa pukulan tiga pemuda itu roboh dan pergi meninggalkan tempat itu Zura medekati pemuda yang terduduk disamping mobilnya dan terkejut saat mengetahui pemuda itu adalah Jiko
"Anda tidak apa apa tuan Jiko?" Tanya Zura membuat Jiko juga terkejut
"Zura, trimakasih sudah membantu" ucap Jiko
"tidak , tolong antar kan aku kerumah saja" ucap Jiko
"anda yakin tuan Jiko?"tanya Zura khawatir melihat bibir Jiko yang berdarah , Jiko mengangguk yakin
"anda kenal mereka tuan Jiko?"tanya Zura
__ADS_1
"mereka anak buah Alberto, salah satu gengster terbesar dinegara ini" ucap Jiko
"anda punya masalah dengan mereka?" tanya Zura lagi
"seingat ku tidak" jawan Jiko sambil mengingat ingat, Zuraa tau siapa Alberto dulu anak Alberto mati di tangan Zura saat berurusan sengan perkerjaan, dan jika sekarang Alberto tau Zura ada disini dia tidak akan tinggal diam, Zura ingat kejadian waktu itu.waktu berjalan dengan cepat tiga puluh menit kemudian mereka sampai dirumah Jiko ayah dan ibu Jiko sudah menunggu dengan cemas dan langsung menghampiri saat mobil berhenti, wajah mereka terlihat cemas melihat keadaan Jiko saat itu, Zura membantu Jiko masuk kedalam rumah
"apa yang terjadi pada mu Jiko?" tanya paman Johan ayah Jiko
"beberapa pemuda memukulinya, aku tidak tau siapa" jawab Zura berbohong
"kamu siapa nak ?" tanya bu mira ibu Jiko
" namaku Zura" jawab Zura
" trimakasih nak Zura sudah membantu Jiko dan mengantarkan nya kerumah"ucap paman Johan lagi
"tidak perlu berterima kasih, aku hanya kebetulan lewat, baiklah sekarang sudah malam aku pamit pulang "ucap Zura
__ADS_1
"menginap lah disini malam sudah sangat larut " tiba tiba Jiko bicara
"Jiko benar nak Zura , tinggallah disini malam ini" ucap paman Johan menimpali ahirnya dengan berat hati Zura tinggal dirumah Jiko malam itu.