"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"

"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"
epesode 14 " luka hati Zura"


__ADS_3

Senja datang dengan tenang rasa nyaman yang Zura rasakan masih menyisakan kehangatan di hati Zura, sudah satu minggu Zura keluar dari rumah sakit dan sudah mulai pulih sikap dan kepribadian Zura yang dingin sudah dapat Jiko terima begitu pula dengan orang tua Jiko,hari hari kelam dan kesedihan karna kehilangan Jenni sudah mulai menguap bersama waktu dan semua berjalan seperti biasanya.


Hari ini keluarga Jiko mengundang Zura dan pak Han makan siang bersama, awal nya Zura menolak karna Zura dan pak Han akan kembali ketanah air


" pergi lah Zura, ayah akan siapkan semua,sampai kan salam ayah pada mereka" ucap pak Han


" tapi ayah waktu nya sangat singkat dan aku takut mereka akan terkejut dengan kepulangan kita yang mendadak" ucap Zura


" tapi jika kamu tidak datang dan pergi tampa kabar mereka akan mencari mu" jelas pak Han, ahir nya Zura setuju dan datang tepat waktu Jiko sudah menunggu di depan rumah saat Zura sampai senyum hangat Jiko menyambut kedatangan Zura


" selamat datang Zura" ucap Jiko saat Zura mendekat hanya mengangguk


"apa kamu sendiri ? apa pak Han tidak ikut?"tanya Jiko lagi


" ayah sedang ada urusan" jawab Zura


" baik lah , yang penting kamu datang" ucap Jiko riang lalu mengajak Zura masuk paman Johan dan ibu Mira menyambut Zura dengan senyum, makan siang berjalan dengan lancar semua terlihat bahagia tidak ada yang tau ada kesedihan di hati Zura karna siang ini Zura akan kembali ketanah air,


" tuhan berikan lah jalan yang terbaik untuk kami semua" suara hati Zura, setelah makan siang mereka duduk di teras samping Jiko yang selalu memandang Zura penuh cinta membuat paman Johan menggeleng geleng kan kepala

__ADS_1


"kenapa menatap ku seperti itu?"tanya Zura


"tidak apa aku senang melihat mu" jawab Jiko


" biarkan saja Zura, kamu tau tiada hari tampa membicarakan mu " ucap paman Johan Zura tersenyum getir


" bagaimana jika aku menghilang dan tidak pernah kembali? apa yang akan kamu lakukan? " tanya Zura tampa expresi membuat Jiko tersentak


" tolong jangan lakukan itu" ucap Jiko sambil mengatup kan kedua tangan nya membuat mereka tertawa namun tidak dengan Zura


" tidak ada yang tau apa yang akan terjadi esok, semua bisa saja terjadi, banyak sekali orang yang menginginkan kematian ku" jelas Zura membuat semua orang terdiam dan menatap nya


Sebuah mobil mewah memasuki halaman rumah Jiko seorang wanita cantik dan elegan turun wajah Jiko dan keluarga nya terlihat sedikit pias lalu bangkit menyambut wanita itu, Zura dapat melihat wajah keterkejutan mereka namun berpura pura tidak peduli


"Amara , apa kabar?" ucap ibu Mira ramah menyambut wanita itu


"aku baik ibu, apa kabar ibu dan ayah?" tanya Amara


" kami baik Amara" jawab paman Johan

__ADS_1


" Jiko apa kabar mu , aku sangat merindukan mu" ucap Amara lalu memeluk Jiko sebuah kecupan mendarat di pipi Jiko, Jiko sempat melirik Zura namun Zura berpura pura tidak melihat, ada luka dihatĂ­ Zura melihat Jiko dekat dengan wanita lain, hp Zura berdering Zura berbicara di telephone dan berjalan sedikit menjauh namun pembicaraan mereka terdengar jelas


" hallo ayah" ucap Zura


" Zura sudah waktu nya" suara pak Han


"aku akan kesana sekarang" jawab Zura


" ya ayah" jawab Zura lalu menghampiri Jiko


"maaf aku harus pergi sekarang" suara Zura membuat mereka menoleh


"siapa gadis ini ayah?" tanya Amara


"aku hanya ada keperluan sedikit dan sekarang sudah selesai" jawab Zura cepat membuat Jiko terkejut


" biar ku antar" ucap Zura


" terimakasih, lanjut kan saja pembicaraan kalian, ayah sudah menjemput ku" jawab Zura

__ADS_1


"aku permisi paman, jaga diri kalian baik baik" ucap Zura lalu membunggkuk dan berbalik tampa menoleh lagi, Jiko memandang kepergian Zura dengan rasa tak karuan , tapi Amara ada disini.


__ADS_2