"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"

"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"
epesode 3 "misi Zura"


__ADS_3

Malam itu Zura sudah berada di dalam sebuah gedung pencakar langit dengan hati hati bersembunyi diantar rak rak barang menyelinap keruang rahasia yang hanya dapat dimasuki orang orang tertentu saja dan membuka komputer dan mengkopi semua data dan mengembalikan semua ke posisi semula setelah selesai , tapi sebelum Zura keluar dari ruangan itu tiba-tiba alaram berbunyi dan selurah anggota keamanan gedung menuju lantai dimana Zura berada dengan cepat Zura mengenakan masker dan switer agar wajah nya tidak diketahui


"sial , padahal aku sudah merusak semua cctv disini mengapa alaram itu berbuny" ucap Zura kesal perkelahian terjadi semua anggota keamanan ambruk tak sadarkan diri dengan cepat Zura meninggalkan gedung itu, langkah Zura lebar menuju stasiun kereta dan meninggalkan daerah itu, misi kali ini telah berhasil walau ada sedikit masalah


Pagi datang dengan cerah awan hitam yang kemarin masih terlihat pagi ini telah sirna udara sangat bersahabat namun di dalam sebuah gedung bertingkat seseorang dengan sangat marah, wajah Alberto merlihat merah padam menahan amarah kali ini untuk yang kedua kalinya perusahaannya kecolongan


"Apa saja yang kalian lakukan hingga penyusup masuk pun kalian tidak tau" ucap Alberto kesal tak ada satu orang pun yang berani menjawab semua tertunduk takut


"kalian tau siapa yang berani masuk keruangan ku?" tanya Alberto lagi


"tidak tuan, kami tidak tau siapa orang itu" jawab anak buah nya Alberto diam mencoba menerka -nerka siapa orang yang berani mengganggunya


"sepertinya aku tau siapa dia , jika memang benar dia aku tidak akan melepaskan nya" ucap Alberto

__ADS_1


"cari tau dimana Zura berada" teriak Alberto pada anak buahnya, wajah nya berang menahan amarah bayangan beberapa tahun lalu kembali menari -nari dikepalanya Alberto sangat dendam pada Zura wanita cantik yang berhati iblis itu lah sebutan Alberto untuk Zura


Zura ada ditaman saat itu wajahnya terlihat cemas salah satu orang kepercayaan nya mengatakan Alberto mengerahkan seluruh anak buah nya untuk mencari keberadaan nya


"berhati-hati lah nona" ucap orang itu pada Zura saat menemuinya di dermaga senja dua hari lalu, Zura bahkan tidak kluar apartemennya dua hari ini bukan karna Zura takut tapi menjaga agar tidak ada yang terlibat dalam masalah ini, Zura bangkit dan akan melangkah meninggalkan taman


"Zura" panggil seseorang membuat langkah Zura terhenti dan menoleh Jiko melambaikan tangan berjalan mendekat bersama seorang wanita


"pagi tuan Jiko , apa kabar mu?" jawab Zura


"kemana saja kamu sudah dua hari aku tidak melihat mu dicafe, bahkan aku tidak melihatmu keluar dari apartemen mu, apa kamu baik -baik saja?" tanya Jiko khawatir, Zura tidak menjawab pertanyaan Jiko wajah nya masih dingin dan menoleh pada gadis yang ada di samping Jiko yang tersenyum manis dan menggeleng kan kepala melihat Jiko


"kak Zura, aku jenni adik kak Jiko" perkenal gadis itu pada Zura, Zura mengangguk dan tersenyum lalu mengedarkan padangan ke sekeliling taman

__ADS_1


" kak Zura, kak Jiko sampai uring-uringan karna tidak melihat kak Zura" ucap Jenni menjelaskan


"kenapa?"tanya Zura lalu duduk kembali di kursi yang Zura duduki tadi di ikuti Jiko dan Jenni


"kak Jiko mencari kak Zura" jawab Jenni


"jangan dengar kan Jenni" ucap Jiko Zura hanya tersenyum sekilas lalu kembali memperhatikan sekitar ada kecemasan di hati Zura bukan untuk nya tapi untuk dua orang yang ada di samping nya saat ini


"sebaiknya kalian kembali aku harus pergi "ucap Zura tiba- tiba membuat Jiko dan Jenni terkejut


"tapi kak Zura" ucap Jenni


"tidak perlu mencari ku" ucap Zura lalu meninggalkan mereka berdua yang termangu.

__ADS_1


__ADS_2