
Siang itu suasana kampus yang tenang berubah menegangkan saat anak buah Alberto datang dan membawa paksa Jenni, tak ada yang berani menolong karna semua orang tau siapa Alberto, Zura masih ada di cafe saat salah satu anggota keamanan menelpon nya, wajah Zura berubah khawatir lalu meninggalkan cafe tampa pamit membuat Jiko yang sedang melayani pelanggan merasa kecewa, Zura sampai di tempat Jenni berada anggota keamanan sudah berada disana
"kenapa sampai terjadi lagi" ucap Zura sedikit meninggi
"maaf nona, terlalu banyak orang disana kami takut akan melukai banyak orang lain" jelas angota keamanan pada Zura, Zura mengangguk lalu melangkah masuk
"lagi -lagi harus berhadapan dengan laki- laki ini"keluh Zura dalam hati
"kak Zura" panggil Jenni, Zura mendekat beberapa orang bersenjata menghadang langkah Zura
"tenang lah Jenni,semua akan baik baik saja" ucap Zura
"tapi kenapa kak Zura disini?" tanya Jenni
"untuk mu, untuk membawa mu pulang" jawab Zura, Zura melangkah ketengah ruangan tidak melihat Alberto
__ADS_1
"dimana bos kalian?" tanya Zura lalu duduk disalah satu kursi
"tidak perlu bos aku saja sudah cukup menghadapi mu"teriak seseorang dari balik pintu, seorang pria bertubuh kekar muncul Zura tidak terkejut melihat pria itu
"apa kabar mu Seon? ahirnya kita bertemu lagi" ucap Zura dengan senyum
"kau masih ingat dengan ku rupanya" senyum licik Seon disela tawanya
"tentu saja aku masih ingat pada mu , seorang pria kekar yang meninggalkan anak bos nya lari bersembunyi seperti tikus got yang takut pada kucing rumahan" jawab Zura tenang, wajah Seon merah padam menahan amarah mendengar ucapan Zura, perkelahian terjadi dengan santai Zura menghadapi setiap serangan Seon, Zura tau Seon tidak bisa diremehkan Seon adalah anak buah Alberto yang sangat di takuti baik fisik atau pun kekejaman nya, tapi Zura juga bukan anak kemarin sore yang dapat di remeh kan oleh Seon, beberapa kali pukulan Zura mendarat di wajah dan tubuh Seon membuat Seon makin berang dan menyerang dengan membabi buta, sementara anggota keamanan berhasil membebas kan Jenni dan membawa Jenni ketempat aman ,Zura berhasil mematah kan kaki dan tangan Seon hingga seon ambruk kelantai
"kak Zura"panggil Jenni Zura mendekat
" Kamu baik -baik saja?" tanya Zura
" ya kak, trimakasih , kak Zura hebat" ucap Jenni senang
__ADS_1
"berjanji lah pada ku jangan katakan apapun yang kamu lihat " ucap Zura
"kenapa kak?, Jenni bangga sama kak Zura" ucap Jenni lalu memeluk Zura
"Jenni sumua tidak sesederhana yang kamu pikirkan, aku tidak ingin kamu katakan ini pada siapa pun" ucap Zura tegas
"iya baiklah " ucap Jenni ahirnya
"anak pintar, sekarang aku akan mengantar kan mu pulang" ucap Zura lalu melangkah medekati mobil lalu masuk diikuti Jenni mobil melaju meninggalkan taman, tiga puluh menit kemudian mereka sampai di rumah Jiko orang tua nya menyambut dengan bahagia kepulangan Jenni
"apa kamu baik baik saja nak?" tanya paman Johan khawatir
"iya ayah aku baik baik saja" jawab Jenni ayah Jiko yang datang langsung memeluk Jenni
" mari kita masuk nak " ajak paman Johan pada Zura namun tiba tiba terdengar suara tembakan membuat Zura terkejut Jenni ambruk dilantai membuat semua panik Zura dapat melihat kelebatan orang di ujung halaman rumah dan berlari mengejar
__ADS_1
"bawa Jenni kerumah sakit " teriak Zura sebelum menghilang dalam kegelapan.