"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"

"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"
epesode 18" Rahasia Aldo"


__ADS_3

Hujan turun dengan deras, udara dingin menusuk tulang ketakutan terlihat jelas di wajah keluarga Burhan, mereka terlihat gemetar di hadapan Alberto


"kalian tau kenapa kalian ku panggil kemari?suara Alberto, Burhan dan keluarga saling pandang dan menggeleng


"tidak tuan" jawab pak burhan gemetar


"kau tau anak mu itu sudah membuat kesalahan besar" ucap Alberto sambil menunjuk gadis yang berdiri di samping di sebelah ibu Burhan, wajah nya terlihat pias dan gemetar


"anak mu itu sudah berani mendekati putra ku" ucap Alberto semakin menggelegar, membuat gadis itu makin gemetar


"tidak tuan, anak saya tidak mungkin berani" jawab pak Burhan


"anak saya hanya mengurus tuan muda, saya pasti kan itu"ucap pak Burhan lagi


"kau bisa memegang ucapan mu itu?" tanya Alberto


"iya tuan" jawab pak Burhan


"baik ku beri satu kesempatan, jika aku sekali lagi melihat mu mendekati Aldo aku akan menghukum kalian , sekarang pergi dari sini"usir Alberto dan mereka pun meninggalkan ruangan Alberto kembali ke paviliun tempat mereka tinggal mereka tingal

__ADS_1


"Pia, apa benar apa yang di katakan tuan Alberto tadi?kau menggoda tuan muda Aldo?"tanya pak Burhan pada putrinya yang sudah mulai menangis


"ayah tenang lah, biarkan Pia menjawab" ucap ibu Burhan menenangkan Pia


"seharus nya dia tau itu sangat berbahaya untuk kita, tuan muda Aldo baik tapi tidak mungkin tuan Alberto akan diam saja dengan semua itu" ucap pak Burhan lagi


"ayah tuan muda yang bilang kalàu dia mencintai Pia"jawab Pia


"seharus nya kau katakan ini pada ayah" ucap pak Burhan


"apa kau juga mencintai tuan muda? tanya pak Burhan lagi


Pagi datang dengan cerah Pia dan kluarga masih ada di paviliun saat Aldo datang


"selamat pagi paman Burhan"sapa Aldo riang


pak Burhan terlihat pias begitu juga istri dan Pia


"paman ini aku, kenapa kalian terlihat takut?" tanya Aldo lalu duduk di meja makan

__ADS_1


"aku lapar beri aku sesuatu untuk ku makan" ucap Aldo lagi Pia maju namun pak Burhan mencegah nya ibu Burhan menyiap kan makanan dan meletakkan nya di meja


"silahkan tuan muda" ucap ibu Burhan


"bibi kenapa kalian tidak makan bersamaku?" tanya Aldo


"kami akan makan nanti" ucap pak Burhan yang berdiri di samping Pia


"tapi paman biarkan Pia menemaniku sarapan" pinta Aldo


" tuan muda maaf tolong tinggalkan Pia" ucap pak Burhan , wajah Aldo terlihat sendu


"kenapa paman?apa karna ayah?" tanya Aldo


"tuan muda ini demi kebaikan kita semua" mohon pak Burhan Aldo meninggalkan paviliun tampa menyentuh sarapan nya wajah nya terlihat sangat sedih ada air mata disana begitu juga Pia yang langsung masuk kekamar nya sesaat setelah Aldo pergi, Aldo sedang menangis saat ayah nya masuk kedalam kamar nya


" kenapa kau menangis?"apa aku mengajarimu untuk menangis?" bentak Alberto


"ayah ingat kan jangan lagi kau temui putri Burhan jika ayah melihat mu bertemu lagi dengan nya kau dan semua kluarga Burhan akan merasakan akibat nya" ucap Alberto mengancam, tadi nya Aldo ayah nya hanya menakutinya hingga Aldo tidak mengindahkan peringatan ayah nya, hingga di satu senja yang kelabu Alberto menghabisi Burhan dan istri nya lalu menjual Pia di tempat hiburan malam, Aldo masih ingat pesan pak Burhan sebelum kematian nya

__ADS_1


"tolong temukan kakak pia yang dulu harus ku tinggalkan di jalanan demi keselamatan nya, namanya Zura"selembat poto di pandangi Aldo wajah itu sangat mirip dengan Pia"Zura"hingga Aldo bertemu Zura untuk yang pertama kali namun Aldo tidak punya kesempatan untuk mengatakan semua pada Zura.


__ADS_2