"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"

"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"
epesode 16" kepergian Zura"


__ADS_3

Zura sampai tepat waktu pak Han sudah menunggu di halaman apartemen dan menyambut kedatangan Zura, Zura membungkuk hormat pada pak Han dan pak Han hanya mengangguk


"kamu sudah pamit pada mereka Zura?"tanya pak Han


"belum ayah, akan ada banyak drama nanti" jawab Zura


"lalu bagaimana jika mereka mencari mu?"tanya pak Han


"aku akan titip pesan pada pelayan cafe, ayah tunggu sebentar " ucap Zura lalu melangkah menuju cafe, suasana cafe terlihat ramai Zura melangkah menuju kasir


"selamat sore nona Zura, bos Jiko belum datang" ucap Barry sàat melihat Zura


"ya, tidak apa, aku datang hanya untuk menitipkan ini, katakan pada nya aku akan kembali ke negara ku jadi jangan menunggu atau mencari ku" ucap Zura sambil menyerahkan kotak berwarna biru pada Barry

__ADS_1


"tapi nona ini akan berdampak tidak baik pada bos Jiko" ucap Barry


"lebih baik sekarang dari pada nanti Barry" jawab Zura, suara tlakson mobil terdengar Zura menoleh


"baik lah Barry aku pamit pesawat ku akan terbang beberapa waktu lagi , jaga dirimu dan juga bos mu do'a ku untuk kalian semua"ucap Zura lalu meninggalkan cafe masuk kemobìl dan mobil melaju menuju bandara ,Zura termangu sepanjang perjalanan menuju bandara, setiap kalimat yang Jiko dan keluarga nya kembali mengusik memory ingatan nya


"Jiko kamu tidak merindukan aku?"tanya Amara


"ayah, ibu maaf kan aku jika aku pergi tampa pamit pada kalian , aku sangat sibuk hingga untuk menelpon kalian atau pun kluarga ku pun aku tidak punya waktu" ucap Amara


"kami mengerti Amara, tidak apa apa" jawab paman Johan


"aku datang untuk membicarakan tentang rencana pernikahan kami yang tertunda" ucap Amara sambil tersenyum mesra pada Jiko, 0ada hantaman keras di dada Zura yang teramat sakit bahkan lebih sakit dari pukulan Alberto, sesaat Zura merasa sesaķ mengatur napas dan menguasai diri"ini lah jalan yang terbaik yang tuhan beri kan untuk ku" jerit hati Zura lalu melangkah mendekat

__ADS_1


"Zura"panggil pak Han membuyarkan lamunan Zura lalu menoleh


"kau tidak apa apa nak?" tanya pak Han khawatir


"aku tidak apa apa ayah" jawab Zura yakin


"ada apa nak? apa yang terjadi" tanya pak Han lagi


"tidak ada yang terjadi ayah semua baik baik saja"jawab Zura


"nak, ayah tau kamu berbohong, sejak kecil kamu tidak pernah bisa menyembunyikan apapun dari ayah, katakan pada ayah Zura ada apa? tanya pak Han lagi wajah Zura terlihat sendu ada air mata disana, pak Han merasa sangat sedih, sejak pak Han mengenal Zura jangan kan air mata mengeluh dengan rasa sakit tapi kali ini ada air mata di wajah Zura hati pak Han sedih,


"ayah, maafkan Zura ayah, Zura tidak bermaksud membuat ayah sedih, saat sampai ke tanah air Zura akan mengatakan pada ayah apa yang terjadi" jawab Zura setelah sampai di bandara langsung menuju pesawat dan meninggalkan negara XX meninggalkan semua kenangan bersama Jiko dan Zura juga sudah bertekat untuk melupakan Jiko dan mengubur semua dalam memory ingatan dan tidak berniat membukanya kembali, setelah sampai ketanah air Zura mengatakan smua pada pak Han dan meminta pak Han untuk tidak lagi membicarakan masalah ini lagi.

__ADS_1


__ADS_2