"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"

"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"
epeside 25"alasan meninggalkan Zura"


__ADS_3

Burhan dan istrinya hidup dibawah garis kemiskinan, kedua putri nya masih kecil Zura berusia 5tahun sedang kan Pia 3 tahun, Zura terlahir menjadi anak yang kuat, sedang kan Pia terlahir dengan kekebalan tubuh yang rendah, Pia kecil sering sakit sakian, Malam itu ada di rumah sakit Burhan dan istrinya sangat khawatir pihak rumah sakit tidak mau melakukan tindakan apapun bila tidak ada deposit, di tengah kebinggungan Burhan dan istri seseorang mendekat dan menawarkan bantuan


"dokter tolong anak ku, dia sangat kesakitan" ucap Burhan


"baik lah tolong ke kasir untuk membayar deposit ,agar kami bisa melakukan tindakan secepatnya"ucap dokter itu, wajah Burhan terlihat pias dengan gontai melangkah menuju kasir, Burhan sampai di kasir dan bertanya


"suster tolong cek deposit atas nama Pia" tanya Burhan


"tunggu sebentar pak"ucap suster itu, wajah Burhan semakin pias saat melihat nominal biaya nya, di tengah kepanikan Burhan seorang pria berpakaian rapi mendekat


"kenapa"tanya nya acuh dan angkuh, seketika Burhan menoleh


"tidak mampu bayar?sambil menatap Zura kecil yang duduk di kursi


"dia anak mu?"tanya pria itu

__ADS_1


"aku Alberto, apa dia anak mu?"tanya Alberto lagi, Burhan hanya diam


"aku akan membantu asal kau dan keluarga mu bekerja untuk ku, anak itu sangat sempurna tentu akan menjadi pengawal terbaik ku" ucap Alberto


"benarkah itu tuan?" tanya Burhan


"ya persiap kan saja dirimu dan anak itu" ucap Alberto lalu menuju kasir dan melunasi semua biaya pengobatan Pia dan pergi meninggalkan rumah sakit


Satu Minggu sudah berlalu Pia sudah kembali ke rumah, keadaan Pia sudah membaik tadi nya Burhan berpikir Alberto tidak datang, namun pagi itu saat Burhan membuka pintu rumahnya Alberto sudah ada di depan pintu rumahnya


"persiapkan anak itu"ucap Alberto lagi


"tapi tuan anak itu bukan anak ku" ucap Burhan


"lalu anak siapa dia?" tanya Alberto kasar

__ADS_1


"dia anak majikan ku" jawab Burhan, Alberto medekat


"kau tidak berbohong kan?" tanya Alberto


"tidak tuan mana saya berani berbohong pada tuan" Jawab Burhan


"tuan aku akan membawa putriku tapi aku tidak bisa membawanya , lagi pula anak itu mengidap penyakit kulit yang parah, tuan bisa melihatnya sendiri" ucap Burhan sengaja memperlihatkan bekas luka di kaki kanan Zura, Zura terlihat diam, luka itu bukan penyakit kulit seperti yang ayah nya katakan, luka itu Zura dapat kan saat terperosok ke selokan dua hari lalu, namun Zura kecil hanya diam


"baik lah bawa saja putri mu dan tinggal kan dia" ucap Alberto lalu pergi meninggalkan rumah Burhan


Pagi itu hujan turun deras Burhan dan keluarga sudah ada di stasiun, sesaat mereka saling tatap terlihat jelas kesedihan di wajah kedua nya, namun mereka harus meninggalkan Zura, mereka tidak ingin Zura dijadikan pengawal Alberto, karena Burhan tau siapa Alberto, Burhan terpaksa ikut karna Alberto yang telah membantu biaya pengobatan Pia


"Zura,Zura duduk di sini dan minum ini, tetap disini ayah dan ibu akan kembali untuk menjemput mu"ucap ibu Burhan


"baik ibu, Zura akan disini menunggu ayah dan ibu"jawab Zura tanpa expresi

__ADS_1


"trimakasih Zura, ayah sayang Zura"ucap Burhan sambil mencium kening Zura,air matanya jatuh begitu pula istrinya dengan berat hati Burhan dan istrinya meninggal kan Zura yang duduk di kursi dengan sepotong roti dan air mineral menatap kepergian orang tuanya dengan tatapan tanpa expresi


__ADS_2