
Zura duduk disebuah meja dalam cafe menunggu kedatangan Amara, memesan secangkir kopi sambil mengutak Atik hp nya, ada beberapa panggilan dari pak Han, lalu meletakkan hp saat melihat kedatangan Amara, Amara duduk dan memaksa untuk tersenyum Zura sendiri tidak terlihat tersenyum wajah nya terlihat datar tanpa ekspresi
"ahirnya kita bertemu lagi Zura, terimakasih karena memenuhi undangan ku"ucap Amara dengan suara parau, wajah nya terlihat murung dan matanya sembab seperti nya dia menangis sepanjang malam, Zura menarik nafas sebelum akhirnya bicara
"apa yang ingin kamu bicarakan pada ku?" tanya Zura datar Amara sedikit gemetar menerima tatapan tajam Zura
"Zura, tolong kembalikan Jiko padaku, karena saat ini aku sedang mengandung anak"ucap Amara yakin, ada rasa perih yang tiba-tiba Zura rasakan
"kenapa kamu berpikir aku akan percaya pada ucapan mu?"tanya Zura
__ADS_1
"aku tau kamu tidak akan percaya padaku, tapi aku punya bukti untuk itu", Amara mengeluarkan hp nya dan menunjukkan sebuah video dimana Jiko yang sedang mabuk dan memeluk Amara, terdengar suara Jiko"aku sangat mencintaimu tolong jangan tinggalkan aku Zura"lalu hp jatuh dan terdengar ******* saja lalu Vidio berakhir
"saat itu Jiko sedang prustasi karena kepergian mu dan seseorang menelpon ku mengatakan Jiko sedang mabuk di bar aku datang dan membawa nya ke apartemen ku, dan saat itu lah hal ini terjadi "jelas Amara Zura hanya menatap Amara Tampa expresi, Amara sendiri merasa takut dengan tatapan Zura itu namun berusaha setenang mungkin di hadapan Zura
"kenapa kamu menghubungi ku sekarang? kenapa tidak sejak dulu?"tanya Zura
"satu Minggu yang lalu aku baru tau aku hamil dan mencari keberadaan Jiko dari beberapa teman aku tau jika Jiko ada di negara mu, dan saat aku sampai kemarin aku juga baru tau kalian sedang melangsungkan pernikahan "jelas Amara
"Zura, aku tidak ingin anak ini lahir Tampa ayah dan aku ingin Jiko bertanggung jawab, meskipun aku harus menjadi istri kedua, aku menerima itu Zura, tolong kasihanilah anak ini"melas Amara
__ADS_1
"pergi lah , aku akan menghubungi mu nanti, setelah aku bicarakan ini pada Jiko "ucap Zura
"tidak Zura, aku ingin bertemu jikodan bicara padanya tentang anak ini"ucap Amara
"jika kamu ingin membicarakan ini dengan Jiko kenapa kamu malah menelpon ku Malam tadi?"tanya Zura, Amara hanya diam
"Amara, kamu tidak mengenal ku, aku akan mencari tau kebenaran ucapan mu ini, Jiko semua ini benar maka aku sendiri yang akan menikahkan kalian, tapi jika semua ini tidak benar, maka berhati hatilah dengan langkah mu mulai saat ini"ucap Zura tegas membuat Amara diam tanpa kata
"Amara, sedikit saran dariku, untuk kebaikan mu, sebelum kamu memutuskan untuk berurusan dengan ku sebaik nya kamu cari tau dulu siapa aku"ucap Zura semakin membuat Amara merasa gelisah
__ADS_1
"Zura, kamu sudah melihat Vidio itu, itu adalah bukti yang nyata ku berikan padamu"Amara mulai terisak
"dari sudut pandang mu hal itu adalah bukti nyata, tapi dari sudut pandang ku Vidio itu tidak membuktikan apa apa bagiku, sekarang pergilah aku akan bicara hal ini pada Jiko kita akan lihat seperti apa nanti"ucap Zura lalu meninggalkan cafe, meninggalkan Amara sendiri yang baru mulai bernafas lega , berhadapan dengan Zura membuat nya hampir kehilangan banyak keberanian untuk hanya sekedar bernafas.