
Senja datang menggantikan sore sudah hampir satu minggu Jiko hanya berdiam diri di kamar bahkan hampir tidak pernah menyentuh makanan nya wajah nya terlihat pucat terkadang air mata nya mengalir, pak Johan dan ibu Mira terlihat sedih dengan keadaan Jiko
"selamat malam ayah" terdengar suara Amara riang
"malam nak Amara, masuk lah" ucap pak Johan Amara masuk dan duduk di ruang tamu
"ayah dimana Jiko?" tanya Amara
"Jiko ada di kamar nya, duduk lah ibu akan memanggil nya" ucap ibu Mira lalu melangkah menuju kamar Jiko
"Jiko, Amara ada di depan, kau bisa menemui nya? tanya ibu Mira Jiko menoleh dan tersenyum masam
"jika kau tidak ingin menemui nya ibu akan katakan kalau kau sedang tidur" ucap ibu Mira lagi
"aku akan menemui nya ibu" jawab Jiko lalu bangkit menuju ruang tamu.
"Hai Jiko, apa kabar mu? aku senang bisa bertemu dengan mu hari ini,maaf aku tidak menelpon mu ahir ahir ini" ucap Amara lalu memeluk Jiko , Jiko sendiri hanya diam dan dingin lalu duduk
"aku baik baik saja Amara" ucap Jiko setelah duduk
__ADS_1
"syukur lah aku senang karna kamu baik baik saja" ucap Amara tersenyum
"kenapa kamu disini, apakah kamu tidak sibuk?"tanya Jiko
"tidak, aku sengaja ambil cuti hari ini agar aku bisa berkunjung kesini untuk membicarakan hubungan kita" ucap Amara riang
"maksud mu?" tanya Jiko
"hubungan kita, rencana pernikahan kita yang tertunda" jawab Amara terihat yakin
"aku sangat mencintai mu Jiko, maaf kan semua salah yang pernah aku lakukan pada mu dan kita mulai dari awal lagi" ucap Amara sambil menyentuh tangan Jiko
"sungguh?"tanya Amara bahagia, Jiko mengangguk dan tersenyum, Amara lagi lagi memeluk Jiko, sikap Jiko yang dingin dapat Amara rasakan lalu merenggangkan pelukan nya dan menatap Jiko lekat
"ada apa Jiko, kenapa aku merasa kamu berubah?"tanya Amara
"semua sudah berubah Amara, begitu pula dengan ku, aku senang melihat mu baik dan bahagia" ucap Jiko
" lalu kapan kita menikah?" tanya Amara
__ADS_1
"aku memang sudah memaafkan kamu tapi aku tidak bisa menikah dengan mu" ucap Jiko membuat Amara terkejut
"kenapa Jiko?apa kamu tidak mencintaiku lagi?"tanya Amara
"dulu aku sangat mencintai mu, memuja mu, bahkan saat kamu pergi dariku, aku masih percaya kamu akan kembali, tapi saat kamu kembali semua sudah terlambat" ucap Jiko tampa expresi
"tapi aku datang hanya untuk mu Jiko"ucap Amara sedih
"hati ku sudah bukan milikku lagi Amara, akan lebih baik kamu lupain aku" ucap Jiko lalu meninggalkan Amara yang terlihat sedih, pak Johan dan ibu Mira mendekat
" nak, ayah tau bagaimana perasaan mu, tapi Jiko sudah memutuskan untuk sendiri, ayah harap kamu bisa menerima lapang dada" ucap pak Johan
"ayah apa yang terjadi pada Jiko? kenapa Jiko terlihat sedih? tanya Amara pada pak Johan
"ayah tidak tau Amara, yang ayah tau saat ini Jiko sedang sedih, tolong Amara mengerti" ucap pak Johan
"apakah gadis yang kutemui waktu itu disini adalah gadis yang di cintai Jiko?, apakah gadis itu yang menyebabkan Jiko sedih?" tanya Amara
"gadis itu bernama Zura dan Jiko sangat kehilangan saat Zura kembali kenegara nya" jawab pak Johan juga terlihat sendu.
__ADS_1