
seorang pria yang duduk di hadapan meja kerjanya di kediamannya, dia menatap jauh kenangan malam itu.
hatinya benar-benar tidak tenang, karena kehilangan ingatannya tempo hari dia harus menghianati orang yang paling dia sayangi.
"bagai mana ini! " sudah sekian lamanya aku masih mengingat kejadian yang memalukan itu! " maafkan aku istriku, aku telah menghianatimu. " batin pria itu.
dia seorang Tuan besar di beberapa perusahaan di Negara B salah satu perusahaan terbesar nya adalah di bidang otomotif, walaupun usianya sudah cukup berumur, tetapi ketampanan dari wajah itu masih terlihat gagah.
setiap malam dia selalu memikirkan penghianatan yang telah tidak sengaja dia lakukan dengan seorang wanita.
dia yang begitu mencintai istrinya, begitu sangat tersiksa atas dosa yang tidak sengaja dia lakukan tersebut.
jika suatu sa'at istrinya mengetahui bahwa dirinya telah tidur dengan wanita lain, apa yang akan terjadi selanjutnya, dia tidak bisa membayangkan jika harus kehilangan wanita yang begitu dia cintainya itu.
rasa bersalahpun selalu menganggu pikirannya.
"Tuan! " toktoktok..
lamunannya buyar karena terdengar seseorang mengetuk pintu ruangan tersebut.
"masuklah! "
jawabnya.
"tuan, maafkan menganggu, Tuan muda sudah akan berangkat. " sapa seorang pria seumuran dengannya yang merupakan orang kepercayaannya, dia adalah Kendo, asisten pribadinya sekaligus kaki tangan dirinya.
dia adalah Novak Shinoda, dan Ken asisten pribadinya, orang yang sangat dia percaya di dalam perusahaannya.
"baiklah Ken, aku akan segera keluar, di mana istriku? " tanyanya.
"Nyonya sepertinya masih bersiap di kamarnya Tuan. "
"baiklah Ken, aku akan menemui istriku dulu, tunggu aku di bawah! " ujarnya.
"Tuan." apa anda masih memikirkan kejadian itu? " tanya Ken kepada tuannya, yang dia tau betul tuannya selalu memikirkan kejadian beberapa tahun silam.
"heeemm, aku masih tidak bisa melupakan kejadian yang memalukan itu Ken, " jawabnya.
"tuan, itu sudah lama terjadi, jangan di ingat kembali, semua kejadian tersebut bukan atas kehendak mu! " jadi bukan salah tuan. "
"tetap saja Ken, aku sudah menghianati istriku yang polos. " aku selalu merasa bersalah kepadanya. "
"Nyonya akan mengerti jika suatu saat mengetahui nya Tuan, hal itu bukan di sengaja. "
__ADS_1
"tapi aku sudah membohongi nya sekian lama. " apa dia akan memafkan? " jawab Novak dengan wajah yang begitu terlihat amat menyesalinya.
Ken merunduk, dia berpikir ada benarnya ucapan Tuan besarnya itu, nyonya nya mungkin akan memaafkan penghianatan yang tidak di sengaja itu, tetapi karena sekian lama menutupi darinya, apa dengan semudah itu nyonyanya akan memafkan.
"sudahlah Ken, aku akan menemui istriku. " ujar Novak memegang pundak Ken sambil berlalu meninggalkan Ken seorang diri di dalam ruang kerjanya.
Ken pun merundukan kepalanya di hadapan tuannya, sambil menghela napas.
sesampainya di kamar, Novak berdiri menatap istrinya yang sedang siap-siap dengan merias wajahnya yang masih terlihat cantik di matanya, walau usianya sekarang sudah hampir menginjak 40 tahun lebih.
Niken Putri Amalia Cross, dia adalah wanita yang dia cintainya seumur hidup. semakin hari cintanya kepada istrinya itu semakin kuat.
Niken menatap suaminya dari kaca rias, sambil tersenyum manis.
"suamiku, benar kau tidak akan ikut mengantar putra kita? " tanyanya.
"bukan tidak mau ikut, di kantor ada meeting penting yang tidak bisa di tinggalkan sayang, kamu pergilah sekalian jalan-jalan di sana. jaga putra kita di sana. " minggu depan aku akan menjemput mu. " jawabnya sambil menghampiri istrinya menatap wajah istrinya dari cermin di belakang Niken.
"baiklah kalo begitu, aku akan menunggumu di sana. " ooh Iyah sayang, aku mendengar putra kita sudah mempunyai teman baik di sana. "
ujar Niken.
"benarkah, baguslah kalo begitu. " jadi dia tidak akan merasa kesepian nantinya. " ujar Novak.
"tapi suamiku, aku melihat teman putra kita itu, kenapa seperti tidak asing melihat wajahnya, " lihatlah foto ini? " ujar Niken sambil membuka galeri handphone nya. dan menunjukan sebuah poto gadis remaja yang merupakan teman putranya itu.
Novak menatap poto tersebut tanpa berkedip.
"sayang, benarkah yang aku katankan? wajah gadis ini begitu familiar bukan? " tanya Niken, sambil menatap wajah dari suaminya.
"ti-dak, ini. " ucapnya terbata.
"ayah, ibu! " teriakan seseorang di depan pintu kamar itu, membuat perkataan Novak terhenti.
"sebentar! " jawab Niken, sambil berdiri dari kursi nya, dan berbalik menatap suaminya yang masih bengong memikirkan poto gadis remaja itu.
"kenapa matanya begitu mirip dengan mataku! " batin Novak.
"suamiku, ayo. " ujar Niken.
Novak yang masih tidak percaya dengan wajah dari gadis remaja itupun dia langsung teringat kejadian malam dulu.
"suamiku." Niken memanggilnya yang kedua kali.
__ADS_1
membuat Novak tersadar dari lamunannya.
"aahh, baiklah, ayo aku antar kalian kebawah. " jawabnya, hatinya yang tidak karuan membuat dirinya ketakutan, dia menatap Niken yang memegang tangannya menariknya lembut keluar dari kamar tersebut.
"apa dia hamil? " batinnya.
"ayah! " kenapa dengan mu? " tanya putranya yang melihat wajah ayahnya yang menatap kosong di samping ibunya.
Niken tersenyum, "ayahmu tidak apa-apa, mungkin dia kelelahan, dan stress memikirkan pekerjaannya, karena tidak bisa ikut dengan kita. " jawab Niken kepada putranya.
"aahh, betul nak, a-ayah sedih karena tidak bisa ikut kalian hari ini. " ujar Novak.
"kan minggu depan ayah menyusul, kenapa sedih yah, tenang saja, ibu tidak akan pergi kemana-mana ada aku yang menjaganya! " ujar putra satu-satunya itu.
"heemm, baiklah, kau harus semestinya menjaga ibumu di saat ayah tidak bersama kalian. " jawab Novak.
"tenang saja yah, aku akan selalu menjaga ibu! " jawabnya sambil menuruni tangga bersamaan dengan kedua orang tuanya.
Ken sudah berdiri di bawah tangga, beberapa pelayan di sana pun berjejer berdiri mengantar kepergian Tuan mudanya dan nyonya di rumah tersebut.
"selamat pagi, Tuan, nyonya, tuan muda" sapa semua pelayan di sana serentak sambil merundukan badan mereka di hadapan ketiga nya.
Niken pun berjalan menuju pintu utama, dua orang security membukakan pintu tersebut untuk tuan rumahnya.
"Ken, suruh Willi menjaga putraku dengan baik, di sana. " ujar Novak yang berhenti sejenak di hadapan Ken, pikirannya masih belum bisa melupakan poto gadis remaja tadi.
"baik tuan, William sudah tau tugasnya, dia akan menjaga Tuan Muda dan Nyonya di sana. "
"heemmm, baiklah, ayo kita juga harus segera berangkat ke kantor. "
"baik tuan. " keduanya pun berjalan menyusul Niken yang sudah berdiri di samping putranya, di luar teras.
"Nicol, ingat perkataan ibu, sebelum berangkat kamu harus apa? " ujar Niken kepada putranya.
"baik bu, Nicol sudah tau. "
"ya sudah sana, " titah Niken, dia yang menyuruh putranya untuk selalu mencium kening dan memeluk Novak ayahnya sebelum dia pergi.
kebiasaan itu tidak pernah hilang dari kecil, ajaran yang di ajarkan ibunya selalu terbawa sampai dia berusia sekarang.
usia Nicolas putra Niken dan Novak sekarang sudah menginjak usia 17thn.
diapun sudah mulai masuk kuliah di universitas kedokteran di luar negeri.
__ADS_1
***Bersambung...
***novel ini terusan dari Novel CINTA. ada baiknya membaca Novel cinta, supaya tidak bingung dengan ceritanya***. "