"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"kenapa dia tidak mengenalku! "


__ADS_3

Singkat cerita hari weekend pun akan tiba, Novak Shinoda dia duduk di hadapan Ken.


matanya menatap layar ponsel yang terdapat sebuah poto di galery ponselnya.


Ken yang melihat itu menarik napas panjang.


"*kasihan tuan! kamu pasti sedang merindukan istrimu. " sudah sekian lama Niken tidak kembali ke rumah ini. "


"dan entah berapa lama lagi, kesuraman dari wajah tuan akan berakhir*. " Batin Ken.


Dia yang benar-benar teringat di masa lalu tuannya.


Tepat di saat Jeslyn menghianatinya, wajah ini malah lebih menyeramkan dari wajah sebelumnya.


Tidak ada aora fositiv di wajahnya sedikit pun.


"Tuan, Tuan. " tanya Ken beberapa kali dia memanggil nama tuannya.


"ah! Iyah Ken. " jawab Novak terkejut.


"apa tuan ingat janji malam ini? " untuk"


"aku ingat Ken. suruh para pelayan menyiapkan semuanya. "


"baik tuan, kalo begitu saya mohon izin untuk keluar sebentar. " ujar Ken.


"baiklah, pergilah, jika semuanya sudah siap panggil saja aku sekarang aku mau istirahat sebentar sebelum mereka datang. "


"baiklah tuan. "


Setelah selesai pamitan Ken bergegas menuju rumah Niken tanpa sepengetahuan tuannya.


Sebelumnya Ken menyuruh kepala pelayan menyiapkan semuanya.


"aku harus bisa membujuknya, siapa tau dengan saya yang membujuk nyonya akan kembali. " lagian semua itu tuan lakukan juga bukan atas dasar kesengajaan, wanita itu telah memanfaatkan tuan di saat tuan hilang ingatan. "


Ken terus saja bergumam dalam hatinya, sedangkan kedua tangannya fokus pada setir mobilnya.


Jalanan yang tidak terlalu macet seperti hari-hari biasanya, membuat perjalanan Ken lancar dan cepat tiba di tempat tujuan.


Ken menatap halaman rumah, lama dia memperhatikan kediaman tersebut.


Di saat yang sama, suara panggilan dari ponsel miliknya berbunyi.


"Tuan." serunya tersenyum sembringah.


"Hallo tuan muda, apa kabar kalian?" seru Ken.


"hallo Ken, kami baik-baik saja. " jawab seseorang di sebrang panggilan.


"bagai mana putri kalian? "


"putri kami baik baik saja, dia hanya sering merindukan ibunya belakangan ini! "

__ADS_1


"kashian putrimu, kenapa kalian tidak kembali saja ke sini? " ujar Ken.


"rencananya memang begitu Ken, tapi aku dengar kakak dan kakak ipar? "


"iyah, tuan mudah Mike, mereka sudah satu tahun lebih ini tidak saling berkomunikasi! " jawab Ken sambil menarik napas panjang.


Dan ternyata yang baru saja menghubungi Ken adalah, tuan muda pewaris satu-satunya perusahaan Shinoda grup. Yaitu anak sah dari tuan Shinoda satu-satunya.


Mike Shinoda, dia hanya menghela napas sama dengan Ken.


"waktu sudah bergulir dengan begitu cepat yah Ken, istriku juga sudah tidak bersama kami lagi, sekarang kakak dan kakak ipar.


Besok aku akan sampai di sana Ken, suruh seseorang untuk menjemputku di bandara, jangan kasih tau kakak atau kakak ipar, ini semua kejutan. " ujar Mike.


"siap, aku paham, dan jam berapa kira-kira tuan sampai di bandara? " jawab Ken dengan antusias.


Tentu saja semua itu membuatnya senang bukan main, karena Mike akhirnya mau kembali setelah sekian lama dia dan keluarga nya menghabiskan waktu di luaran sana.


"besok aku kabari lagi Ken. "


"baik tuan. "


Mike dan Ken pun mengakhiri panggilan mereka.


Sekarang Ken meneruskan misinya untuk menemui Niken diam-diam dari tuan nya.


Setelah Ken memasuki parkiran kediaman Simon, Ken keluar dari kendaraannya.


Terlihat Niken sedang duduk santai bersama salah seorang ART nya di teras depan.


"Kamu kembali dulu ke dalam, lihat Nyonya sana apa dia mau makan sesuatu? " ujar Niken ke ART tersebut, secara tidak langsung dia mengusir artnya dengan halus.


"baik Non. " art itu pun pergi meninggalkan Niken yang sekarang Ken sudah berada di hadapan Niken.


"Ken, silahkan duduk, apa kedatangan mu atas keinginan tuanmu? " tanya Niken.


"Nike, semua ini bukan atas kemauan tuan, tuan juga tidak tau aku pergi ke tempatmu ini. " kita sudah lama kenal bukan, anggap saja ini adalah kunjungan seorang teman kepadamu. " jawab Ken.


Tiba-tiba Ken, berbicara begitu serius yang membuat Niken sedikit mengerutkan kedua alisnya, sehingga kedua alis tersebut bersentuhan.


"aku masih belum paham dengan maksud mu Ken? " jawab Niken menekan.


"baiklah, apa kita bicara di sini tidak masalah? " tanya Ken lagi.


"bicaralah, ibuku tidak akan mendengar apa-apa, para art sudah aku suruh untuk pergi. tidak ada yang perlu kamu khawatirkan. " jawab Niken lagi-lagi ucapan penuh penekanan kepada Ken.


"baiklah."


Ken pun mulai menceritakan semua kejadian yang bersangkutan dua puluh tahun lalu, sewaktu tuannya hilang ingatan.


Yang tentu saja kejadian Novak di sekap oleh Jeslyn pun Niken tidak pernah tau, dulu sebelum Pak Moriss meninggal dia berpesan kepada Ken untuk tidak menceritakan kejadian Jeslyn dan Novak.


Semua kejadian masa lalu sudah di tutupi dengan rapat, karena tidak ingin membuat Niken tersakiti.

__ADS_1


Dan Jeslyn pun tidak pernah kembali menemui Niken semenjak Novak kembali.


Tentu saja karena itu atas perintah Pak Moriss. Setelah kejadian itu, Pak Moriss salah satu orang kepercayaan keluarga Shinoda sudah membuat Jeslyn pergi menjauh dari negara tersebut.


Niken yang mendengar semua cerita itupun tidak percaya, ternyata kejadian hilang ingatannya Novak dulu di manfaatkan oleh Jeslyn.


Orang yang selalu menemaninya di saat dirinya terpuruk karena kehilangan suaminya.


Lutut Niken begitu tidak bertenaga, dia merasakan lemas di sekujur tubuhnya.


"Jadi, untuk kali ini, tolong temuin tuan sekali ini saja. Aku tidak akan memintamu untuk kembali bersama tuan, tetapi kalian bisa berdamai bukan? " ujar Ken penuh harap.


Niken masih terdiam tanpa kata.


"Tolonglah kali ini saja, malam ini tuan ada pertemuan dengan orang tua Jesyca, mereka akan mengunjungi kediaman Shinoda malam ini. jadi bisa? '


" Baiklah, aku akan datang malam ini! " jawab Niken, memotong perkataan Ken.


Tentu saja jawaban itu membuat Ken semberingah.


" terimakasih Nike, ooh iyah, kamu perlu tau, setiap malam tuan terus memandang poto mu berjam jam. " dia selalu merindukan mu, dia sama menderita nya dengan mu. "ujar Ken sambil berpamitan kepada Niken.


Niken yang mendengar itu, hatinya menjadi luluh. dia yang memang merindukan Novak juga, tetapi karena kesalahan suaminya dia tidak ingin berdamai dengan penghianatan yang suaminya lakukan, dan menjadi semakin tersiksa.


"Jeslyn, pantas saja kau menghilang di saat suamiku telah kembali, jadi selama itu kau menyembunyikan Novak. dan kau masih menginginkan suamiku. "


Niken benar-benar merasa sudah di khianati oleh Jeslyn mentah-mentah, dia yang selama ini menganggap Jeslyn teman paling pengertian, ternyata semua itu hanya kebohongan.


Di tempat berbeda di sebuah hotel, Jeslyn sedang bersiap-siap dengan Alex. Mereka berdandan rapi untuk bertemu dengan keluarga Shinoda.


"Jes, ingatlah apa yang ku katakan, sebisa mungkin kau harus terlihat persisi seperti yang aku ajarkan. " ujar Alex sambil membelai rambut panjang Jeslyn.


Jeslyn menganggukkan kepalanya pelan, senyum dari wajahnya begitu misterius.


Sedangkan di loby hotel yang sama Syam duduk berhadapan dengan seorang wanita, mereka berbisik satu sama lain.


Beberapa waktu kemudian, Jeslyn dan Alex keluar dari dalam lift.


"Mereka sudah keluar! " bisik seorang wanita.


Tidak tunggu banyak waktu, Syam bergegas jalan menghampiri Alex dan Jeslyn.


Setelah sampai di hadapan keduanya, Syam dengan sengaja tersandung di hadapan keduanya, sehingga badan Syam hampir saja mengenai Jeslyn jika saja Alek tidak mengalanginya.


"maaf tuan, nyonya. aku tidak sengaja. " ucap Syam sambil berdiri tepat di hadapan Jeslyn.


"tidak apa-apa, lain kali hati-hati! " jawab Jeslyn.


Dengan wajah yang cu'ek dia pun melanjutkan perjalanan nya tanpa menghiraukan Syam.


"apa tidak salah, kenapa dia tiba-tiba melupakan ku! " batin Syam.


"benar dia tidak mengenaliku! " Syam berdiri mematung berbalik mengawasi keduanya dari belakang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2