
Nicolas seperti biasa dia berangkat ke kampus, sedangkan Ibunya menunggu kedatangan suaminya di apartement yang di sewanya di negara X, dia menunggu di apartement putranya.
beberapa hari yang lalu Nicolas mengenalkan seorang gadis remaja cantik kepada ibunya.
gadis itu merupakan teman yang baru di kenalnya belum lama ini oleh Nicolas di negara itu, dia bernama Jesyca Achille.
wajah cantik dan sikapnya yang ceria membuat Niken Putri menyukai gadis itu, walau pun belum lama dia bertemu, tapi gadis itu sudah berhasil membuat Niken menyayanginya.
begitu juga dengan gadis itu, dia yang hidupnya tidak mempunyai seorang ibu pun, merasa nyaman dengan Niken. Jesyca di tinggal ibunya beberapa tahun silam, ibunya meninggal karena sebuah kecelakaan.
dia hidup berdua dengan ayahnya, Alexandre Achille nama ayah dari gadis cantik itu. dia seorang pengusaha suksess di negaranya.
malam itu Jesyca berjanji kepada Niken untuk mempertemukan ayahnya dengan keluarga Nicole.
di kediaman Alexandre Achille, seseorang sedang terbaring dengan berbagai selang medis di tubuhnya. dia berada di ruangan rahasiah yang hanya boleh di masuki oleh pemilik rumah tersebut yaitu Alexandre Achille sendiri.
malam pun telah tiba, jam dingding sudah menunjukan pukul 19:00, Novak Shinoda yang sudah tiba beberapa jam sebelumnya sudah bersiap bersama keluarganya untuk memenuhi undangan dari keluarga Alex.
sedangkan di kediaman Achille, Jesyca dan ayahnya sudah bersiap menyambut tamu yang mereka undang malam itu.
sebuah mobil sedang hitam mewah sudah menjemput keluarga Nicole.
mereka pun berangkat menuju kediaman Alexandre Achille.
Jesyca Achille begitu di manjakan oleh ayahnya, dia selalu mendapat kan apa yang di inginkannya.
asalkan gadis itu bahagia, Alexandre sudah merasa puas.
"Jess, kamu begitu dekat dengan teman barumu ini? " apa kamu menyukainya? " kamu belum lama mengenalnya, kamu harus hati-hati. " ujar Alex kepada putrinya, yang kala itu sedang berdiri di teras rumahnya, untuk menyambut tamu mereka.
"ayah, dia hanya teman baik, aku menyukainya. ibunya begitu lembut kepadaku, dia mengingatkan Jesy pada ibu. " jawab Jesyca manja.
"baiklah, jika kamu merasa bahagia, ayah juga merasa bahagia. " ujar Alex sambil memeluk anak semata wayang nya itu.
tidak berapa lama, mobil yang menjemput keluarga Nicolas pun sudah memasuki gerbang utama kediaman Alexandre.
"aah, mereka sudah datang Yah, " ujar Jesyca sambil menarik tangan ayahnya untuk mendekati kendaraan yang di tumpangi keluarga Nicole.
terlihat Nicolas dan ibunya keluar dari kendaraan tersebut, di susul dengan Novak.
"kalian! " kau yang sudah membuat istriku menderita! " tatapan tajam Alexandre Achille yang di tujukan kepada Novak.
__ADS_1
"selamat datang di kediaman kami tuan besar Novak Shinoda! " ujar Alexandre Achille sambil menjabat tangan Novak.
Novak mengernyitkan kedua alisnya, dia heran, bertanya dalam hatinya, kenapa pria ini bisa mengenalnya.
Novak pun menatap wajah Jesyca, dia yang baru pertama kali bertemu langsungdengan gadis remaja yang ada dalam galeri poto di handphone istrinya tempo hari.
"anda mengenal saya? " jawab Novak setelah dia menatap wajah dari Jesyca.
"tuan besar Novak, siapa yang tidak mengenal anda? " ucapnya sambil berusaha tersenyum di hadapan Novak.
"nyonya Novak, silahkan. " tangannya beralih menjabat tangan Niken dan menciumnya sambil merunduk.
Novak yang melihat perlakuan aneh dari Alexandre pun merasa sedikit kesal.
"ada apa dengan orang ini! " batin Novak.
"Jesyca, ajak mereka masuka masuk duluan, ayah ada hal yang ingin di sampaikan dengan ayahnya Nicole. "
ujarnya, menyuruh Jesyca membawa Nicole dan ibunya memasuki ruangan yang sudah di siapkan.
sedangkan dia mengajak Novak untuk berjalan ke ruangan lain, "silahkan Tuan. " ajaknya menunjuk ke arah yang berbeda.
mereka pun berjalan berdampingan, sedangkan Jesyca membawa Nicole dan Niken ke sebuah ruangan tamu, beberapa pelayan di rumah tersebut sibuk menyiapkan hidangan di atas meja makan.
"heemm, kami hanya tinggal berdua, ayahku tidak bisa melupakan ibuku! " dia selalu bilang, tidak ada wanita yang bisa menggantikan ibu, nenek dan keluarga yang lain tinggal terpisah. "
jawab Jesyca.
"ayahmu begitu menyayangi ibumu, tapi Ibu tidak melihat poto ibumu? " tanya Niken, dia yang penasaran dengan sosok ibunya jesyca bertanya soal poto ibunya yang tidak terlihat di pajang di dalam rumah tersebut. poto keluarga pun tidak ada.
"ayahku begitu baik, dia ayah terbaik di dunia ini, soal poto ibu, dia menyimpan semua poto ibu di kamarnya," dan di kamar ku. " jawab Jesyca sambil memegang tangan ibunya Nicole.
"ibu Nicole, apa aku boleh menganggap mu ibu?, tanya Jesyca, membuat Nicolas mengerinyitkan kedua alisnya menatap Jesy.
" hey, kau ini! " baru aja berapa hari kenal ibuku, sudah mengambil hatinya dengan begitu mudah! " ujar Nicole, membuat Niken tersenyum.
"kamu boleh menganggap ku Ibu, aku akan senang sekali jika kau mau menganggap diriku sebagai ibumu. "
"horeee, " teriak Jesyca sambil menjulurkan lidahnya ke hadapan Nicole. bermaksud untuk meledek.
Nicole tertawa melihat kelakuan Jesyca tersebut, sambil mengangkat tangan dan menepiskannya sendiri.
__ADS_1
"dasar gadis aneh! " gumamnya.
di ruang sebelah, Alex duduk menghadap Novak, "Tuan besar Novak, saya dengar bisnis anda di bidang otomotif lumayan terkenal juga ya? " maksud saya memanggil anda kesini, ingin membicarakan hal tersebut, kebetulan usaha saya juga di bidang yang sama, bagai mana jika kita bekerja sama? " ujar Alexsandre Achille.
Novak tersenyum tidak menjawab, dia hanya melihat kesekeliling ruangan tersebut.
"tuan, Alex? "
"Aleksandre Achille, itu namaku. " potong Alex.
"iyah, Tuan Alexsandre Achille, rupanya anda cukup menarik juga. " jawab Novak.
dia yang tidak begitu menyukai sikap Alex dari awal pun sedikit membatasi diri.
"tetapi, boleh juga, kebetulan di negara ini saya tidak mempunyai saham. " jika memulainya dengan mu, sepertinya akan menarik. " ujarnya.
"syukurlah jika anda tidak keberatan, bagaimana jika kita mulai berbisnis pekan depan. " jawab Alex.
"baiklah."
mereka berdua pun sepakat untuk bekerjasama dalam bisnis mereka di bidang otomotif.
Alex tersenyum puas, rencana awal dia berhasil.
sedangkan Novak sendiri hanya penasaran dengan sosok putrinya Alex, dia mencoba menerima kerjasama tersebut hanya ingin lebih dalam mengenal keluarga Alexsandre Achille.
"oooh Iyah tuan Alex, saya mendengar dari istri saya, ibunya Jesy sudah tiada? "
wajah Alex seketika langsung memperlihatkan aora masam. dia menatap wajah Novak dengan tajam. selang berapa lama dia tersenyum miring.
"betul, ibunya Jesy sudah lama meninggal kan kami. " anak itu harus besar tanpa ibunya. " jawab Alex. tatapannya seperti menyembunyikan sesuatu.
"saya turut prihatin dengan itu, sorry! " ujar Novak.
"tidak masalah Tuan, sudahlah, saya jadi sedih jika membicarakan istriku. " ayo kita mulai makan malamnya, mereka pasti sudah menunggu kita. " jawab Alex sambil berdiri dari duduknya.
di susul oleh Novak, dia pun mengikuti Alex yang sudah berdiri.
"silahkan, lewat sini Tuan. "
Alex menyuruh Novak untuk jalan terlebih dulu, dia menatap punggung Novak dengan tatapan sinis.
__ADS_1
"nanti kau akan tau Tuan Novak Shinoda, bagai mana istriku menderitanya karena kamu! " batin Alex sambil berjalan mengikuti langkah Novak.
bersambung.....