"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"panggilan misterius! "


__ADS_3

Niken yang sedang menunggu suaminya pulang, dia duduk di atas sofa di dekat taman bunga lily nya.


sesekali dia tersenyum mengingat kejadian sore tadi, "gadis itu, sungguh dia sangat menggemaskan! " dia bilang rindu denganku! " batinnya.


sesaat diapun terdiam dan memikirkan surat yang dia temukannya di rumah ayahnya kemarin.


"sebenarnya siapa yang mengirimiku surat itu! " batinnya bergejolak. tetapi dia tidak ingin terlalu memikirkan perkataan yang ada dalam surat tersebut.


di sebuah hotel, seorang pria misterius sedang menerima panggilan.


"hallo boss. "


"dia tidak datang boss. "


"baiklah, akan saya lakukan. "


"baik."


entah dengan siapa pria misterius itu berbicara, sepertinya dia mendapat tugas penting dari tuannya.


**kembali ke kediaman Shinoda***


"sayang, jangan tunggu aku makanlah duluan, aku ada meeting jadi sepertinya pulang agak terlambat! Niken yang membaca pesan singkat di handphone.


pesan tersebut dari suaminya Novak Shinoda.


Niken pun beranjak dari duduknya, bermaksud ingin masuk kamarnya. baru saja dia berdiri suara dering handphone nya berbunyi.


"nomor tidak di kenal" tulisan di layar ponselnya.


Niken hanya menatap layar ponsel tanpa mengangkat, dia pikir itu mungkin dari orang yang salah sambung.


sekali panggilan terlewatkan, bunyi dering berhenti. Niken pun perlahan menaiki tangga menuju kamarnya.


yang kedua kalinya bunyi dering handphone itu terdengar kembali, lagi-lagi "nomor tidak di ketahui. " hati Niken menjadi penasaran, diapun mengangkat panggilan misterius itu.


"hallo." ucap Niken di penuhi rasa penasaran.


"hallo nyonya Shinoda! " jawabnya dengan suara sumbang, seperti tertutup oleh sesuatu.


"*siapa kamu! "


"Nyonya tidak harus tau siapa saya! tetapi nyonya perlu datang ke hotel x kamar xxx, jika nyawa anak mu ingin selamat*! " ancaman dari suara sumbang tersebut.


"dan ingatlah, jika putramu ingin selamat, datanglah seorang diri! "


sontak membuat Niken menjadi panik, dia pun mengiya kan kata-kata orang misterius itu.


tanpa pikir panjang Niken bergegas dia mengambil tasnya dan berlalu dari kamarnya menuju parkiran.


dengan perasaan yang panik, dia mencoba mengendarai mobilnya tanpa berbicara


kepada siapapun, dia melajukan kendaraannya dengan kecepatan yang cukup tinggi, pikirannya dia harus segera menyelamatkan putranya dari ancaman orang misterius tadi.

__ADS_1


tidak berapa lama, Niken sudah sampai di hotel x, dia bergegas turun dari dalam kendaraannya dan meninggalkan kendaraannya di loby hotel dengan pintu terbuka dan kunci mobil masih tergantung di tempatnya.


security yang bekerja di hotel tersebut membantu tamunya memarkirkan kendaraan Niken di tempat seharusnya.


setelah Niken sampai di depan lift hotel tersebut, Niken melihat Nori memasuki lift tersebut juga, yang berada di sebelah lift yang ingin dia naiki.


"Nori! " kenapa dia berada di sini juga? " batin Niken.


tetapi karena pikirannya hanya kepada keselamatan putranya, dia mengurunhkan niat untuk menyapa sahabatnya itu.


"Thing! " suara lift yang terbuka. Niken bergegas memasukinya, dia menekan tombol berangka 9.


"sebenarnya ada apa ini! " kenapa banyak orang misterius yang sepertinya tidak menginginkan ku hidup dengan tenang? " batin Niken.


Niken jadi teringat sebuah surat kaleng yang di kirim seseorang tempo hari, di tulisan tersebut menyuruh Niken datang ke hotel yang sama.


Niken menjadi semakin penasaran dan bingung, siapa sebenarnya orang-orang tersebut.


sesampainya di lantai 9 lagi-lagi Niken di kejutkan dengan seseorang, Niken melihat Nori dari belakang menuju dekat nomor kamar yang di berikan orang misterius itu kepadanya.


"kenapa ada dia lagi di sini? dulu sebelum aku menemukan surat kaleng itu, dia pun berada tepat setelah aku mendapatkan surat itu! " apa! tidak, tidak! " dia tidak mungkin melakukan hal sekeji itu! " batin Niken, dia yang merasakan curiga dengan sikap sahabatnya itu mencoba menepis pikiran jahatnya.


Niken berlahan mengikuti langkah Nori dari belakang.


"bruk." Niken dengan tidak sengaja menabrak seseorang yang baru saja keluar dari kamarnya., membuat orang tersebut memegang badan Niken yang hampir terjatuh.


"ma'af." ujar Niken, sambil menundukkan kepalanya kepada orang yang di tabrak nya tadi.


"nyonya, berhati-hatilah" ujar seorang pria yang di tabraknya tadi sambil tersenyum manis.


Niken tersenyum getir, matanya celangak celinguk mencari keberadaan sahabatnya tadi.


diapun bergegas berjalan menuju no kamar yang di berikan orang misterius tadi.


Niken begitu terkejut setelah melihat posisi nomor kamar itu, "tadi Nori menghilang di tempat ini! " itu artinya dia berada di dekat kamar ini. " Niken bergumam sendiri.


matanya menatap nomor kamar tersebut, tangannya tergetar sebelum membuka handle pintu kamar tersebut.


"nyonya! " apa anda bernama Niken? " sapa seorang pelayan di hotel tersebut.


Niken sedikit terkejut mendengar suara pelayan itu yang tiba-tiba memanggil namanya, dia dengan pelan menganggukan kepalanya.


"ini kuncinya. " seseorang meninggal kan kunci kamar ini khusus untuk mu! " ujar pelayan tersebut.


Niken menatap papan nama yang di kenakan pelayan tersebut sambil meraih konci card yang di sodorkannya.


"terimakasih! " ujar Niken.


pelayan tersebut bergegas pergi meninggalkan Niken dengan tergesa-gesa, Niken dengan hati yang gemetar dia membuka pintu kamar tersebut dengan pelan.


hatinya di penuhi berbagai pertanyaan.


"Jegrek! " kriiieettt! " Niken mendorong pintu kamar itu.

__ADS_1


suasana yang hening seketika di telinga Niken.


perlahan dia melangkahkan kakainya ke dalam kamar tersebut.


suara gelak canda dua orang terdengar tidak asing di telinga Niken.


pemilik suara tersebut tidak lain adalah suara milik Novak suaminya, dan seorang perempuan yang terdengar tidak asing di teling Niken.


badan Niken tergetar hebat, darahnya langsung medidih.


dengan mempercepat langkahnya dia mencari arah suara tersebut.


nihil dia tidak menemukan siapapun di dalam sana, tetapi matanya Niken tertuju kepada sebuah layar televisi. mata Niken membulat melihat isi tayangan di dalam layar televisi itu.


badannya tergetar, matanya melotot melihat pemandangan di hadapannya, rekaman adegan dua orang yang di kenalnya terpangpang jelas di mata Niken.


"Novak! Jeslyn! kalian! " batin Niken.


lutut Niken langsung terasa berat, dia pun tersungkur lemas.


tayangan tersebut memperlihatkan suaminya bermesraan dengan Jeslyn terlihat jelas di mata Niken.


di tayangan tersebut pun memperlihatkan badan Jeslyn yang telah berbadan dua.


di akhir tayangan, seorang pria misterius yang memakai topeng dan baju serba hitam dengan suara menggema berbicara, sambil duduk di sebuah kursi dan penerangan yang remang-remang, membuat Niken tidak bisa mengenali pria tersebut.


"bagaimana Nyonya Shinoda? apa kau merasa sakit, kecewa, atau marah! karena suamimu yang begitu mencintaimu katanya! dia telah tega membohongi mu selama ini! " dia pun mempunyai anak dari wanita lain! " hahahhahah...


tayangan tersebut pun menghilang dari layar televisi, Niken berteriak.


"siapa sebenarnya kamu! " apa maumu! " kau menggunakan putraku, agar aku melihat semua kebohongan ini! " teriak Niken putus asa.


"dreett! " dreettt! " Niken terkejut dengan bunyi ponselnya.


lagi-lagi,dari "nomor yang tidak di kenal! "


Niken bergegas mengangkat ponselnya.


"Halllo! " apa maumu! " kenapa kau membuat kebohongan seperti ini! " teriak Niken ke dalam ponselnya.


"hahahhaah..jika kau masih tidak percaya, tanyakan saja pada suamimu! " apa yang telah dia perbuat dengan Jeslyn! " jawab pria misterius di dalam panggilan itu.


"dan satu lagi Nyonya, jangan khawatir kan soal putra mu! " dia akan baik-baik saja. " hanya saja, jika kau tidak seger mencari tau semua ini, bisa-bisa putra mu menikahi adiknya sendiri! "


"tidak! " tidak tidak! " apa sebenarnya maumu? "tanya Niken putus asa.


"aku tidak ingin apa-apa! " aku hanya ingin keadilan! " tut"tut"tut"! sesaat panggilan itu terputus.


"halo, hallo! " Niken terus saja berbicara, sedangkan di sebrang sana sudah memutuskan panggilannya.


Niken tertunduk lemas, air matanya sudah tidak bisa terbendung lagi. dia terisak sendiri di kamar tersebut.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2