
Berbagai pertanyaan muncul di benak masing-masing, Jesyca yang tidak pernah tau bahwa Alexandre itu bukanlah ayah kandungnya.
Dia semakin tidak mengerti, ada hubungan apa ibunya dengan ayahnya Nicolas.
Masih dalam keadaan heran, mereka di kejutkan oleh kedatangan ibu Biana.
"Kalian! " kenapa kalian masuk masuk ruangan ini! " ujar Biana sambil menarik kedua tangan dari Nicolas dan Jesyca.
"Bu Biana! jawab aku, sebenarnya ruangan siapa ini? " tanya Jesyca.
"Kalian jangan tanya itu padaku, Ibu tidak tau apa-apa! " cepat keluar jika ayahmu melihatmu di ruangan ini, pasti dia akan sangat marah! " ayo. "
ujar Bu Biana.
Keduanya pun bergegas mengikuti perkataan Ibu Biana.
"Cepat kamu masuk kamarmu, dan kamu tunggu di ruangan itu sampai tuan datang! " ujar Bu Biana.
Dia menyuruh Jesyca untuk segera masuk ke kamarnya, sedangan Nicolas di suruh nya menunggu di ruangan tamu di lantai bawah.
Dengan terpaksa Nicolas turun ke lantai bawah, dan Jesyca masuk ke kamarnya.
Hati mereka di penuhi berbagai pertanyaan.
Terutama Nicolas. Dia yang tidak menyangka ayahnya tega melakukan penghianatan kepada ibunya.
"tapi kenapa harus dengan ibunya Jesy? " batin Nicolas.
Dia tidak habis pikir dengan poto poto tadi.
"tapi sepertinya, ibuku juga mengenal wanita itu? " batin Nicolas, dia yang melihat sebuah poto ibunya Jesyca yang duduk bersama di taman bersama ibunya.
"taman itu adalah milik ibu di kediaman Shinoda. " itu artinya mereka saling kenal. "
"tapi kenapa dengan semua poto mesra ayah dan wanita itu? "
"itu artinya mereka bertiga saling kenal? "
Nicolas terus saja berbicara sendiri sambil mondar mandir di ruang tamu.
"apa! Jangan-jangan Jesy adalah saudariku dari perempuan itu? " Nicolas seketika mematung.
Sedangkan Jesyca juga sama, dia mondar-mandir di dalam kamarnya, memikirkan poto poto ibunya dengan ayahnya Nicolas yang begitu mesra.
Seperti seorang kekasih.
"apa ibu dan ayahnya Nicolas ada hubungan? " tetapi jika mereka ada hubungan, kenapa ibu juga begitu akrab dengan ibu Niken. " aahh mungkin saja mereka bertiga adalah sahabat. Iyah aku yakin, mereka adalah sahabat. "
batin Jesy.
Berbeda dengan pemikiran Nicolas. Jesy lebih berpikir positif tentang hubungan ketiganya.
"pantas saja aku merasa sangat dekat dengan ibu Niken, ternyata mereka adalah sahabat! " pikir Jesy, dia sambil tersenyum penuh haru.
__ADS_1
Dia berpikir, dia tidak salah ingin menganggap Niken sebagai ibunya, karena kedua ibunya mereka bersahabat.
"Tuan, mereka sudah melihat ruangan itu! " apa sekarang saya harus melakukan hal yang itu?. pesan singkat Bu Biana.
"baiklah, aku mengerti datanglah jangan sampai mereka mengikuti mu, besok aku akan ceritakan semuanya kepada dua anak itu. Aku tidak akan kembali. Aku akan mengirim pesan pada Jesy. " Alex.
"Baik tuan. "
Nicolas tidak sabar ingin menanyakan hal tersebut kepada ibunya, tetapi karena malam sudah begitu larut, dia mengurungkan niatnya.
Karena takut menganggu ibunya.
Di dalam kamar Jesyca mendapat pesan singkat dari ayahnya, jika dia tidak bisa kembali ke rumah saat itu.
Jesyca pun turun keluar dari kamarnya, bermaksud ingin menemui Nicolas.
Di lantai bawah, ibu Biana sedang berbicara kepada Nicolas.
"Tuan Alex meminta mu menginap malam ini, besok pagi dia akan kembali, jika tidak dia akan mengirim seseorang untuk mengantar kendaraan mu." ujar Bu Bian yang di dengar oleh Jesy saat itu yang sedang menuruni tangga.
"Bu Bian, tolong bereskan kamar tamu untuk Nicol. " ujarnya.
"Baik non. "
Bu Biana pun pergi untuk membereskan kamar tamu untuk Nicolas.
Nicolas terdiam memandang Jesy.
Nicolas masih terdiam tanpa sepatah kata, dia masih memikirkan hubungan ayahnya dengan ibunya Jesy.
Jesyca menghampiri Nicolas, dia memang pundak pemuda itu dengan lembut.
"ada apa dengan mu? " tanya Jesy, sambil memegang pundak Nicolas.
"Aku masih memikirkan prihal poto poto itu Jes. " apa kamu tidak menanyakan hal itu pada ayahmu? " apa hubungan ibumu dengan kedua orang tuaku? " jawab Nicolas.
"heemmm, aku pikir orang tua mu dan ibuku mereka berteman baik Nic! "
"tidak! jika memang mereka berteman! " kenapa ayahku dan ibuku tidak pernah cerita. " jawab Nicolas.
Jesy terdiam.
"Jes, apa sebaiknya kita mencari tau tentang ini! " ujar Nicolas.
Jesy menganguk pelan.
"Iyah, aku akan menanyakan hal ini kepada ayah! " sekarang istirahat lah sana, sudah malam. " ujar Jesyca, mendadak bicaranya menjadi lembut kepada Nivole.
"tuan Nicol, non. kamarnya sudah selesai. silahkan jika ingin beristirahat sekarang. " bu Biana datang lagi setelah selesai membereskan kamar tamu untuk Nicolas.
"Baik bu, terimakasih. " jawab Jesy.
Dia pun menyuruh Nicolas untuk pergi ke kamar yang sudah di sediakan oleh bu Biana.
__ADS_1
Nicolas pun menganguk, dia berjalan ke arah kamar tamu yang berada di lantai bawah.
sedangkan Jesy kembali ke lantai atas.
Setelah sampai di kamar Nicolas masih kepikiran tentang ibunya, dan poto poto ayahnya tadi, dia tidak bisa tidur.
Di tempat lain, Alex sedang memandang seorang wanita yang terbaring tak berdaya di atas ranjang di ruangan rahasia yang hanya bisa di masuki oleh dirinya dan seorang dokter wanita.
Dokter tersebut di bayar oleh Alex untuk menjaga wanita malang itu.
"tuan, sebaiknya anda membawanya ke rumah sakit. " jika terus begini, dia akan berada di dalam bahaya! "
"apa katamu! aku membayar mu dengan mahal! " lakukan apa yang ku suruh, jangan memberiku saran yang tidak berguna! dia akan baik-baik saja. jika kamu tidak becus! aku akan menganti mu dengan yang lain. " ujar Alex dengan tatapan membunuh kepada dokter wanita itu.
"tuan, kalo begitu silahkan menganti dokter lain! " saya sudah tidak becus menyembuhkan Nyonya ini. " ujar dokter itu sambil merundukan badannya di hadapan Alex.
"jangan membuatku marah dok! " kamu tau aku adalah orang yang sangat kejam! " jika kamu tidak bisa menyembuhkan dia, aku tidak akan mengampuni mu dan keluarga mu! " bentak Alex sambil mencengkram leher dokter itu dengan kasar.
"tuan! hehen-ntikan, b-aa-iiklah aku akan berusaha! " jawab dokter malang itu terbata sambil berusaha melepaskan cengkraman lehernya dari tangan Alex.
"aaarrrggghh! " teriak Alex kesal. dia pun melepaskan cengkraman nya dari leher dokter itu menghempas nya dengan kasar.
"uhuuk! uhuuuk! " dokter tersebut tersungkur sambil memegang lehernya yang hampir tidak bisa bernapas tadi.
"jangan membuatku kesal! lakukan apa yang ku suruh! " jika keluargamu ingin selamat. " bisik Alex sambil berjongkok di hadapan dokter tadi yang terduduk di lantai sambil memegang lehernya.
"tok tok tok! " suara ketukan pintu dengan pelan terdengar samar dari dalam.
"pria ini benar-benar sudah tidak waras! bagai mana bisa melakukan oprasi di tempat seperti ini! " tapi jika aku tidak mengikuti kemauan nya. bagai mana nasib keluarga ku! dia pria yang sangat kejam! " sebaiknya aku mendengarkan perkataan nya! " batin dokter wanita itu.
Dokter tersebut bernama, Lauren Clarissa seorang dokter cantik terkenal di negri itu, dia adalah dokter bedah ternama.
Alexandre mengenal Lauren Clarissa karena adiknya Lauren bekerja di kediaman Achille.
"Tuan. saya sudah siap! " setelah Alex membuka pintu, seorang wanita muncul di ruangan tersebut.
Lauren menatap wanita yang baru saja datang.
"wanita ini, dia rela melakukan apa yang di inginkan pria gila ini! " tapi sepertinya wanita ini aku pernah melihatnya di mana? " batin Lauren.
"Bagaimana dok! apa dia cocok untuk menggantikannya? " tanya Alex.
Lauren mengangguk.
"baiklah kalo begitu! ' kapan bisa di mulai? "
"Tiga hari dari sekarang. " aku akan menyiapkan peralatannya terlebih dahulu! "
"baiklah aku tunggu kamu tiga hari ini. " sekarang pergilah." Jawab Alex.
Dokter tersebut bergegas meninggalkan tempat itu dengan hati yang sedikit tegang.
Bersambung...
__ADS_1