"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"penelusuran! "


__ADS_3

Setelah keduanya berhadapan Lissa Hanna Shinoda putri kecil dari Mike Shinoda memeluk tubuh Niken yang berjongkok di hadapannya.


"mama Niken. " ucap nya manja, tangannya bergelayud di leher Niken.


"Rissa kecil, kau sangat mirip dengan ibumu. " ucap Niken, sambil mencium pipi kiri kanan Hanna.


Mike yang melihat pemandangan tersebut berlinang air mata, haru.


"kalian berdua adalah orang yang sangat penting dalam hidupku! " Batin Mike.


"Mike, sejak kapan kamu kembali? " kenapa tidak bilang bilang? " tanya Niken.


"heemmm, aku ingin memberi kejutan kepada kalian. kakak ipar, jadi benar yang aku dengar selama ini, kalian? " tanya Mike terhenti.


"sudahlah jangan bahas soal diriku dan kakak mu, masuklah. biar aku suruh pelayan siapkan makan buat kalian, gadis kecil apa kau lapar? " tanya Niken beralih kepada putri Mike.


"hem, aku lapar ibu, aku ingin makan ramen. " jawab Hanna.


"Rameen?" Tanyanya. sambil menatap wajah imut dari Hanna.


"heemm, ibu Niken aku sangat suka dengan mie. " jawab Hanna dengan cadel


"kesukaannya sama persis dengan ibunya? " batin Niken.


"kakak ipar, aku tidak tau harus bilang apa dengan putriku, dia begitu sangat menyukai ramen. " padahal itu tidak bagus jika terus-terusan mengkonsumsi itu. " ujar Mike.


"hahahaha, dia memang sama persis seperti istrimu, Rissa dulu sangat menyukai mie. " jawab Niken.


"baiklah, nanti ibu Niken buatkan ramen terenak, kamu pasti akan menyukainya. " jawab Niken, dia pun menggendong putri kecil Mike memasuki rumahnya.


Mike menatap keduanya dari belakang senyumannya terukir kembali setelah melihat putrinya yang begitu ceria setelah bertemu Niken.


Dia pun bergegas mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


Dia bermaksud untuk memberi tahu Ken, bahwa dirinya tidak usah di jemput di bandara, dengan mengirimi pesan singkat.


Terlihat olehnya ada beberapa panggilan tak terjawab dari Ken dan kakaknya Shinoda.


"maafkan aku kak, aku tidak tahan ingin mempertemukan putri kecilku dengan kakak ipar. " jadi aku langsung ke kediama Simon untuk menemui kakak ipar. " pesan singkat yang di kirimkan oleh Mike kepada kakak nya Novak Shinoda.


Novak yang mendapat pesan singkat tersebut menarik napas panjang, dia pun memerintahkan Ken untuk kembali.


"dasar anak ini masih tidak berubah! " batin Novak.


_________________________________________

__ADS_1


Di sebuah rumah tua di negara berbeda, dokter Lauren sedang berbincang dengan kedua anak buahnya di dalam mobil di halaman rumah tua yang dia amati.


seorang pria tua sedang menyirami tanman bunga kesayangannya.


"Jegrek, jegrek! " dokter Lauren memontret pria tua itu dari dalam kendaraannya.


Dia pun mengirimkan pesan poto dari pria tua itu.


"nyonya, apa pria itu betul yang membantu persalinan mu? " tanyanya dalam pesan tersebut, yang menyematkan potret pria tua yang baru saja dia potonya.


"betul, itu dia! " jawaban pesan singkat dari seseorang.


"baiklah, kamu jangan takut, aku akan menangani ini. " jawab dokter Lauren.


Penelusuran data yang selama ini dia lakukan akhirnya membuahkan titik terang.


"Kalian berdua, bawa bapa tua itu kehadapan ku. " titah dokter Lauren kepada dua orang anak buahnya.


"baik nona! " keduanya serentak menjawab, dan turun dari kendaraannya.


Tidak butuh berapa lama, mereka berdua sudah berdiri di belakang bapak tua yang sedang menyirami bunga.


Di sebuah perkampungan yang jarang di kunjungi oleh orang luar, pria tua itu sudah menghabiskan masa tuanya sebagai orang yang berbeda.


Propesinya dulu yang sebagai dokter, kini dia menghabiskan sisa umurnya di pedesaan tersebut.


Sontak membuat pria itu sedikit terkejut, karena selama berada di pedesaan tersebut dia tidak pernah di kunjungi oleh siapapun.


"Siapa kalian? " apa mau kalian? " jawab bapak tua itu.


"tolong ikutin apa yang ku perintahkan dokter Dawkins! " ujar salah satu pria yang berdiri di hadapan nya.


Sontak membuat dokter itu sangat terkejut, dia yang sudah merubah nama itu sejak dua puluh tahun yang lalu pun menjatuhkan selang ke tanah sambil menatap dua pria di hadapannya.


"kalian! siapa kalian sebenarnya? " tanyanya.


"seseorang sudah menunggu dokter di dalam sana. " ujar salah satu pria satunya sambil menunjukkan jari ke arah kendaraan yang di tumpangi oleh dokter Lauren.


Terlihat jelas oleh keduanya orang tua di hadapannya begitu gugup, tangannya yang sudah mulai keriput pun terlihat bergetar.


"mungkin ini saatnya! " batin dokter Dawkins.


"Mari ikut kami tuan! "


Dokter Dawkins pun mengikuti langkah kedua pria di hadapannya.

__ADS_1


Dokter Lauren yang memakai kacamat hitam duduk di kursi belakang kendaraan nya membuka sedikit kaca mobilnya setelah pak tua itu berada di samping pintu kendaraan nya.


"masuklah dokter Dawkins. " ujar dokter Lauren.


Dokter tua itu menuruti perintah dokter Lauren.


Dia duduk di dalam kendaraan bersama dokter Lauren.


Sedangkan kedua pria itu memasuki kendaraannya di kursi depan.


Mereka melajukan kendaraan keluar dari halaman rumah dokter Dawkins, menuju sebuah bukit yang tidak jauh dari rumah tersebut.


Bukit itu sangatlah jarang di jumpai oleh warga atau orang sekitarnya. tidak jauh dari tempat tersebut sering di pakai berkemah oleh orang-orang pendatang.


"baiklah dokter Dawkins, kita langsung saja" kalian berdua keluar. " perintah dokter Lauren kepada kedua anak buahnya.


Keduanya mengikuti perintah dokter Lauren, mereka berdua berjaga di luar kendaraan.


"Aku tau, hal ini pasti akan datang. " jawab dokter tua itu sambil tersenyum getir.


"heh, kau sudah tau salah dok? "


"aku tau, kesalahan satu-satunya yang membuat diriku pensiun, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, keluarga ku saat itu sedang dalam tekanan yang besar! " tidak ada yang bisa aku lakukan selain menuruti keinginan pria itu. " jawab dokter Dawkins, dia seolah tau apa yang akan di tanyakan dokter muda di hadapannya.


"aku juga seorang dokter, aku juga di manfaatkan oleh pria itu, tetapi aku tidak berbuat kejahatan seperti yang kau lakukan kepada pasieun mu! " jawab dokter Lauren.


"kau tau tanggung jawab dan sumpah seorang dokter bukan? " tanya dokter Lauren lagi.


"baiklah, apa yang akan kamu tanyakan, tanyakan lagian aku sudah tua, matipun aku tidak keberatan saat ini. " jawab dokter Dawkins.


"di mana bayi itu? " tanya dokter Lauren.


"Bayi laki-laki itu berada dekat dengan ibunya dan Alex. " jawab dokter Dawkins.


"apa! "


"Iyah, pria itu mengangkat bayi laki-laki itu sebagai putranya. " dia berada dekat dengan ibunya. "


"Jadi Alex mengangkat putra ibu Jeslyn sebagai putranya? " apa maksud dan tujuannya? "


"Lalu anak perempuan itu? " apa kalian mengambil nya dari panti asuhan? " tanya dokter Lauren.


"Iyah! " kami mengambil anank perempuan yang lakhir satu jam sebelum anak laki-laki itu lakhir. " memang kebetulan saat itu wanita malang itu melakhirkan bayinya dengan kondisi kritis akibat selama mengandung dia mengalamai beberapa tekanan sehingga dia sering merasa stres, akibatnya melakhirkan bukan secara normal. "


"Baiklah, terimakasih atas informasinya tuan Dawkins. " ujar dokter Lauren sambil menjabat tangan pak tua itu.

__ADS_1


Sedangkan pak tua yang merupakan mantan dokter itu tersenyum lega, dia sudah melepaskan beban pikiran nya yang selama ini dia pendamnya.


Dan dokter Lauren juga merasa senang, karena penelusuran dokter itu telah membuahkan hasil yang baik.


__ADS_2