
Layaknya seorang yang sudah mengenal tempat tersebut, Michel berjalan tanpa ragu melangkahkan kakinya di belakang Merry.
Dia melewati lorong di mana dia dulu di sekap. Kakinya mendadak berhenti melangkah seolah ada sesuatu beban yang menghimpit kakinya sehingga berat untuk melangkah.
Untung saja yang melihat semua itu hanya Merry.
"tempat ini membuat jantungku ingin meledak! " berapa lama aku terbaring di dalam ruangan itu! " Batin Michel.
"nyonya? " apa anda tidak apa-apa? "
Sapa Merry membuyarkan lamunan Michel.
Merry yang melihat wajah dari ibu itu terlihat pucat pasi, seperti orang yang sakit.
"aah, tidak apa-apa Mer, saya hanya merasa sedikit pusing tiba-tiba. " jawab Michel sambil melanjutkan langkahnya yang sedikit menggusur kakinya.
"aku tidak boleh seperti ini, untung saja Alex tidak melihat sikapku ini. " aku harus kuat! " batin Michel.
"kamar tamunya ada di lantai 3 nyonya, silahkan bisa naik Lift jika nyonya merasa lelah. " ajak Merry sambil memegang tangan tamunya.
Mereka berdua pun berjalan menuju pintu lift.
Sedangkan di meja makan, Alex dan yang lainnya masih menikmati ritual makan malamnya.
Nicolas sesekali melirik wajah istri dari Alex yaitu Jeslyn Aurora.
Juga sesekali melihat Syam, yang sama dengan Nicolas mempertahankan Jeslyn.
Di tempat lain, Aldo sedang sibuk melayani para tamu yang mulai ramai mendatangi Cafenya.
Sesekali dia menyapa tamu yang baru saja berkunjung.
Beberapa anak buah Aldo sibuk mondar mandir memberikan pesanan pengunjung yang silih berganti datang dan pergi.
Terlihat oleh Aldo, 3 orang pengunjung yang duduk sedari tadi memperhatikan dirinya.
Tamu tersebut terdiri dari satu orang wanita muda dan dua orang pria yang duduk di hadapannya.
Aldo terlihat tidak asing dengan seorang wanita itu.
"sepertinya aku pernah melihat wanita cantik itu? tapi di mana? wajahnya tidak asing! " Batin Al.
Para pengunjung mulai sepi, tinggal beberapa orang yang menghabiskan pesanannya, tetapi tiga orang itu masih duduk santai di mejanya.
Dengan memberanikan diri, Aldo menghampiri tiga orang itu.
Di antara dua orang pria yang bersama satu orang wanita muda berdiri setelah Aldo sampai di meja mereka.
"silahkan duduk Al. " sapa seorang wanita di hadapan Aldo.
__ADS_1
Aldo mengerutkan kedua alisnya heran.
"apa saya pernah mengenal anda? " tanya Al.
Wanita di hadapannya hanya tersenyum tanpa suara.
Aldo pun duduk di hadapan wanita muda itu, dua orang pria berdiri di belakang wanita itu tanpa bergerak.
Aldo menatap ketiganya bergantian.
Wanita itu tiba-tiba berdiri berjalan menghampiri Aldo sehingga dia berada tepat di samping Aldo, dia menyondongkan badannya sehingga wajah dan wajah Aldo hampir berkenaan.
"ada hal penting yang ingin aku katakan, adakah tempat rahasia di tempat ini! " bisik wanita cantik itu, membuat bulu kuduk Aldo merinding tidak karuan.
Usia wanita itu memang sedikit jauh berbeda dengannya, tapi entah kenapa pesona wanita di sampingnya itu membuat Aldo terpana.
Wangi tubuhnya, hembusan napas yang keluar dari mulut wanita itu sewaktu berbisik mengenai telinga Aldo membuat Aldo terpesona.
Sehingga tidak sanggup untuk menolak keinginan wanita itu.
Aldo dengan lembut menganggukkan kepalanya sambil menatap wajah dari wanita di hadapannya, dia yang masih menyondongkan badannya, sehingga wajah wanita itu tepat berada di samping wajahnya.
"baiklah, bawa aku ke tempat itu! " bisik nya lagi.
Dengan tanpa basa basi, Aldo menggenggam tangan wanita di hadapannya.
Rasa yang tidak bisa di tahan lagi oleh Aldo, ada gejolak yang menggebu dalam hatinya.
Wanita itu sungguh sangat terkejut, matanya membelalak karena mendapat perlakuan bodoh dari pria muda di hadapannya.
Tetapi karena ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka, akhirnya mau tidak mau wanita itu membalas memegang tangan Aldo.
" lebih cepat menghindar dari tempat ini, akan lebih baik! " agar anak muda ini tidak salah paham! " batin wanita itu.
"Cepat tunjukan, di mana tempat yang tidak bisa di masukin oleh orang lain! " bisik wanita itu lagi.
Aldo yang salah paham dengan maksud dari wanita itu, dia pun bergegas menuntun tangan dari wanita di sampingnya.
Mereka pun berjalan ke dalam bartender, dan memasuki sebuah pintu kecil yang berada di pojokan bartender itu.
Satu orang pria yang memperhatikan mereka dari tadi pun berdiri menghampiri bartender, matanya celangak celinguk.
Tetapi dua orang pria yang bersama wanita tadi, menatap satu pria tadi.
Mereka berdua berdiri di samping kiri dan kanan pria tadi.
Kedua pria yang merupakan bodyguard dari wanita tadi menatap bebarengan wajah pria satu itu, membuat bulu kuduk pria tadi bergidik.
Akhirnya pria yang satu itu, kembali mundur dan duduk kembali di table yang tadi dia duduk.
__ADS_1
"sepertinya itu anak buah Alex! " bisik salah satu bodyguard kepada temannya.
"heemmm! sedari kita datang ke tempat ini, pria itu terus saja menatap nona! " jawab yang satunya.
Di dalam ruangan, Aldo yang salah paham dengan wanita di hadapannya langsung memepet tubuh wanita itu ke tembok.
Sehingga wajah mereka hampir bersentuhan, membuat wanita itu syok.
"hentikan Al, aku adalah dokter Lauren. " ucap wanita itu bergetar, karena mendapatkan perlakuan seperti itu dari Aldo, yang ternyata dia adalah dokter dari keluarga Alex, Ayah angkat nya Aldo.
"kau! " pantas saja aku tidak asing dengan wajah mu dok! " dokter Lauren hahahahah! wajah mu memang sangat mempesona, aku sempat mengagumimu, tapi sayang kau adalah A...ng peliharaan ayahku! "apa ayah ku yang mengirim mu ke sini untuk menyelidiki ku! " atau!.
"atau aku menemukan ibumu! " potong dokter Lauren.
Membuat wajah Aldo menatap dokter Lauren dengan beringas.
"siapa kau bilang! jangan sebut itu lagi! aku sudah di buangnya! " ucapnya kasar sambil memegang wajah dokter Lauren dengan kasar.
"lepaskan! walau bagaimanapun usiaku lebih tua dari mu Tuan Aldo! " jawab dokter Lauren kesal.
"bagaimana jika ibumu tidak pernah membuang mu, atau tidak menelantarkan mu! " ucap dokter Lauren.
Aldo menundukkan wajahnya, dia melepaskan cengkraman tangannya dari wajah dokter Lauren perlahan.
"tidak mungkin, jika dia menyayangi putranya, kenapa dia tidak mencarinya? " ucap Al lirih.
"ini semua karena ayah angkat mu Alexandre Achille! " ucap Dokter Lauren, sambil duduk di sebuah kursi di hadapannya.
Mata Aldo langsung menatap wajah dari dokter Lauren. mencoba mencari penjelasan dari maksud ucapannya barusan.
"duduklah! " tenangkan dirimu! " ujar dokter Lauren.
Aldo duduk di kursi satunya, dokter Lauren menarik kursi yang tadi dia duduki, dia menggeret kursi tersebut sehingga lutut keduanya bersentuhan satu sama lain.
Dari situ lah Dokter Lauren menceritakan segalanya kepada Aldo, membuat air mata Aldo berkaca layaknya anak kecil.
membuat dokter Lauren memegang kedua tangan Aldo untuk menenangkan nya.
Tubuh Aldo bergetar sangat kuat, antara menahan kesedihan dan emosinya karena telah di permainkan oleh seorang Alex.
lutut nya terasa bergetar lemas, dia pun tersungkur ke lantai membuta dokter Lauren mengerti apa yang di rasakan oleh pria muda di hadapannya.
Dengan ragu, dokter Lauren pun memeluk Aldo.
Seketika Aldo merasa begitu sangat nyaman dengan pelukan tersebut, dia yang sedari awal mengagumimu dokter cantik itu pun mengambil kesempatan dengan menangis di pelukannya.
Diapun sangat berterimakasih dengan dokter Lauren, karena telah membantu ibunya dalam kesusahan.
Karena dokter Lauren lah, dia masih punya kesempatan bertemu dengan ibu kandungnya.
__ADS_1
Bersambung...