"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"tes DNA! "


__ADS_3

Di kediaman Shinoda, Novak sedang berbincang dengan Mike. Mereka membicarakan soal Alex dan Jeslyn yang di luar dugaan Novak jika Jesyca ada kemungkinan putrinya dengan Jeslyn.


Novak menceritakan semua permasalahan nya kepada Mike, yang membuat Mike geram dengan Alex dan Jeslyn.


Mike menduga Alex menginginkan kerjasama dalam perusahaan nya hanya alibi, kemungkinan besar dia ingin memeras kakaknya dengan menggunakan Jesyca.


Betul saja dugaan Mike, sebuah kiriman pos yang di kirim dari Alex tiba di kediaman Shinoda.


Novak membuka kiriman tersebut yang berisi selembar kertas tes DNA.


Tertulis kan di sana nama Jesyca dan Novak Shinoda. Sebagai ayah dan anak. DNA tersebut cocok 99,9%.


"Sudah ku duga! " benar katamu! " ucap Novak sambil meremas kertas yang baru saja di bacanya.


Tidak berapa lama, sebuah pesan singkat datang dari Alex.


"tuan, aku hanya ingin memberi tau, jika putrimu sudah ku anggap sebagai putriku! " jangan khawatir, kedepannya kita akan lebih akrab. " ucap pesan singkat di ponsel Novak. Yang merupakan pesan dari Alexandre.


Mike benar-benar geram kala itu, dia ingin sekali menghancurkan Alex saat itu juga.


"Kak, sekarang langsung saja tanya, apa maunya? " ujar Mike memberi saran kepada kakaknya untuk memancing Alex.


Novak menatap adiknya dengan mengangguk pelan.


Dia pun mengirim pesan kepada Alex, menanyakan apa kemauan Alex sebenarnya.


Jawaban yang tidak terduga oleh Novak dan Mike, Alex hanya menginginkan mereka bekerja sama dan saling menguntungkan satu sama lain demi putri mereka.


"kak, jika dia memang putrimu bawa lah dia ke kediaman Shinoda. " berikan hak nya sebagai putri mu. " ujar Mike.


"tidak! " itu tidak mungkin! " jawab Novak.


"kak! dia putrimu, bagai mana kamu tega. " ujar Mike lagi.


"tidak ini tidak mungkin, Niken akan sangat kecewa denganku jika aku membawa seorang anak dari wanita lain. " batin Novak.


"kak! "


"Mike, bagai mana dengan Niken? aku tidak mau menyakiti nya lagi! " jawab Novak putus asa.


Di sisi lain, dia peduli dengan putrinya, dan di sisi lain dia juga tidak ingin kehilangan Niken istrinya.


"aku juga tidak yakin jika dia benar putriku! " jawab Novak.


"jika begitu, kita harus tes DNA ulang kak! "


Novak pun menganggukkan kepalanya pelan.


"owh Iyah bagai mana putri mu masih tidak ingin pulang ke sini Mike? " tanya Novak, dia yang sudah cukup lama tidak melihat putri kecilnya Mike.


"heemmm, dia lebih nyaman bersama kakak ipar. Dia tidak ingin kembali jika kakak ipar tidak kembali, aku juga bingung sudah membujuknya padahal aku kan ayahnya! " ujar Mike.

__ADS_1


"ooow, kalo begitu kenapa kau tidak memohon kakak ipar mu saja Mike! " ujar Novak, dia seperti mendapat pencerahan dari masalah dirinya dan istrinya.


Novak tersenyum dengan penuh keyakinan.


Dia pikir ini kesempatan bagus untuk membujuk istrinya tinggal lagi bersama di kediaman Shinoda.


Mike yang melihat kakaknya senyum-senyum sendiri dia pun bertanya.


"kak, apa ada hal yang membuatmu senang sehingga senyum-senyum sendiri begitu? " tanyanya.


"heemmm, akhirnya putrimu akan menyelamatkan keluarga ku utuh kembali. " jawabnya.


"putriku? ' benarkah? " ooowhh heemmm, kakak memang ahli mendapat kesempatan dalam segala situasi. " ujar Mike.


Novak pun menatap Mike dengan tatapan memohon.


"kak, jangan bilang aku yang harus memohon pada kakak ipar! " ujar Mike yang tau maksud dari tatapan kakaknya.


"please." Novak tiba-tiba menyedakpkan tangannya di hadapan Mike. Layaknya anak kecil yang meminta permen.


"huuuh, baiklah aku akan mencobanya! " ujar Mike yang tidak tega melihat wajah kakaknya yang begitu memelas.


"nah gitu, itu baru adik ku! " yah sudah aku akan berangkat ke kantor pusat, ada rapat dewan direksi hari ini. " Oowh Iyah kamu ingat tanganin majalah The Fashion. ingat jangan masukan berita kerja sama antara perusahaan kita dengan Alex! " ujar Novak dia yang sekarang berpamitan kepada Mike.


Mike pun mengangguk, dia tau betul belakangan ini tidak pernah terlibat dengan urusan kantor, tetapi sekarang sudah saatnya dia belajar menangani perusahaan.


Membantu kakaknya.


Di tempat yang berbeda, Nori sedang duduk di sebuah taman. Taman tersebut tempat dirinya dan Nancy dulu bertemu.


Nori menatap jauh pandangannya menerawang jauh ke dalam kenangan masa itu.


Dia teringat ketika Nancy menangis di pelukannya, sa'at terakhir itu mereka bertemu.


"maafkan aku, karena aku tidak bisa menolak keinginan orang tuaku, mereka ingin aku menikahi seorang yang di pilihkan oleh kedua orang tuaku. " jika saja ayahku tidak sakit parah aku bisa menolak nya. tetapi dokter bilang kita jangan membuat nya tertekan. " maafkan aku! "


Kata itulah yang terakhir di dengar oleh nori dari Nancy.


Nori menarik napas panjang, dia tersenyum getir mengingat masa itu. Masa di mana dia harus merelakan wanita yang dia cintainya menikahi pria lain.


Dari sana Nori tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita lain, yang dia inginkan hanya Nancy.


"bagai mana kabarmu sekarang? " semoga kamu bahagia dengan pernikahanmu. " batin Nori.


"jangan! " auuw hentikan! " teriakan dari seseorang membuyarkan lamunan Nori.


Matanya tertuju kepada wanita yang berteriak di sebrang jalanan.


Terlihat olehnya seorang wanita sedang bersimpuh di kaki seorang pria dan wanita.


Betapa terkejutnya Nori melihat wanita yang di jambak oleh seorang pria.

__ADS_1


"Nancy! " gumamnya, matanya membulat melihat wanita yang di cintainya itu sedang mendapat perlakukan yang kejam dari seorang pria asing.


Dengan tanpa pikir panjang, Nori berlari ke arah tiga orang di sebrang jalanan tadi.


"buuuk, bukk! " dua pukulan melayang mendarat di dada dan di wajah pria yang menjambak Nancy itu.


Pria itu meringis kesakitan, sedangkan wanita yang bersama pria tadi sungguh sangat terkejut.


"hentikan! siapa kamu ini? ikut campur urusan keluarga kami! " ucap wanita yang berdiri si samping pria itu.


Nori dengan tidak banyak basa basi dia membantu membangunkan Nancy.


"bangunlah! " jangan takut ada aku! " bisik Nori lirih.


Nori begitu tidak tega melihat kondisi Nancy yang berantakan.


"jika kau berani menyentuhnya lagi akan ku hajar kau sampai mati! " teriak Nori ke hadapan pria yang menjambak rambut Nancy tadi.


Pria itu menatap tajam mata Nori, sambil memegang ujung bibirnya yang mengeluarkan sedikit darah, bekas di hajar oleh Nori tadi.


"cuuiiihh! " pria itu membuang ludah ke sembarang tempat.


"ooowhh, jadi ini pria selingkuhan mu Nancy? " dia sudah berani melawan ku, katakan padanya jangan ikut campur dengan keluarga kita! " ujar pria itu.


"keluarga kita! " batin Nori terkejut.


Ternyata pria di hadapan nya itu tidak lain adalah suami Nancy.


"sayang, sudahlah! ayo kita pergi! " ujar seorang wanita yang di samping suaminya Nancy.


"sayang! " jadi kalian! " ujar Nori geram sambil menunjuk ke arah keduanya.


Pria itu merungkut karena ketakutan dengan sikap Nori yang beringas.


"sudah hentikan! " Nancy tiba-tiba memegang tangan Nori untuk menghentikan aksi brutalnya Nori.


Keduanya pun pergi begitu saja menuju parkiran, sedangkan Nancy pergi terburu-buru menghindari Nori.


Nori pun mengejar Nancy dengan di penuhi tanda tanya dalam hatinya.


"tunggu, Nan, tunggu aku! " teriak Nori, dia pun menarik pergelangan tangan Nancy.


Tiba-tiba Nancy menangis sesegukan di hadapan Nori, dengan tidak banyak basa-basi Nori pun memeluk Nancy.


"ada apa dengan mu Nan? " batin Nori.


Dia benar-benar tidak tega melihat kondisi Nancy saat itu.


Nancy terus saja menangis sesegukan tanpa berbicara sepatah katapun di pelukan Nori.


Terdengar sekali duka yang di rasakan wanita di hadapannya itu begitu dalam oleh Nori. Sesuatu yang buruk sudah di alami wanita yang di cintainya itu.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2