"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"tiga hari setelah itu! "


__ADS_3

Seperti biasa Nicolas Shinoda pagi itu sedang siap siap untuk pergi kuliah. Sebelumnya dia menghubungi orang rumah, seseorang yang dia percayanya di kediaman Shinoda.


Dia mendapatkan kabar bahwa ibunya sudah pergi beberapa hari ini tidak kembali ke kediamannya.


Dia pun bertanya kepada ibunya, tetapi alasan ibunya hanya tinggal sementara di tempat Simeon kakeknya, karena dia harus menjaga kakeknya yang sedang sakit.


Niken sengaja tidak bilang masalah yang terjadi antara dirinya dan Novak agar tidak menganggu kuliah putranya.


Sementara itu di kediaman Simon, Niken melihat ayahnya sekarat.


Dia bergegas membawa Simon ke rumah sakit.


Tapi sayang nyawa Simon sudah tidak bisa di selamatkan.


Hari itu Niken terpaksa harus merelakan orang tua angkatnya, yang memang sudah sakit-sakitan.


Merryssa yang memang sudah renta juga dia sangat terpukul atas kematian suaminya.


Tentu saja kabar duka itu terdengar di seluruh negri itu, termasuk Novak.


Dia bergegas menuju rumah duka yang di mana Simon di rawat sebelumnya.


Niken yang tidak ingin menganggu kuliah putranya pun akhirnya mau tidak mau memberi tau bahwa kakeknya sudah tiada.


Saat itu juga Nicolas terbang ke negara B setelah mendapat kabar dari ibunya.


Rasa duka menyelimuti kediaman Simon Cross. Niken begitu sangat terpukul. Begitu juga dengan Nicolas dan yang lainnya.


Niken yang duduk di hadapan jenazah ayahnya dia menangis dengan pilu.


"Pap, andai saja kamu bisa hidup lebih lama? Niken belum bisa membahagiakan mu!. hikhikhikhik. " Niken terus saja menangis.


Novak yang baru saja tiba di sana melihat itu.


Dia tau betul orang tua ini begitu menyayangi Niken, walau dia bukan putri kandungnya. Niken pasti merasa sangat kehilangan saat itu.


"Nike sayang, aku turut sedih atas meninggalnya ayah mertua. " tapi kamu harus kuat. " ucapnya sambil memeluk Niken.


Di sana terlihat juga Merryssa yang duduk berhadapan dengan Niken, dia juga terlihat sama dengan Niken. matanya sembab karena menangis.


Niken yang tidak ingin Merryssa ibunya tau permasalahan dirinya dengan suaminya, dia berusaha tidak menolak pelukan suaminya. walau dalam hatinya ingin sekali menepis tangan itu.


"Ibu, Novak turut berduka. " sapanya kepada Merryssa.


"Terimakasih nak. " hikhikhik... jawab Merryssa sambil terisak, air matanya terus membasahi wajahnya yang sudah di penuhi kerutan.


Menandakan usianya yang sudah tidak muda lagi.


Niken melepaskan pelukan Novak, dia berdiri menghampiri Merryssa, lalu dia memeluknya dengan erat.


"Mom, maafkan Niken yang belum bisa membahagiakan kalian. " ucapnya lirih.


"tidak nak, kamu sudah memberikan kebahagian kepada kami. " dengan kamu menjadi putri kami itu sudah cukup membuat kami bahagia. Terlebih kamu sudah memberikan cucu untuk kami. " jangan berkata seperti itu. " jawab Merryssa sambil membelai wajah Niken.


Dia dan suaminya memang begitu sangat menyayangi Niken.


Novak hanya menarik napas panjang, dia tau istrinya masih menghindari dirinya.


"Nike sayang, kamu tau aku begitu menderita atas perginya dirimu dari sisiku! " sekarang kamu tidak mengizinkan ku menemanimu di saat sedihmu. " batin Novak sambil menatap istrinya yang memeluk Merryssa.

__ADS_1


Merryssa menatap Novak dengan tatapan kecewa, ternyata dirinya dan suaminya sudah tau permasalahan putrinya yang meninggalkan kediaman Shinoda.


"semoga saja Niken tidak tau, kematian ayahnya karena ada kaitan atas penghianatan suaminya! " batin Merryssa.


Dia memegang wajah Niken, menatap nya dengan penuh penyesalan.


"kasihan kamu nak, penghianatan suamimu selama ini sudah membuat dirimu menderita. dan kamu juga tidak bisa membagi penderitaan mu kepada kami. " karena kamu takut membebani pikiran kami. " batin Merryssa lagi.


Dia kembali memeluk Niken, mengusap punggung Niken dengan penuh kasih sayang.


_________________________________________


Satu hari sebelumnya di ruang kerja kediaman Simon Cross.


"apa! jadi selama ini tuan Shinoda menghianati putri kami? " Simon.


"betul tuan! dan dia pun mempunyai putri dari wanita lain. " orang kepercayaan Simon.


Simon memegang dadanya yang mendadak terasa sakit dan sesak.


"sayang, jaga emosimu. " ujar Merryssa sambil memegang tubuh suaminya.


"teruskan! siapa wanita itu. " Simon.


"dia! " jawab orang itu terhenti sambil menatap Simon dan Merryssa.


"katakan!" bentak Simon.


"dia adalah Jeslyn Aurora! " jawabnya sambil merunduk.


"Deg! " jantung Simon. dia tau betul wanita itu siapa. Simon kaget setengah mati, ternyata dirinya ikut bersalah atas kejadian tersebut.


"semua ini salah ku Bu. Tidak seharusnya dulu kita membantu wanita ini! " ujar Simon, dia pun memegang dadanya, napas nya terengah berat.


"Tuan! " teriak orang kepercayaan.


"sayang! " teriak Merryssa lagi.


Seketika tubuh Simon tersungkur di pangkuan istrinya.


"cepat panggil ambulance! " teriak Merryssa kepada orangnya itu.


"baik nyonya! " orang tersebut pun bergegas memanggil Ambulance.


selang berapa lama, sirine ambulan terdengar di depan halaman kediaman Simon.


Niken yang kala itu sedang duduk di atas balkon rumahnya terkejut.


"Ayah!, Ibu! " teriaknya sambil berlari menuruni tangga.


Pikirannya saat itu sudah melayang kemana-mana, dia berpikir pasti terjadi sesuatu kepada ibu atau ayahnya.


Salah satu orang kepercayaan keluarga Simon bergegas membuka pintu menyilahkan dua orang petugas ambulance untuk masuk dan membawa pasien.


"Pak Tomo ada apa ini? " teriak Niken yang kala itu berpapasan dengan orang kepercayaan di keluarga itu. dia biasa di panggil Tomo.


"Tuan Simon non! " jawabnya sambil berlari ke arah pintu.


"Ayah! " teriak Niken sambil berlari ke ruang kerja ayahnya. karena dia lihat pak Tomo tadi keluar dari sana.

__ADS_1


"Mom! Pap Simon kenapa?" tanya Niken setelah sampai di ruang kerja ayahnya.


Dia melihat Ibu angkatnya sedang memeluk tubuh Simon.


"Nike, " ucap Simon lirih setengah sadar mengangkat tangan ke arah putrinya yang terduduk di sampingnya.


Niken dengan cekatan dia meraih tangan Ayahnya.


"Pap, " jawab Niken dengan perasaan yang tidak karuan.


"Niken putri Ayah, jangan bersedih, kalian harus kuat, jaga ibumu. " ucap Simon terbata, setelah itu tangannya terjatuh lemas dan tidak sadarkan diri.


"Ayah! ayah! " pap sadarlah! Teriak Niken panik.


Di susul oleh teriakan histeris dari Merryssa juga.


"cepat angkat tuan! " teriak pak Tomo yang kala itu sudah sampai di sana bersama dua orang petugas medis.


Salah seorang petugas medis memeriksanya dengan cekatan.


"cepat angkat! " perintah salah seorang tenaga medis tersebut setelah memeriksanya.


Niken dan ibunya berdiri saling peluk.


"Mom, kenapa bisa seperti ini, ku pikir ayah sudah sehat? " tanya Niken kepada ibunya.


"tidak akan terjadi apa-apa sama ayahmu! " jawab Merryssa sambil membelai rambut putrinya.


Kedua tenaga medis pun sudah membawa Simon ke dalam Ambulance.


Merryssa dan pak Tomo menyusul memakai kendaraannya, sedangkan Niken turut bersama di dalam Ambulance tersebut.


Seorang dokter memasang alat bantuan pernapasan di dalam Ambulance.


"Pap, ku mohon sadarlah. jangan tinggalkan Niken dan mom Merry. " ayah harus sehat. " batin Niken. dia tidak bisa membayangkan jika Simon harus meninggalkan dirinya di saat itu.


Sesampainya di rumah sakit, para dokter sibuk dengan membawa Simon ke ruang IGD.


Sedangkan Merryssa dan Niken menunggu di lorong rumah sakit di depan pintu IGD.


Setelah beberapa saat salah satu dokter yang menangani Simon pun keluar dengan membuka pintu.


"Keluarga pasien! " ujar nya.


Niken dan Merryssa bergegas menghampiri dokter itu.


"saya dok! " ucap Niken dan Merryssa bersamaan.


Dokter itu membuka masker.


"saya sudah melakukan yang terbaik, tetapi nyawa pasien sudah tidak bisa di selamatkan. kami turut berduka. " ucapan dokter tersebut membuat tubuh Merryssa tersungkur.


Niken dengan sigap dia menahan tubuh Ibunya.


Air matanya mengalir dengan derasnya.


Pak Tomo juga terduduk dengan lesu, dia tidak menyangka bahwa informasi yang di berikan nya membuat tuannya kehilangan nyawanya akibat serangan jantung yang di alaminya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2