"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"jadi kangen Ibu Niken! "


__ADS_3

sore hari pun sudah tiba, Jesyca yang sedang assik duduk menatap bunga-bunga cery di taman rumah tersebut menjadi terkejut karena suara dari seseorang yang memanggil namanya.


"Jess! " teriaknya. membuat Jesy terkejut dengan orang yang baru saja datang di tempat tersebut.


"kau! " kenapa ada di sini? " ujar Jesy heran, karena orang yang ada di hadapannya itu tidak pernah tau tempat itu.


"pergilah, nanti ayah ku tau kau di sini bisa marah! " ujar Jesyca.


"heemmm, tidak akan! " karena ayahmu sendirilah yang mengundangku ke sini! " jawab orang tersebut yang merupakan Nicolas Shinoda.


"benarkah? "


"heemm, kenapa? kau tak percaya? " jawab Nicolas sambil meloncat duduk di sebelah Jesy yang sedang duduk di sebuah joglo di taman tersebut.


tidak berapa lama Alexandre pun keluar dari dalam rumah, menatap tingkah Nicolas yang so akrab dengan putrinya.


"memang seharusnya mereka saling menyayangi! " batinnya, pandangannya tidak lepas dari dua anak remaja yang duduk di taman tersebut.


"tuan!, apa perlu saya menghabisinya? " tanya Aldo dari belakang.


"siapa yang menyuruhmu berbicara seperti itu Al? " lancang! " jawaban dari Alex membuat Aldo terkejut.


karena tidak biasanya Alexandre membiarkan putrinya di dekatin oleh pria manapun, sekarang malah berbalik 100 derajat.


"ma'af tuan! saya sudah lancang! " jawab Aldo sambil merundukan badannya memohon ampun dari ayah angkatnya itu.


walaupun dia merupakan anak angkat dari Alexandre, tapi prilaku Alexandre kepada dirinya lebih seperti boss kepada anak buahnya.


"Al, awasi mereka berdua, biarkan mereka menjadi akrab, tapi jangan biarkan mereka berpacaran! ingat itu. " imbuhnya sambil menunjuk wajah Aldo, Alexandre pun pergi untuk menyapa kedua remaja itu.


"tuan ini, dia menginginkan keduanya dekat, tetapi tidak membiarkan mereka berpacaran, apa rencana nya? " batin Aldo.


"halo anak-anak ku, bagaimana Jesy? apa kamu suka dia datang ke sini untuk menemani kita malam ini? " tanya Alex yang sekarang sudah berdiri di belakang kedua remaja itu.


"ayah! "


"paman! "


sapa keduanya serentak.


"Nicole apa kabar mu belakangan ini? "


"paman, aku baik, terimakasih sudah mengundang ku ke tempat ini, tempat ini indah jauh dari kota, dan kebisingan. " sungguh tempat yang nyaman. " ujar Nicolas sambil melihat ke sekeliling tempat tersebut.


tempat itu memang jauh dari pemukiman warga, dan kota.


tempatnya memang begitu sunyi, dan asri di tambah pemandangan di taman depan rumah itu banyak di tumbuh bunga-bunga liar nan indah.


di samping rumah tersebut terdapat kolam ikan yang luas, perkebunan anggur dan lapangan berkuda, juga tempat bermain golf pun ada.

__ADS_1


"tidak apa-apa, paman senang mengundangmu ke tempat ini, karena kamu satu-satunya teman baik dari putri paman, paman minta tolong bantu paman menjaganya. " ingatlah kalian adalah sahabat, tidak boleh lebih dari itu. " ujar Alex, seolah memperingatkan keduanya, bahwa mereka tidak boleh lebih dari itu.


"ayah! " teriak Jesy.


"baiklah paman aku mengerti, aku sudah menganggap Jesy sebagai adik ku! "


paman tenang saja. " jawab Nicolas sambil merangkul pundak Jesy.


tapi Jesyca merasa tidak senang, karena itu merupakan pembatasan untuk dirinya, yang boleh dan tidak boleh bergaul dengan siapa yang dia sukai.


"kau bukan kakakku! " pekik Jesy kesal, karena Nicolas mendengarkan perintah ayahnya.


dia pun berdiri dan pergi meninggalkan Nicolas dan ayahnya di taman tersebut, dia memasuki rumah dan membanting pintu karena kesal.


Aldo yang sejak tadi berdiri di dalam rumah dekat pintu masukpun heran dan menatap Jesy yang jengkel.


"paman."


"sudah biarkan saja, dia memang seperti itu dari kecil, mungkin paman terlalu memanjakannya. sekarang temui dia, paman akan pergi ke kota dulu untuk membeli sesuatu, ooh Iyah, kamu ke sini membawa kendaraan bukan, sini biar paman pinjam dulu. " ujar Alex sambil menyodorkan tangannya meminta kunci kontak kendaraan milik Nicolas.


"baiklah, tapi kendaraan paman? " jawab Nicolas sambil melirik kendaraan yang terparkir di samping kendaraannya.


"itu bukan milik paman, tapi milik Aldo. " nanti dia mau pakai katanya. " ujar Alex meyakinkan Nicolas, agar Nicolas meminjamkan kendaraannya.


"ini paman, silahkan. "


"Oowh yah, nanti jangan tunggu paman jika kalian lapar, kalian duluan saja. " ujarnya lagi, sambil pergi meninggalkan Nicolas yang belum sempat menjawab pertanyaan nya.


diapun bergegas memasuki rumah bermaksud untuk menyusul Jesy.


sesampainya di depan pintu, Aldo keluar dari pintu yang sama, merekapun bersitatap satu sama lain.


"apa kau Aldo? " tanya Nicolas.


Aldo tidak menjawab, dia hanya menatap tajam mata Nicolas, setelah itu diapun bergegas meninggalkan Nicolas yang bengong mendapat penyambutan seperti itu dari Aldo.


tanpa menghiraukan sikap Aldo, Nicolas pun bergegas menaiki tangga rumah tersebut.


"Jesy, di mana kamu? " aku mau berbicara ayolah jangan ngambek lagi. " kalo tidak aku pulang nih! " ujar Nicolas sesampainya di lantai dua rumah tersebut.


"ayah mu tidak ada, dia pergi ke kota untuk membeli sesuatu. Jesyy, came on! " jangan kaya anak kecil deh! " Nicolas terus saja mengoceh, dia yang tidak tau letak kamar Jesy pun membuka satu-persatu pintu kamar yang berada di lantai itu.


"aku bukan adik mu! " teriak Jesy dari dalam kamar yang posisinya tepat di samping kamar yang Nicolas buka.


Nicolas pun bergegas menghampiri arah suara Jesy, " buka dulu sebentar! " ayolah. "


Nicolas mengetuk pintu kamar Jesy.


"Jegrek! " suara kunci terbuka.

__ADS_1


Nicolas tersenyum, diapun perlahan membuka handle pintu kamar Jesyca.


"dasar gadis manja! " batin Nicolas.


setelah pintu kamar Jesyca terbuka, Jesyca langsung menarik tangan Nicolas dan menutup kembali pintu kamarnya.


"apa ayahku sudah pergi? " ucapnya berbisik.


Nicolas yang terkejut karena sikapnya Jesyca. dia bukannya menjawab malah menatap wajah gadis itu.


"ada apa denganmu? " tanya Nicolas.


"suuuttt! " Jesy menempelkna telunjuk di bibirnya.


"kamu tau tidak! ayahku sangat aneh sikapnya kepada mu. " tidak seperti biasanya, dia tidak akan pernah mengundang teman ku ke rumah. " tapi sekarang dia malah sengaja mengundang mu tanpa sepengetahuan ku. " ini sungguh aneh! " ujar Jesy setengah berbisik.


"benarkah? " mungkin dia memang menyukai ku. " jawab Nicolas dengan santainya.


"tidak! menurutku ini sangat aneh! "


"aneh bagaimana? aku merasa ini sangat wajar. "


"aahh, sudahlah kamu tidak tau! " ujar Jesy kesal, sambil menepiskan tangannya dan duduk di atas ranjang sambil membelakangi Nicolas.


"Jes, dengarkan aku, ayahmu bersikap seperti itu karena dia begitu menyayangimu, jadi dia mungkin takut anak gadisnya salah bergaul, menurutku itu wajar wajar saja. " ucap Nicolas sambil menghampiri Jesyca.


"ya sudah! terserah apa katamu, tapi menurutku ini sangat aneh. " yah sudah lah jangan di bahas lagi aku malas." bagaimana jika kamu menghubungi Ibu Niken. " aku kangen dengannya. " ujar Jesyca sambil menyedekapkan kedua tangannya di hadapan Nicolas.


Nicolas pun tersenyum melihat kelakuan Jesy yang imut menurutnya.


"andai saja adik ku masih ada, mungkin kelakuan nya tidak berbeda jauh dengan gadis ini, imut. " batin Nicolas, dia yang teringat atas adiknya yang telah terlebih dulu meninggalkan dirinya.


"tolong hubungi dia! " ucapan Jesyca sekali lagi sambil memohon.


"baiklah, tunggu sebentar! " Nicolas pun mengambil handphone nya dan tidak berapa lama suara tersambung dari ponsel nya terdengar.


"hallo sayang, tumben kamu menghubungi Ibu duluan, biasanya Ibu yang menghubungi mu terlebih dulu. " kamu kangen sama Ibu. " Niken.


"hallo bu, bukan aku yang kangen, tapi seseorang yang kangen dengamu." Nicolas.


"jadi kamu tidak kangen sama Ibu? " Niken


"bukan seperti itu bu, tapi ada seseorang yang lebih merindukan Ibu. " Nicolas.


"heemmm, siapa? " Niken.


"sebentar! " Nicolas pun menyerahkan handphone nya kepada Jesyca.


dengan senang hati Jesyca menerima ponsel milik Nicolas, diapun mulai berbicara panjang lebar dengan Niken.

__ADS_1


Nicolas yang melihat itu, dia hanya tersipu sesekali. batinnya terus merindukan adik perempuannya.


Bersambung....


__ADS_2