"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"kamar siapa ini! "


__ADS_3

Dengan hati yang di penuhi kekecewaan Niken berusaha tegar di hadapan Simon dan Merryssa kedua orang tua angkatnya.


Dia tidak ingin keduanya yang sudah sakit-sakitan pun, mendapat kabar yang akan mengejutkan keduanya.


"kenapa tumben malam-malam begini kamu berkunjung Nak? " tanya Simon, walaupun dia senang melihat putri satu-satunya itu mengunjunginya, tetapi dia heran juga karena malam-malam begini.


"Pap, Mom, aku ingin tinggal di sini sementara, belakangan ini Novak selalu sibuk di kantor. jadi aku merasa kesepian, boleh kan Mom, Pap? sekalian aku ingin mengurusi kalian berdua. heemmm. " ucap Niken sambil memeluk keduanya.


Air matanya hampir saja jatuh tak tertahankan. Tetapi beruntunglah kedua orang tuanya tidak memperhatikan itu.


Mereka begitu senang karena putrinya akan sering menemani mereka saat ini.


"Jika suamimu mengizinkannya Ayah dan Ibu pasti akan merasa bahagia. Bukan begitu Yah? "


jawaban Merryssa.


"ini juga rumah mu! tentu saja kamu boleh tinggal disini kapanpun. " jawab Simon.


"Baiklah Mom, Pap mulai sekarang aku akan sering berada si sebelah kalian. " ujar Niken.


Mereka pun saling berbincang satu sama salin dengan hangat di ruang keluarga, di kediaman Simon Cross.


Sedangkan Novak dia masih bingung bagaimana cara membujuk istrinya agar tidak marah lagi padanya, dan mau kembali ke kediaman Shinoda.


________________________________________


Di Negara lain, Jesyca, Nicolas dan Aldo sudah selesai dengan barbeque mereka.


Sedangkan Aldo mendapat telepon dari Alex untuk segera datang menemuinya di suatu tempat.


Sebenarnya Aldo sudah sangat malas meladeni perintah dari ayah angkatnya.


Tetapi dia yang tidak mempunyai siapa pun lagi kecuali ayah angkatnya, dia tidak ada kuasa untuk menolak keinginan ayah angkatnya! terpaksa mengikutinya dengan rasa kesal.


"apa kau akan pergi? " tanya Nikolas kepada Aldo, yang saat itu beranjak berdiri dari duduknya.


"heemmm, aku akan pergi, kalian jangan tertipu dengan apa yang kalian lihat! " sebelum pergi Aldo berbisik kepada Nicolas dengan berkata seperti memperingatkan sesuatu.


Membuat Nicolas mengerinyitkan kedua alisnya.


Setelah mereka mengenal satu sama lain, Aldo dan Nicolas menjadi semakin akrab.


Aldo yang selama ini tidak pernah berteman dengan siapapun, tetapi berbeda sikapnya setelah mengenal Nicolas.


Dia seperi mendapat kehangatan dari teman barunya itu.


Aldo pun bergegas meninggalkan keduanya, sebelumnya dia menatap Jesyca dengan tatapan aneh.


Sedangkan Bu Biana sibuk membereskan semua nya.


"Jesy, aku ingin melihat-lihat rumah mu, apa di rumah mu ini ada ruang baca? " sepertinya aku harus membaca sesuatu, perut ku terasa kenyang sekali. jika aku langsung ke kamar pastinya aku akan tertidur dengan tidak sehat, karena ususku masih belum selesai mencerna semua makanan tadi! " ujar Nicolas.


Dia yang mempunyai kebiasaan sebelum tidur membaca sesuatu pun, mencoba menanyakan hal itu.


"Aku tidak yakin, di sini akan menemukan ruang baca atau buku untuk di baca. " tapi mari kita cari, siapa tau aku salah. " Jawab Jesyca.

__ADS_1


"heemmm, ayo. " mereka berduapun meninggal kan Bu Bian yang sibuk membereskan semuanya.


"Rumah ini terlalu besar, dan banyak pintu ruangan di lantai atas dan bawah! " kita mulai dari lantai dasar. " ujar Jesy.


Mereka pun mulai mencari apa yang di inginkan Nicolas, sebuah buku yang bisa dia baca sebelum tidurnya.


Sedangkan Biana, dia melihat gerak gerik keduanya, setelah itu diapun mengirim pesan kepada tuannya.


"betul katamu, dia mencari buku untuk di bacanya? " sekarang mereka berdua sudah mulai mencari ruang baca. " pesan yang di kirim Biana kepada Alex.


"aku sudah menduganya, karena aku tau kebiasaan Nicolas sebelum tidur, dia pasti akan mencari buku atau sesuatu untuk di bacanya. " apa Aldo sudah pergi dari sana? " balasan pesan dari Alex untuk Biana.


"perkiraan mu memang hebat tuan, Aldo juga sudah pergi dari sini sejak tadi. " Biana.


"baiklah kalo begitu, kamu jangan menganggu mereka. kalo perlu kamu pergi dulu dari rumah itu! " Alex.


"baik tuan. " Biana.


Biana bergegas memasuki sebuah ruangan rahasia di rumah itu.


Sedangkan Nicolas dan Jesyca membuka satu persatu ruangan di lantai bawah.


Mereka masih belum menemukan sebuah buku, sampai ruangan terakhirnya di lantai itu.


"Sepertinya ayah tidak meninggalkan buku apapun Nicole, apa kita harus mencari di lantai atas? " ujar Jesyca yang saat itu menutup pintu terakhirnya di lantai bawah.


"aku masih belum bisa tidur, ayo kita cari di lantai atas. "


"ayo." Jesyca pun menaiki tangga menuju lantai atas di ikuti oleh Nicolas.


Sesampainya di lantai atas. "peesss! " lampu di rumah tersebut tiba-tiba mati.


"entahlah, mungkin sikringnya turun, apa sebaiknya kita cari Bu Biana untuk menanyakan di mana sikring utamanya? " jawab Jesy, dia yang takut akan gelap pun menempel di tangan Nicolas.


"baiklah, kamu tunggu di sini, biar aku cek kebawah. " Jawab Nicolas.


"jangan! aku tidak mau sendirian di sini! "


"hahhah, Jes, kamu takut dengan gelap? "


"jangan bicara lagi, pokonya aku tidak ingin sendirian di atas sini! "


"baiklah. Kalo begitu, ikuti aku. " jawab Nicolas, baru saja dia melangkahkan kakinya untuk menuju tangga.


Nicolas melihat remang cahaya dari sebuah ruangan.


"Seett! " matanya menatap sebuah pintu yang berada di pojok ruangan lantai itu.


"sebentar! sepertinya aku melihat cahaya dari ruangan itu? " ujar Nicolas sambil mengalihkan langkahnya.


Jesyca menatap ruangan tersebut juga, memang benar di sana ada cahaya yang keluar dari celah pintu.


Dengan rasa penasaran merekapun mendekati pintu tersebut.


"Sepertinya ruangan ini, ruangan khusus ayahmu Jes. "

__ADS_1


Jesyca yang penasaran ada apa di ruangan tersebut, kenapa ruangan lain lampunya mati, sedangkan hanya ruangan tersebut yang masih menyala.


"aku tidak perduli, ayo kita cek, kenapa hanya ruangan ini yang lampunya masih menyala! " jawab Jesyca.


"sungguh kamu ingin membuka ruangan ayahmu? "


"sudah ikutin saja aku, toh ayah juga tidak akan tau, sekarang jika dia datang pasti akan terdengar suara kendaraan nya, dan kita bisa bergegas keluar dari ruangannya. " tidak akan ketahuan kan. ayo. "!


Karena rasa penasaran yang di rasakan sama oleh Nicolas, dia pun mengikuti perkataan Jesy.


" hemmm, baiklah, ayo. "


Keduanya pun mengendap mendekati ruangan tersebut.


"Jegrek" Krieeettt! " suara pintu terbuka dengan pelan.


Mereka berdua melihat ruangan tersebut cukup terang oleh beberapa cahaya dari lilin yang menempel di dinding-dinging kamar tersebut.


"pantas saja, ku pikir listrik ternyata hanya beberapa cahaya dari lilin lilin ini" ujar Nicolas.


Tetapi wajah Nicolas terperangah kaget, setelah melihat poto poto yang menempel memenuhi ruangan tersebut.


"ayah! " ibu! " ucapnya.


"ibu! " teriak Jesy juga.


Mereka di kejutkan oleh beberapa poto di ruangan tersebut.


Terlihat poto Novak Shinoda yang di apit oleh poto dua orang wanita.


Nicolas dan Jesyca saling tatap, mereka melihat poto orang tua mereka di pajang di sebuah dinding di ruangan tersebut.


"apa hubungan orang tuaku dengan! "


"dia ibuku! " potong Jesyca.


"apa? " Nicolas terkejut.


Sebenarnya kamar siapa ini, kenapa poto orang tuanya dan ibunya Jesyca di pajang bersamaan di ruangan aneh itu.


"aku tidak mengerti dengan semua ini? " ujar Jesyca.


"Jegrek! " listrik pun menyala seketika.


Ruangan tersebut pun terlihat sangat jelas, di sekeliling ruangan tersebut terlihat benda-benda milik ibunya Jesyca yang di pajang dengan rapih.


Berbagai poto poto masa lalunya Jeslyn ibunya Jesyca dan Novak Shinoda, terlibat jelas yang sengaja di simpan oleh seseorang di ruangan tersebut.


"ayah dan wanita ini ada berhubungan! "


"dia bukan wanita lain, dia Ibuku! " jawab Jesyca yang mendengar Nicolas menyebut wanita yang berada di poto tersebut membentak Nicolas.


"aku tidak mengerti, ada apa ini? " tanya Nicolas.


Dia yang jelas-jelas melihat, ayahnya ada hubungan yang begitu erat dengan wanita selain ibunya pun merasa sangat kecewa.

__ADS_1


Apa lagi dia adalah ibunya Jesyca.


Bersambung....


__ADS_2