"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"satu hari setelah pemakaman! "


__ADS_3

Satu hari berlalu tanpa kehadiran suaminya, Merryssa ibunya Niken masih tidak menyangka bahwa suaminya harus lebih dulu pergi meninggalkan dirinya.


Di kediaman Simon Cross sedang berkabung banyak kiriman karangan bunga bela sungkawa yang berjejer sampai depan pintu gerbang.


Seorang yang misterius mengamati kediaman itu dengan penuh kepuasan.


Dia tersenyum dalam hatinya, merasa puas atas meninggalnya Simon.


"satu persatu orang yang menyayangi mu akan meninggalkan mu! " ini baru permulaan! " ucap seorang misterius itu dalam hati sambil tersenyum sinis.


Nori yang baru saja datang ke kediaman itu melihat orang tersebut yang berdiri tidak jauh dari kediaman Simon.


"Siapa orang itu! sepertinya aku pernah melihatnya? " matanya tidak asing. " batin Nori.


Dia yang melihat orang tersebut berpakaian serba hitam menatap kediaman Simon. Wajahnya memakai masker dia tidak bisa melihat keseluruhan dari wajah orang itu.


Orang tersebut sadar dirinya ada yang memperhatikan, dia pun bergegas meninggalkan tempatnya berdiri.


"tunggu! " teriak Nori sambil membuka kendaraan nya dan memarkir mobil di tengah jalan.


Nori ingin berlari mengejar orang tersebut, tetapi kendaraan di belakang terus saja menekan klakson padanya.


Sehingga dia terpaksa mengurungkan niatnya untuk mengejar orang tadi, dan kembali ke dalam mobilnya.


Di dalam Niken dan Nicolas sedang duduk berhadapan di ruang keluarga sambil memandang album poto kakeknya.


"Nicole sayang, ibu tau kamu begitu kehilangan kakekmu. Mulai sekarang kamu yang harus bertanggung jawab dengan perusahaan. " ujar Niken sambil membelai rambut putranya.


Nicolas tidak menjawab ucapan ibunya, dia menatap poto dirinya yang bersama kakeknya semasa dia kecil.


Dia begitu menyesal tidak bisa melihat untuk yang terakhir kali kakeknya.


Novak yang duduk terpisah dari keduanya di ruang depan melihat Nori yang baru saja memarkirkan kendaraannya.


"Sudah lama aku tidak melihatnya? " kenapa sekarang dia muncul lagi setelah hubungan kami renggang! " gerutunya di hadapan Ken.


Ken tersenyum miring, dia tau betul Nori adalah sahabat Niken dari dulu.


Dia pasti akan datang mengucapkan bela sungkawa kepada Niken.


Tetapi kecemburuan tuannya tidak beralasan.


Nicolas menatap ibunya, matanya sendu dia terbayang kembali poto poto ayahnya dengan ibunya Jesyca.


Nicolas pun memeluk ibunya. Hatinya begitu sangat terluka, di saat bersamaan dia tau ayahnya menghianati ibunya di saat itu pula dia kehilangan kakeknya.


Nicolas paham betul jika sampai ibunya tau perselingkuhan ayahnya, pasti akan sangat terluka pikirnya.


"Ibu, ibu jangan khawatir, aku akan selalu mendengarkan perkataan mu. " ucap Nicolas sambil memeluk ibunya.


Dia bersumpah dalam hatinya akan melindungi ibunya.


"heemmm, baiklah ibu percaya padamu. " tapi sebelum itu kamu selesaikan dulu kuliah mu. " jawab Niken.


"tapi bu, bagai mana perusahaan kakek? ibu bilang tadi? "


"Iyah, perusahaan kakekmu sementara akan di tangani oleh Pak Tomo dan ibu. " potong Niken.

__ADS_1


"sudahlah, jangan memikirkan itu sekarang, kamu temui dulu nenek mu sana. " dari tadi dia tidak mau makan. " ibu khawatir. " ujar Niken.


"heemmm, baiklah bu. " Nicolas pun bergegas mengambil semangkok sop daging berikut nasinya.


Lalu membawanya ke kamar neneknya.


Sedangkan di ruang depan, Nori yang melihat Novak duduk di sana pun menghampiri nya.


"Tuan sudah kama kita tidak bertemu, aku turut berduka! " sapanya.


"heemmm, terimakasih. jawab Novak sedikit sinis.


" di mana istrimu? " tanya Nori.


"dia ada di dalam. " masuk saja. " sekarang Ken yang membantu menjawab pertanyaan untuk tuannya.


"baiklah, aku akan masuk dulu. " ujar Nori sambil berlalu memasuki rumah tersebut.


Sedangkan Niken yang sedari tadi menahan air matanya pun tidak terbendung lagi.


Air matanya terus mengalir membasahi wajahnya. dadanya terasa sesak, orang yang selama ini dia jadikan sandaran di saat dia menangis pun sudah tidak bisa.


Rasa kehilangan ayahnya, dan rasa penyesalan atas suaminya menjadi satu. luka batinnya semakin membesar.


"Nike! aku turut berduka atas ayahmu! " ujar Nori membuat Niken spontan memeluk Nori yang berada di sampingnya.


Nori terkejut mendapat perlakuan seperti itu, dia tau betul, sedekat apapun persahabatan dirinya, Niken tidak pernah melakukan hal tersebut walaupun dia merasa begitu sedih.


"Nike! ada apa dengan mu? " jangan seperti ini, kendalikan emosi mu? " ujar Nori.


Novak yang kala itu memang sudah ada rasa curiga dengan kedatangan Nori mengikutinya dari belakang.


Tentu saja dia melihat semua itu dengan wajah memerah karen marah.


"sudah ku duga, pria itu memanfaatkan keadaan! " batinnya.


Kedua tangannya mengepal, giginya menggereget.


Ken yang tau situasinya tidak akan baik, diapun menarik tangan tuannya untuk menjauh dari sana.


"tuan, kendalikan emosi mu! jika kamu marah saat ini, ini tidak akan menguntungkan sama sekali untuk kita! " bisik Ken.


Novak berusaha melepaskan genggaman tangan Ken, tapi Ken berusaha menahannya.


"jangan lakukan! " bisik Ken lagi.


Novak akhirnya tidak bisa berkutik, dia hanya bisa pasrah menatap istrinya memeluk pria lain.


"sekarang Nyonya lagi terluka, jadi sewajarnya dia membutuhkan seseorang untuk batu sandaran. " tuan, dia masih belum bisa menerima tuan lagi saat ini. bersabarlah. " ujar Ken.


Memang betul juga ucapan Ken, sekarang istrinya sedang sangat kecewa pada dirinya, jadi tidak mungkin juga menangis di pundaknya.


Nicolas yang sudah selesai menyuapi neneknya dia keluar, setelah sampai di pintu dia melihat ayah nya berdiri di depan pintu ruang keluarga yang di mana ibunya berada.


Dengan jelas dia melihat ibunya yang memeluk Nori. dan ayah nya hanya mematung melihat pemandangan tersebut.


"Deg! " hati Nicolas.

__ADS_1


Dia curiga melihat gelagat seperti itu dari keduanya, ibu dan ayahnya memang mereka sedang bertengkar. pikirnya.


"apa ibu sudah tau tentang perselingkuhan itu! " batin nya.


Nicolas mengepal kedua tangannya! dia menjadi begitu sangat marah.


Membayangkan rasa sakit yang ibunya rasakan.


Dia sempat berpikir saat itu juga ingin sekali menanyakan kepada ayahnya perihal poto poto tersebut.


Tetapi keadaan saat itu yang tidak memungkinkan, Nicolas menahan diri.


Dia memejamkan matanya, menahan emosi.


"ayah!" sapanya dengan bibir tergetar.


"Nicole! " jawab nya gugup.


Novak lalu menarik tangan Nicolas menjauh dari ruangan tersebut, dia tidak ingin putranya melihat ibunya memeluk pria lain.


Pikirnya, entah apa yang akan di pikiran oleh putranya nanti jika melihat semua itu.


Padahal putranya sudah melihatnya, hanya dia berpura-pura diam agar tidak merusak suasana berduka di rumah itu.


Nicolas dengan patuh mengikuti ayahnya.


"Nicole putra ayah, kamu harus menjaga ibumu, saat ini ibumu sedang sangat berduka. " ujar nya sambil menggandeng pundak putranya.


"memang ayah tidak bisa menjaga ibu? " pertanyaan Nicolas seolah-olah sengaja ingin menyinggung ayahnya.


"saat ini ayah sangat sibuk di kantor. Jadi tanggung jawab ini ayah serahkan sementara padamu. " nanti ayah akan kesini lagi setelah urusan kantor selesai. " ujar Novak.


"sampai kapan kalian akan menutupi masalah ini dariku! " batin Nicolas.


Dia tau, ayah dan ibunya sengaja menutupi semua ini darinya.


"hey, kok malah bengong, dengar ayah bukan? " tanya Novak lagi, yang melihat Nicolas putranya tidak menjawabnya.


Nicolas hanya mengangguk.


"baiklah, ayah akan pergi dulu. " jaga ibumu dan nenek mu. "


Nicolas lagi-lagi hanya mengangguk.


Setelah itu Novak pun pergi tanpa berpamitan kepada istrinya dan Merryssa.


Ken ikut serta bersamanya, dia seperti biasa menyetir kendaraan sedangkan Novak duduk di samping Ken.


"apa dia sudah benar-benar menginginkan perpisahan! " dia seharusnya mendengarkan dulu penjelasan dariku! " batin Novak.


***Bersambung...


Hai readers mohon dukungannya, dengan cara melike koment vote, ratenya yah.


jangan lupa kasih hadiah juga.


terimaksih, satu dukungan dari kalian snagat berarti untuk author***..

__ADS_1


__ADS_2