"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"satu tahun berlalu! "


__ADS_3

Setelah banyak kejadian belakangan ini, Nicolas yang sudah tau kedua orang tuanya tidak mungkin bisa bersatu kembali.


Dia berusaha untuk tidak berbuat berat sebelah kepada keduanya.


Sebentar lagi masa kuliahnya akan berakhir, dia akan lulus dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan.


Tanggung jawab yang besar sedang menunggunya.


Sebagai seorang pewaris di keluarga Simon dan Shinoda, dia berusaha untuk menjalankan tanggung jawab yang semestinya.


Nicolas lebih memilih perusahaan ibunya saat ini, yaitu yang di wariskan kakeknya Simon Cross.


Tetapi tentu saja ayahnya Novak Shinoda pun menginginkan putranya mengelola perusahaan juga.


Di sisi lain, dia ingin menuruti kemauan ibunya, tapi di sisi lain dia juga tidak bisa menolak keinginan ayahnya.


Akhirnya dua perusahaan besar di negara B, akan menjadi tanggung jawabnya.


Di negara berbeda, seorang wanita cantik sedang berbincang dengannya.


Tiada lain dia adalah Jesyca.


"Nicole, sebenarnya aku ingin sekali menetap di negara B." tapi ayahku tidak mengijinkannya. " aku sangat sedih beberapa bulan lagi kita tidak akan sering bersama! " ujar Jesy, dia yang sedang duduk di samping Nicolas di sebuah Cafe.


"tenang saja, aku akan sering mengunjungi mu di sini. " dan juga setelah sekian lama kamu menganggap ibumu sudah tiada, tapi ternyata ibumu masih hidup sampai sekarang. jadi kamu jangan meninggalkannya. " jawab Nicolas.


Beberapa saat sebelumnya, Nicolas mendapatkan kabar bahwa ibunya Jesyca yaitu Jeslyn Aurora ternyata masih hidup.


"tapi Nicole, aku belakangan sering merasa aneh tentang ibuku! " kenapa setiap aku melihatnya, dia seolah orang lain? " ujar Jesy kembali.


"maksudmu? " tanya Nicole heran.


"hem, aku tau dia memang ibuku, tapi aku merasa seolah dia bukan ibuku! " hati ku terasa dingin melihatnya. "


"dia ibumu, hanya saja mungkin karena kamu dulu sudah menganggap dirinya tiada makanya setelah melihatnya lagi, kamu merasa sangat berbeda. " jangan berpikir yang bukan-bukan. " jawab Nicolas.


"jelas sangat berbeda Nicole. Kamu tidak tau ibuku, dia orang yang tidak pandai memasak. tetapi sekarang jadi sangat pandai memasak. " aku seolah merasa, dia adalah orang asing. " ujar Jesy.


Dia pun sambil menatap jauh, membayangkan ibunya yang dulu dengan ibunya yang sekarang.


Nicolas pun melihat sorot mata dari Jesy yang begitu kosong.


Seolah dia melihat ketidak nyamanan Jesy bersama dengan ibunya sekarang.


"aneh, kenapa wajahnya begitu sedih. padahal seharusnya dia merasa bahagia karena ibunya tidak meninggal dalam kecelakaan itu." batin Nicolas.


"Jes, mungkin kamu belum terbiasa lagi dengan ibumu setelah beberapa tahun kamu kehilangan nya, coba kamu lebih mendekatkan diri lagi dengannya. " bisa di katakan kamu harus melakukan dengan kebiasaan mu dulu bersama ibumu, sebelum terjadi kecelakaan itu. "


Jesy menatap Nicolas.

__ADS_1


"sudah ku coba, tapi. Kenapa sekarang ibuku seolah bersikap dingin dengan ku. pelukannya, senyumannya, cara bicaranya dengan ku juga sangat berbeda ku rasakan. hambar! " jawab Jesyca lagi.


Sambil tak terasa dia meneteskan air bening dari kelopak matanya.


"aneh! " ujar Nicolas, diapun memeluk tubuh Jesyca dan mengelus rambutnya dengan lembut.


Mereka yang duduk bersebelahan di bar cafe tersebut.


"hikhikhik, aku sebenarnya begitu merindukan ibu, tetapi setelah ibuku kembali aku malah merasa dia orang lain. " aku benar-benar merasa bersalah Nic! " ujarnya, dia yang berada di pelukan Nicolas pun, mencoba meluapkan kesedihannya. menangis sesegukan.


Jesyca merasa, dia telah mengecewakan ibunya dengan mempunyai perasaan seperti itu.


"kamu tidak bersalah, sekarang cobalah perbaiki lagi hubungan itu Jes. " kasihan ibumu."


"hem, aku akan mencobanya. " jawab Jesyca.


Nicolas pun tersenyum penuh kelembutan.


"Hanya kamu satu-satunya orang yang bisa aku ajak bicara dan mengerti aku Nic! dan hanya dengan kamulah ayah ku mengijinkan aku mempunyai teman." ujar Jesyca.


Kehidupan nya berbeda semenjak kenal Nicolas, Ayahnya hanya mengijinkan dirinya pergi jika bersama Nicolas.


"Hai kalian! " pagi-pagi sudah berada di sini? " juga kenapa tidak memberi tahu ku jika kalian mau datang! " ucapan dari seseorang di depan bartender mengejutkan Nicolas yang sedang memeluk Jesy.


Jesyca pun melepaskan pelukannya dengan Nicolas.


"hem, kami sengaja ingin memberi kejutan padamu. " jawaban Nicolas kepada pria yang baru saja bicara dengannya.


ternyata pria itu adalah Aldo. orang kepercayaan nya ayah Jesyca, sekaligus anak angkatnya dan juga pemilik dari Cafe tersebut.


Mereka jadi sangat akrab belakangan ini, Aldo, Nicolas dan Jesyca menjadi teman yang saling mendukung satu sama lain.


"heem, hari ini memang agak sepi pengunjung, ku rasa gara-gara ada Cafe baru di sebrang sana. " jawab Aldo sambil menarik napas dan menunjuk ke sebarang jalanan.


Memang terlihat di sebrang ada sebuah Cafe yang baru saja di buka. dan terlihat rame oleh pengunjung.


Para pengunjung lebih tertarik dengan Cafe baru, karena harga yang di tawarkan jauh lebih murah di banding Cafe milik Aldo.


"Tenang saja, para pengunjung hanya tertarik dengan discount yang tertulis, itu tidak akan bertahan lama."


"hemm, aku harap juga begitu. " jawab Aldo.


"kamu harus percaya, tidak semua pelanggan menyukai hal baru, jika dia sudah terlanjur suka dengan pelayanan dan menu di Cafe ini, mereka pasti tidak akan mau mencoba coba dengan yang baru. kamu lihat lah 3 pengunjung yang baru datang itu. " ujar Jesyca.


Dia sambil menunjuk ke arah 3 wanita muda yang baru saja datang.


"betul, tiga wanita itu memang sering datang ke sini! " sebentar ya, aku akan melayani mereka dulu. " jawab Aldo, dia pun berjalan menuju tiga wanita muda itu.


Sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Jesy.

__ADS_1


Nicolas tersenyum, dia senang sekarang sikap Aldo tidak seperti awal-awal mereka jumpa.


Walaupun memang dengan orang yang baru di kenalnya dia tetap terlihat dingin.


"Jes, lihatlah! dengan sikapnya yang dingin kaya begitu, dia mau melayani ketiga gadis itu! aku rasa ini tidak akan baik Jesy? '


Jesyca menatap Aldo.


" betul! hey! sini. " panggil Jesyca kepada salah seorang pelayan Cafe di situ.


"Iyah non! " jawab pelayan tersebut kepada Jesyca.


"kamu lihat itu, tuanmu sedang membuat bencana, sebaiknya kamu yang melayani gadis-gadis itu. " sana! " suruh tuanmu untuk kembali kesini. cepat! "


perintah Jesyca.


Pelayan tersebut bergegas menuju table tiga gadis itu, sedangan Aldo dia sudah berdiri di hadapan tiga gadis itu.


"selamat siang nona nona cantik, ada yang bisa saya bantu? " ujar Aldo.


Sungguh di luar dugaan dua orang sahabatnya.


Mereka pun saling tatap aneh.


"Nic, apa aku tidak salah dengar? " Al menyapa gadis gadis itu sambil tersenyum.


"hem, aku melihatnya, sejak kapan dia jadi so imut kaya gitu! " jawab Nicolas sambil tersenyum menyeringai.


Mereka yang tahu betul dengan sikap Aldo yang begitu dingin kepada siapapun, saat itu dia malah tersenyum ramah kepada para gadis di hadapannya.


3 gadis itu malah menatap Aldo dengan saling melempar senyuman.


"Tuan, biar saya saja. " potong seorang pelayan yang tadi di suruh untuk menggantikan Aldo.


"tunggu! " potong salah seorang gadis itu, dia menghentikan langkah Aldo setelah seorang pelayan ingin menggantikannya.


Sepertinya gadis itu tidak rela jika Aldo pergi begitu saja.


"Iyah nona nona! " jawab Aldo, wajahnya berubah datar.


Membuat gadis itu sedikit merungut dan terduduk kembali.


"tidak! bukan apa-apa. " hanya ingin tau namamu? " ujarnya memberanikan diri bertanya.


"nona dia adalah pemilik Cafe ini! " jawab pelayan nya Aldo, dia yang paham akan sikap Aldo yang seperti itu, pasti karena tidak suka jika ada seseorang yang menanganinya dirinya.


Bersambung...


***Hai readers mohon dukungannya, dengan cara melike koment vote, ratenya yah.

__ADS_1


jangan lupa kasih hadiah juga.


terimaksih, satu dukungan dari kalian sangat berarti untuk author****..


__ADS_2