"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"menginap! "


__ADS_3

"ooh Iyah Jess, bolehkah aku menginap di sini untuk beberapa malam? "


Tanya Syam kepada Jeslyn palsu.


Jeslyn dan Alex saling tatap, Alex pun tersenyum tidak ingin membuat kedua orang di hadapannya merasa curiga.


"Dengan senang hati tuan Syam, silahkan anggap saja ini rumah mu. " yang menjawab Alex.


Lalu Alex menatap wanita yang berdiri di belakang Syam.


Syam pun langsung mengenalkan Michel sebagai asisten pribadinya.


"Oowh Iyah, saya hampir lupa, kenalkan dia adalah asisten pribadi saya tuan Alex. " ujar Syam sambil memberi kode kepada Michel untuk berjabat tangan kepada Alex dan Jeslyn.


Michel pun maju beberapa langkah berhadapan dengan Alex sambil menundukkan badannya dan menyodorka tangannya kepada Alex dan Jeslyn palsu.


Tatapan Alex kepada Michel seolah menaruh perhatian.


Walaupun wajah dari Michel sudah berubah, tetap saja sorot matanya yang cantik membuat Alex mengingat seseorang.


"kenapa mata itu sepertinya aku kenal? " batin Alex.


Michel yang mendapat perhatian tidak wajar dari Alex pun tersenyum sedikit menggoda pria itu.


"sudah pasti kau akan tidak asing denga mata ini Alexandre Achille! " batin Michel.


Waktu berlalu, Nicolas yang mendapat undangan makan malam di rumah kediaman Achille pun dia sudah tiba.


Jesyca berlari menuruni tangga, Michel melihat wajah putri yang selama ini dia urus nya dengan penuh kasih sayang.


"Jesy, !


batin Michel.


Jesyca menatap kedua tamu ayahnya, lalu dia menghampiri ke empat nya.


" Ayah, ibu, siapa mereka? " tanya Jesyca.


Syam langsung berdiri menatap lekat wajah Jesyca, dia teringat sewaktu gadis itu kecil, dia sering mengajaknya bermain. tentu saja itu sebelum Jeslyn menikahi Alexandre.


"Jesyca, apa kamu tidak mengenali om? " ujar Syam.


"siapa? " tanya Jesyca sambil menatap ibu Jeslyn palsu.


"dia adalah teman ibu. " jawab Jeslyn palsu singkat.


"kamu tidak ingat, sewaktu kamu kecil kamu sering bermain dengan om! " ujar Syam.


"benarkah? " jadi om ini. "


"Iyah! " jawab Syam sambil merentangkan kedua tangannya untuk bisa memeluk Jesyca.


Jesyca tau apa yang di maksud oleh Syam, dia pun bergegas menghampiri Syam, memeluk badan Syam dengan penuh kemanjaan.


Syam mencubit hidung Jesyca, beralih ke kedua pipinya.

__ADS_1


"kamu sudah besar. " Jes, dia mirip seperti dirimu lihatlah matanya? " ujar Syam sambil menatap wajah Jeslyn palsu.


Sontak membuat Michel terpaku menatap bergantian wajah Jeslyn dan Jesyca.


"tuan! " sapa seorang pemuda yang baru saja datang.


Semua orang yang berada di sana teralihkan dengan suara tersebut.


Syam dan Michel saling tatap setelah melihat pemuda yang baru saja datang.


"Nicolas kamu sudah datang? " Jesyca yang melihat sahabatnya langsung melepas pelukan dari Syam dan menghampiri Nicolas.


Nicolas menundukkan badannya kepada ke empatny, tanda memberi hormat kepada orang yang lebih tua dari nya.


Michel yang tidak tau bahwa anak muda yang berdiri di hadapannya itu adalah putra Novak Shinoda.


Alex berdiri mengajak semuanya ke meja makan.


"Baiklah, sekarang semuanya ada di sini, Nicole perkenalkan ini adlaah tuan Syam teman dari ibunya Jesyca. " ujar Alex.


Nicolas sesaat dia menatap Syam, dia dari awal tau bahwa orang tersebut adalah sahabat dari nyonya Jeslyn. yang tadi dia lihat dari internet.


Dengan berpura-pura tidak mengenal nya Nicolas pun menyodorkan tangannya sambil sedikit merundukan badan di hadapan Syam.


"Nicolas! " ujarnya memperkenalkan namanya ke hadapan Syam.


Syam pun tersenyum ramah sambil menyebut nama dan menjabatan tangan Nicolas.


"sepertinya aku pernah mengenal anak muda ini? " tapi di mana? " batin Syam.


Jeslyn pun mengajak semuanya duduk di meja makan, untuk ritual makan malam.


Seorang pelayan di minta Jeslyn palsu untuk mengantar Michel ke toilet.


Sesampainya di lorong depan toilet, Michel memegang tangan seorang pelayan tersebut.


"Merry! " bisik Michel.


Pelayan yang bernama Merry pun sangat terkejut, karena orang tersebut mengenal namanya.


"suuutt! " jangan berisik, aku Michel teman kakakmu. " ujar Michel sambil menempelkan telunjuk di bibirnya.


Mereka berduapun celangak celinguk takut takut ada yang memperhatikan mereka.


"jangan takut, sebentar lagi aku akan mengeluarkan mu dari tempat ini! " bersabarlah, nanti malam temui aku di kamar tamu. " Ujar Michel.


Merry pun mengamggukan kepalanya pelan.


"Kamu kembalilah melayani mereka, jangan sampai mereka curiga! " ujar Michel.


Lagi-lagi Merry hanya menganggukan kepalanya dan berbalik jalan ke ruangan meja makan.


"siapa nyonya ini,? " dia bilang kenalan kakak ku, apa dia yakin bisa mengeluarkan ku dari tempat ini?, jika benar orang ini bukan sekedar asisten dari tuan Syam. " batin Merry.


Semua orang di meja makan assik dengan pemikirannya sendiri sendiri.

__ADS_1


"tuan Syam, aku harus mengenal dia lebih jauh! " batin Nicolas sambil menatap Syam, yang lagi asyik juga dengan makanan dan pemikirannya sendiri.


"Alexandre Achille! kau sudah membuat Jeslyn ku menderita, Siap-siap kau mendapatkan balasannya dari kami! " batin Syam.


"semoga orang ini tidak menaruh curiga dengan ku! " batin Jeslyn.


"aku sepertinya harus hati-hati dengan dua orang ini? " jika dia berada di pihak ku, itu akan lebih bagus. " jika tidak lebih baik aku melenyapkannya seperti Jeslyn! " batin Alex.


Semuanya tidak ada yang bersuara, hanya suara sendok dan garpu yang terdengar, pemikiran mereka masing-masing yang berbicara.


Sedangkan Michel yang tidak ikut makan malam dia mencoba mencari keberadaan Aldo.


Di samping kediaman Achille ada sebuah bangunan yang khusus di buatkan untuk para pelayannya, Michel berjalan dengan tidak asing ke tempat tersebut.


Dia tau, walaupun Aldo di adopsi oleh Alex, tetapi dia tidak di perlakukan layaknya seorang putra. tetapi lebih kepada seorang pelayan, Michel tau dulu sewaktu dirinya menjadi nyonya di rumah tersebut.


Dia melihat Aldo tinggal bersama para pelayan di bangunan itu.


Michel berjalan bergegas ke arah bangunan itu, dia mencari keberadaannya putranya.


Sayang di sayangkan, orang yang di carinya sedang tidak berada di sana. alhasil Michel tidak bisa menemukan Aldo.


Alex yang melihat asisten pribadinya Syam belum juga kembali, dia terus saja melihat ke arah lorong toilet.


"Tuan Alex, tidka usah pikiran asisten ku, dia memang sedikit aneh. dia tidak akan mau untuk makan satu meja dengan tuannya! " ujar Syam.


Alex pun mengangguk.


"Merry! " kau antarkan makan malam ke kamar tamu, dan antarkan juga asisten tuan Syam ke kamarnya! " titah nya kepada Merry.


"siap tuan. "


Merry pun bergegas berjalan ke arah lorong toilet yang di mana dia tadi mengantarkan Michel.


Michel yang tidak menemukan Aldo di gedung sebelahpun, dia bergegas kembali ke toilet.


"nyonya! tuan Alex menyuruhku untuk mengantarkan mu ke kamar tamu. " ujar Merry sambil menatap Michel yang baru saja masuk dari arah bangunan gedung pelayan.


"Baiklah, ayo! " ujar Michel.


"Nyonya, apa ada yang Anda cari? " tanya Merry.


Michel terdiam sejenak, dia pun menatap Merry.


"Mer, apa kau melihat putra angkatnya Alex? " akhirnya Michel pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Merry.


"ooh, tuan Aldo! dia sudah tidak tinggal di sini nyonya! " dia sekarang membuka cafe, mungkin dia tinggal di Cafenya sana. " ujar Merry.


"benarkah? "


Michel pun sedikit lega, putranya tidak seharusnya memang tinggal di ruamah itu.


"Berikan alamat Cafenya padaku! " pinta Michel.


"baiklah nyonya, silahkan anda ikut saya dulu ke kamar tamu. " aku akan membawakan makan malam nyonya ke sana. " ujar Merry.

__ADS_1


"kenapa aku seperti sudah mengenal nyonya ini dengan lama. " batin Merry, dia sambil berjalan menunjukan kamar tamu kepada Michel.


Bersambung...


__ADS_2