
hari itu cuaca sangat panas, Nicolas sedang duduk di taman kampus sambil membaca sebuah buku yang dia pinjam dari perpustakaan.
tiba-tiba dia teringat tentang Jesyca sudah beberapa hari anak itu tidak masuk kampus, tidak ada yang tau dia menghilang kemana.
"tumben anak itu tidak memberi kabar sudah beberapa hari ini, apa dia sakit? " Batin Nicolas diapun menjadi khawatir.
Dia yang heran dengan sikap Jesyca yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar pun kepikiran.
"apa aku sebaiknya mengunjungi rumahnya? " aakhh tidak! aku akan tidak sanggup menahan emosiku karena ibunya! " Nicolas tadinya ingin mengunjungi kediaman Achille tapi sesaat dia teringat.
Ibunya Jesyca, yaitu Jaslyn telah membuat kedua orang tuanya berpisah.
"hey Nic! ada apa denganmu? " suara dan tepukan seseorang membuat Nicolas terkejut.
"kalian! "
"lagi, untuk apa kau bengong sendiri di taman kaya perawan aja! " ujar 2 orang temannya tadi.
mereka Jimy dan Tobi, mereka mengambil jurusan yang sama dengan Nicolas.
Nicolas garuk-garuk kepala yang berasa tidak terasa gatal.
"sebentar lagi Clas akan di mulai, ayo kita masuk! " ajak Jimy.
"heemmm ayo! "
dengan tidak banyak basa-basi merek pun berlalu meninggal kan taman tersebut menuju sebuah rungan Celas yang sebenar lagi pengajaran akan segera di mulai oleh salah satu dosen di universitas tersebut.
sedangkan di kediaman Achille, Jesyca yang masih terkurung di dalam kamarnya berteriak-teriak meminta di bukakan pintu oleh ayah atau ibunya.
saat itu, seseorang mendobrak pintu kamar Jesyca.
"Brukkk! " sesaat pintu itu tidak mau terbuka.
"Jess! tunggu sebentar aku akan mencari cara membukakan kuncinya! " teriak seseorang dari luar pintu kamarnya.
"wajah Jesyca langsung semberingah "
"All! kau kah itu? '
Dia yang mendengar suara familiar itu adalah suara Aldo.
" Iyah ini aku! " tunggu sebentar. "
"heemm baiklah. hati-hati. "
dengan keahliannya, Aldo mengambil sebuah kawat yang di masukan ke lubang kunci.
seorang pelayan yang di percayakan untuk menjaga Jesyca histeris.
" tuan muda Al, jangan lakukan ini, nanti tuan Alex bisa marah besar! " Teriak nya mencoba memperingatkan Aldo.
"bilang saja aku yang membukakan pintu ini. " kamu tidak usah takut, paling jika ayah harus marah, pasti hanya aku yang akan di marahi! "
"tapi tuan! "
__ADS_1
"sudahlah, kau bilang Ayah angkat sedang berkunjung ke negara B bukan? "
"betul tuan. "
"ya sudah, siapkan makanan sana aku lapar! " pinta Aldo kepada pelayan itu.
pelayan tersebut pun beranjak meninggalkan Aldo menuju dapur, untuk mengambil makanan yang akan di berikan nya kepada Aldo.
"*aku tau, tuan muda Al di perlakukan dengan tidak adil oleh tuan Alex. walaupun begitu, tuan kelihatannya orang yang sangat di percaya. " jadi tuan Alex mana mungkin menyakiti tuan muda Al. "
"apa sih yang di pikirkan ku? " batin seorang pelayan tadi.
sedangkan di lantai atas, Aldo sudah berhasil membobol kunci kamar Jesyca.
"ada apa dengan mu? kenapa kamu di kurung di sini? '
" panjang ceritanya, ayo kita harus bertemu dengan Nicolas. "
dengan tergesa-gesa Jesyca mengambil sebuah tas tengteng nya dan keluar dari ruangan tersebut.
Aldo mengikuti nya dari belakang.
"memang ayah dan ibu pergi kemana? tanya Jesyca kepada Aldo.
" kata Mery dia sedang berangkat ke negara B bersama-sama dengan ibumu! " ujar Al.
Mery adalah merupakan pelayan tadi.
"apa! " kenapa ibu bisa tidak bilang-bilang padaku! " jawab Jesyca.
"heemmm, biaklah."
mereka berdua pun seperti tidak ada takutnya oleh ayah mereka yang begitu Fosesive.
begitulah jiwa anak muda.
berdua berlari ke arah kendaraan Al, sementara Jesyca masuk ke dari samping penumpang, Aldo masuk dari samping setir.
Mery yang sudah selesai menyiapkan makanan untuk Aldo pun terkejut karena melihat keduanya sudah berada di halaman parkir dan sudah menaiki kendaraan.
"Tuan, Nona! " kalian tidak boleh pergi, tunggu! "
Mery menjatuhkan nampan berisi makanan yang akan di berikan kepada Aldo tadi, dia berlari mengejar keduanya.
"mati aku! " bagaimana ini! " apa aku selamanya akan menjadi bulan bulanan tuan Alex! kak tolong selamatkan aku dari manusia ini aku sudah tidak tahan. " Batin Mery.
Mery Clarissa, dia adalah adik dari Dokter Lauren Clarissa.
Dia di jadikan budak oleh keluarga Achille karena suatu permasalah. Mery Clarissa tadinya akan di jadikan istri oleh Alexandre.
tetapi entah bagaimana tiba-tiba Alex menolak itu, dan karena hutang keluarga Lauren terpaksa membuat Mery Clarissa di jadikan budak untuk mengabdi dengan, mau tidak mau, kepada keluarga Achille.
Mery Clarissa sudah menjadi milik keluarga Achille, yaitu sebagai budak.
dan jika ingin mengambil kembali lagi Merry, tentunya keluarga Lauren harus membayar melunasi semua hutang keluarganya.
__ADS_1
_______________________________________________
di sebuah sebrang salon kecantikan seorang wanita sedang memperhatikan Syam.
Syam merupakan pemilik salon kecantikan tersebut yang di beri nama salon Aurora.
Syam seorang pria yang sifatnya kemayu lemah lembut seperti perempuan. dia terlihat keras di luar tetapi dalam hatinya seperti wanita lembut dan baik hati.
wanita yang memperhatikan salon tersebut, memberanikan diri untuk masuk ke dalam.
"Selamat datang selamat sore Nyonya? " sambutan ramah dari seorang Syam.
setelah salah satu pegawai nya membukakan pintu untuk Nyonya tersebut.
"selamat sore, MR.Syam. apa kabar?" perkenalkan saya Michel Clarissa, teman saya merekomendasikan tepat ini kepada saya. "
"OMG, selamat datang silahkan duduk, apa ada yang bisa saya bantu untuk mu Nyonya, terimakasih sudah mengunjungi salon Aurora. "
ternyata wanita itu adalah Michel Clarissa, wanita yang di rubah wajahnya oleh dokter Lauren Clarissa, yang di jadikan saudarinya.
"MR.Syam, kedatangan saya kesini bukan cuman kebetulan, tetapi saya ingin meminta bantuan anda. bisa kita berbicara secara pribadi berdua? " tanya Michel yang langsung tutup point.
Syam langsung melongo. dia di buat jadi penasaran dengan wanita di hadapannya.
dan tidak menjawab sepatah katapun, hanya pikirannya yang berbicara sendiri.
"MR.Syam. anda tidak usah takut, apa kau mengenal Jeslyn Aurora? " tanya Michel lagi, membuat Syam tertarik akan pembicaraan yang akan di sampaikan nanti.
nama itu sudah lama tidak ia dengarnya.
"Baiklah, tunggu sebentar kita akan berbicara di luar. "
"baiklah saya menunggu di luar. " jawab Michel sekalian dia beranjak keluar dari salon itu menuju kendaraannya.
sedangkan Syam dia bersiap-siap.
di sebuah Restauran, Alex, dan Novak sedang membuat kesepakatan bisnis mereka.
Novak menandatangani surat perjanjian kerjasama perusahaan mereka di bidang otomotif.
sedangkan Alex tersenyum penuh arti menatap Novak Shinoda.
"Tuan Shinoda, apa saya dan istri saya boleh mengunjungi kediaman tuan?" ucap Alex.
"istri? " bukannya? " tanya Novak heran, karena setahu dia istri Alex sudah lama meninggal.
"Betul tuan, saya berpikir juga seperti itu, panjang ceritanya. " jawab Alex.
Novak yang memang penasaran dengan istrinya Alex pun menyetujuinya.
"silahkan datang di akhir pekan ini. " jawab Novak singkat.
mereka pun mengakhiri pertemuan mereka, dan Novak pamit pergi meninggalkan Alex yang masih duduk di sana.
sepasang mata sedang memperhatikan wajah dari Novak Shinoda dari table lain yang berada sama di Restoran tersebut, diapun memperhatikan Ken, yang selalu berdiri tidak jauh dari belakang Novak berdiri atau duduk.
__ADS_1
Bersambung.....