"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"dia adik ku!


__ADS_3

Selidik demi selidik, Nicolas yang terus menyelidiki keluarga Alexandre dia mendapat jawaban, ternyata memang betul Jesyca adalah adiknya.


Will yang di tugaskan menyelidiki tentang keluarga Alexandre Achille dia mendapat petunjuk bahwa memang betul Jeslyn sebelum menikah dengan Alex dia sedang mengandung.


Jadi Will berbicara kepada Nicolas ada kemungkinan Jesyca adalah adik perempuan nya berbeda ibu.


"dia benar-benar adik ku will! " ucap lirih Nicolas.


"Ayah! kau telah menyembunyikan hal sepenting ini dengan kami! " batin Nicolas.


"kenapa ayah menikahi ibu? jika kalian masih saling mencintai! " pikir Nicolas, dia yang tau dari Will bahwa ayahnya dan nyonya Jeslyn pernah menjalin hubungan sebelum ayahnya menikahi ibunya.


Dan di pikir Nicolas, ayah nya dan Nyonya Jeslyn masih saling mencintai di saat itu.


Kesalah pahaman ini akan terus berlanjut, sedangkan Novak sendiri dia masih belum percaya dengan hasil tes DNA yang di lakukan oleh Alex. Dia tidak mau mengakui Jesyca itu putrinya.


Sedangkan di sisi lain, Jeslyn yang asli tidak ingin mengungkap ayah kandung dari putranya. Dia lebih memilih orang lain sebagai ayah dari putra nya. Dia tidak ingin melukai hati sahabatnya yaitu Niken.


Satu kesalahan dulu atas ke ego an nya dia telah menjebak Novak Shinoda sampai dia mengandung dan terusir dari negaranya.


Syam duduk di hadapan Michel dia bertanya tentang alasan mengapa Jillan yang menjadi ayah dari putra nya, jelas-jelas Syam tau kalo Novak lah ayah dari Aldo.


"asal kamu tau Syam, penyesalan ku selama ini karena kesalahan itu masih terus menghantui ku!" dulu aku memang egois, tetapi aku sudah lama menyadari kesalahan ku! " ujar Michel alias Jeslyn asli.


"Tapi Jes, kamu seharusnya tidak mengorbankan putramu! " biarkan


lah dia tau ayahnya. " jawab Syam dia sedikit tidak setuju dengan ucapan atau rencana Michel.


"jangan tanyakan lagi, cukup Syam! biarkan lah dia menganggap Jillan sebagai ayahnya. aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada putraku! "


"tapi Alex? " dia tau siapa Aldo, dia akan membocorkan itu. " ujar Syam.


"tidak! dia tidak akan mungkin membocorkan hal tersebut, dia akan memberikan Jesyca sebagai putri Novak, karena aku tau betul rencana mereka. " jawab Michel.


Syam pun mengangguk pelan, dia walaupun tidak setuju dengan perkataan sahabat nya itu lebih memilih mengalah.


"Jillan, dia tidak pantas menjadi ayah dari putraku! " tapi aku terpaksa menggunakan namamu, akhirnya kamu berguna juga untuk ku Jill! " batin Michel alias Jeslyn.


Sedangkan Aldo, dia seperti biasa sedang menjalankan bisnisnya di Cafe miliknya.


Aldo cukup bahagia dengan menemukan ibu kandungnya, sekarang hidup nya jadi mempunyai tujuan yaitu dengan membahagiakan ibunya, dia ingin hidup damai dengan ibunya berdua di suatu tempat, menghindari semua permasalahan dengan Alex.


Tadinya dia ingin membalas semua kejahatan Alex kepada dirinya dan ibunya, tetapi dia berpikir hidup damai dan melupakan dendam akan lebih baik.


Berbeda dengan Michel ibunya, dia yang ingin membalas semua perlakuan Alex, terlebih dia mempunyai tugas yang begitu besar, dengan mengambil hak Merry ke sisi dokter Lauren.


Sekarang Michel sedang duduk di sebuah restauran yang biasa di kunjungi oleh Alex dan dirinya dulu.


Michel sengaja duduk di sana sendirian, cukup lama dia menunggu pria itu.

__ADS_1


Selang beberapa lama, kendaraan Alex sudah terlihat di parkiran.


Michel melakukan rencananya, dia dengan berpura-pura menghubungi seseorang dan membicarakan tentan keluarga Shinoda.


Alex, yang melihat seorang wanita duduk di pojokan sambil membicarakan sebuah rencana untuk menghancurkan keluarga Shinoda pun tertarik.


Benar dugaan Michel, pria itu pasti akan menghampiri dirinya setelah dia membicarakan soal keluarga Shinoda.


"nyonya! " sapa Alex.


Dengan berpura-pura Michel terkejut dan langsung menutup panggilan dan berdiri di hadapan Alex.


Seolah dia ketakutan ada seseorang yang mendengar rencana nya.


"ternyata anda nyonya Michel? " ujar Alex setelah wajahnya berhadapan dengan Michel.


"tuan Alex anda! " ucap Michel gelagapan.


"jangan takut! " anggap aku tidak mendengar pembicaraan mu tadi. " ujar Alex, sambil menyuruh anak buahnya untuk pergi menjauh dari mereka.


"bolehkan aku gabung duduk di sini nyonya? " tanya Alex lagi.


"bagus rencana awal **berjalan dengan l**ancar! " batin Michel.


"ooh, silahkan tuan, jangan panggil aku nyonya, panggil saja namaku! " jawab Michel dengan menyilahkan Alex untuk duduk di kursi di hadapannya.


"aah, dia sedang menemui seseorang. " jawab Michel.


"baiklah, apa anda sudah pesan makanan? " tanya Alex, dia yang melihat meja Michel masih bersih tidak terdapat satu hidangan pun di sana.


"belum tuan" tadinya saya menunggu tuan Syam, tapi ternyata dia pergi dengan seseorang dan menyuruhku untuk makan sendiri sambil menunggu dirinya. " jawab Michel.


"baguslah kalo begitu, bagai mana jika kita makan bersama sekarang? " tanya Alex. dia yang tidak menaruh curiga dengan wanita di hadapannya pun mengajaknya untuk makan siang bersama.


"terimakasih atas kebaikan tuan, saya tidak bisa menolak! " jawab Michel.


"ok kalo begitu, kita pindah ke tempat ku! " kebetulan aku sudah mempunyai tempat favorit di restoran ini! " ujar Alex.


"dengan senang hati tuan. "


"baiklah kalo begitu. " mari ikut saya. " Alex pun mengajak Michel berjalan ke sebuah tempat yang masih berada di dalam restauran tersebut.


Ruang privasi yang khusus di sediakan bagi pelanggan yang tidak ingin berada di ruang terbuka. Ruangan tersebut biasa di pesan untuk para pelanggan yang biasa di pakai untuk sebuah pertemuan perusahaan. atau di pakai meeting.


Michel pun tersenyum dalam hatinya, satu rencananya berhasil masuk dengan mulus.


Sekarang dia tinggal menjalankan rencana seterusnya, yaitu membuat Alex jatuh cinta lagi kepada dirinya. Dari sana dia akan membuat Alex percaya sepenuhnya kepada dirinya.


Mereka berdua pun sampai ke sebuah ruangan privasi, Alex menyilahkan Michel untuk duduk dan menarik kursi untuk wanita itu.

__ADS_1


"silahkan! " ucap Alex dengan senyuman menggoda Michel.


Michel pun tersenyum dengan senyuman terbaiknya, dan itu berhasil membuat hati Alex luluh.


Jantungnya berdekup dengan kencang nya.


"bagai mana suamiku? " apa kau jatuh cinta lagi kepada istrimu ini! " batin Michel.


Secara hukum, Michel memang masih istrinya Alex. Karena dia adalah Jeslyn asli, wanita yang di nikahin oleh Alex dengan resmi beberapa tahun silam.


Alex sebenarnya memang jatuh hati kepada Jeslyn, tetapi hanya karena Jeslyn terlalu mencintai Novak dan tidak ingin mengikuti rencananya makanya dari itu, Jeslyn terpaksa dia singkirkan.


Alex, duduk di hadapan Michel, dia pun bertanya kepada Michel, untuk memesan makanan yang di sukai Michel.


"bolehkah saya memesan minuman? " ujar Michel. setelah dia memesan makanan.


"boleh, silahkan! " apapun yang kamu mau, pesanlah! " jawab Alex.


"pelayan! " teriaknya kepada pelayan yang baru saja pergi.


pelayan tersebut berbalik.


" bawakan aku anggur yang terbaik di restoran ini! " ujar Alex. sambil tersenyum penuh arti.


"baik tuan". pelayan itu pun bergegas pergi untuk membawakan pesanan tamunya.


Michel pun tersenyum kepada Alex dengan pesona memikat.


Mereka pun berbincang satu sama lain, terutama Alex, dia terus saja memancing wanita di hadapannya dengan sebuah informasi yang di dengarnya tadi.


Michel mencoba mengulur waktu, dia sengaja untuk tidak berbicara dulu tentang keluarga Shinoda, dia hanya ingin membuat Alex semakin penasaran dengan dirinya.


Dan itu sukses membuat Alex terpancing.


" wanita ini harus aku dekati, jika bisa aku akan membuatnya jatuh cinta dengan ku! " batin Alex.


"jelas-jelas aku mendengarnya tadi membicarakan tentang keluarga Shinoda, dia sepertinya tau betul tentang keluarga itu! " apa hubungannya dengan keluarga Shinoda, sepertinya dia sangat membenci keluarga itu! " gumam Alex dalam hatinya.


"tidak semudah itu Alexandre Achille! kau ingin tau apa hubungan ku dengan keluarga Shinoda bukan? " hee! " batin Michel.


Pesanan yang di pesan pun sudah tiba.


Alex menuangkan anggur yang di minta oleh Michel.


Begitu sebaliknya, Michel pun menuangkan anggur itu di gelas Alex.


Mereka berdua pun tersenyum satu sama lain. Mereka sama-sama mempunyai tujuan, tinggal yang terkuat lah yang akan bertahan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2