"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"Diam-diam mencari tau! "


__ADS_3

"Kita ikutin permainan mereka! " tapi Nike, aku sebenarnya mau tau siapa yang memberi tau mu tentang suamimu dengan Jeslyn? " tanya Ken.


"oh itu! aku juga tidak tau, seseorang menghubungiku dengan no misterius. " tapi tidak penting juga kan siapa yang memberi tau. sekarang kebenaran itu sudah terungkap, kalian menutupi hal sebesar ini dari ku selama ini! " jawab Niken.


Ken hanya menunduk, perkataan Niken memang ada benarnya pikir nya.


"Sudahlah Ken, sekarang aku lagi tidak ingin membahas semua itu. " tadinya aku datang kesini ingin berdamai dengan suamiku, tetapi untuk kejadian malam ini, rasanya itu tidak mungkin. " rasa kecewa ku timbul kembali setelah melihat Jeslyn. " ujar Niken.


Perkataan Niken membuat Ken bersalah, dia lagi-lagi menundukkan kepalanya tanpa sepatah kata yang keluar dari mulut nya.


Makan malam pun berjalan dengan lancar malam itu.


______________________________________________


Di Negara berbeda, Jesyca yang berhasil melarikan diri dari kediaman Achille dia pergi ke tempat Nicolas bersama Aldo.


Sedangkan Nicolas dan satu orang kepercayaannya sedang menyelidiki keluarga Alexandre Achille. semua data yang di berikan Will ada dalam komputer nya di dalam suatu ruangan di apartement nya.


"Will, siapa yang membongkar hubungan ayah dengan Nyonya Jeslyn itu adalah Alex ayahnya Jesyca bukan? " tanya Nicolas.


"Betul tuan muda, saya sudah menyelidiki semuanya, lihatlah ini, Orang-orang ini adalah yang menghubungi nyonya besar, dan mereka semua adalah orang-orang kepercayaan Alexandre . " jawab orang yang bernama Will, salah satu orang kepercayaan Nicolas sekaligus teman dekatnya.


Sambil memperlihatkan poto poto yang di dapatnya selama penyelidikan.


"Baiklah kalo begitu, kamu terus selidiki gerak gerik Alex! " ujar Nicolas.


"Tuan! " ada satu lagi yang perlu anda ketahui! " ujar Will terhenti.


"katakanlah Will! "


"anu tuan, nona Jesyca. "


"katakan ada apa dengannya? "


"Dia~


" Dia kenapa Will! katakan dengan jelas! " bentak Nicolas kesal, karena Will ragu-ragu untuk mengatakannya.


"Dia adalah adikmu tuan. " ujar Will.


Nicolas langsung menatap wajah Will dengan tatapan membunuhnya.


"kalo bicara jangan ngasal kamu Will! " bagai mana mungkin~ ucapan Nicolas terhenti.


Dia langsung menatap Will dengan tatapan penuh pertanyaan.


"jadi maksudmu?" tanya Nicolas yang seperti sudah memahami semuanya sekarang.


"Betul tuan, Nyonya Jeslyn dan tuan besar! " ucap Will yang langsung menutup mulutnya bungkam.


"Ternyata sampai sejauh ini! " ucap Nicolas.


"pantas saja ibu sampai meninggalkan ayah! " batin Nicolas, dia pun langsung teringat ibunya.


Dia memahami betul perasaan ibunya saat ini.


Semua yang ayah lakukan dengan Jeslyn itu tidak bisa termaafkan. pikir Nicolas.


"thing tong"! thing tong! " suara bell pintu terdengar dari luar apartement nya Nicolas.

__ADS_1


"Siapa malam-malam begini bertamu! " Will pertemuan kita saat ini sudah cukup. oh Iyah kamu terus awasi semuanya, cari tau sebanyak-banyaknya tentang keluarga Achille. " ujar Nicolas.


"Baik tuan muda, kalo begitu saya pamit! " jawab Will.


"hemm baiklah. "


Mereka berdua pun bergegas keluar dari ruangan khusus mereka. Ruangan tersebut hanya bisa di masuki oleh Nicolas dan Will.


Will pun berpamitan untuk keluar, sedangkan Nicolas mengikuti Will dari belakang, karena tadi ada suara seseorang menekan bell pintunya.


setelah pintu tersebut terbuka oleh Will.


"Nicole! " tolong aku. " ucap Jesyca yang tiba-tiba masuk menerobos pintu tersebut setelah di buka Will, sambil memeluk Nicolas.


"Kau! " ada apa malam-malam begini datang ke sini? " tanya Nicolas, sambil melepaskan tangan Jesyca yang melingkar di pinggangnya.


Will yang melihat itu pun menatap tajam Jesyca.


"dia wanita yang bernama Jesyca, itu artinya tuan sudah dekat dengan adiknya sendiri. " sungguh keadaan yang sangat kebetulan. " batin Will.


Sedangkan di belakang Jesyca, Aldo menatap Will dengan tajam pula.


Will yang sadar di perhatikan oleh Aldo pun menatap balik, beradu tatap tidak bisa di hindarkan.


Satu sama lain memancarkan aora sangat dingin.


Nicolas yang melihat itu pun akhirnya berbicara.


"Will, pergilah. " ujar Nicolas memberi perintah kepada Will untuk segera pergi.


"Nic, kenapa kau tidak mau mengenalkan teman baru mu ini pada kami? " ujar Aldo.


"Baiklah Will, kenalkan dia adalah Aldo putra angkat dari Alexandre Achille, dan ini Jesyca putri kandungnya. " mereka adalah saudara. " ucap Nicolas seolah memberi kode sekalian kepada Will. bahwa mereka berdua ada hubungan dekat dengan keluarga Achille.


"Mereka berdua adalah sahabat ku semenjak aku datang ke negara ini! " tambahnya lagi.


"Baiklah tuan. "


Aldo dengan tampang dinginnya dia tidak ingin menyalami Will terlebih dulu.


Sengaja dia berlagak cu'ek dengan berharap Will lah yang akan menyodorkan tangan nya terlebih dulu.


Tetapi tanpa di sadari Al, Will malah hanya merunduk kan badannya sedikit tanpa menyodorkan tangan untuk berjabat lalu dia pergi begitu saja.


"salam kenal, dan selamat malam. " tuan saya pamit! " ucapnya dengan nada dingin, dia pun berlalu pergi.


Jesyca yang melihat itu langsung berdecak kagum dengan Will.


"uwwwaaahh! " baru kali ini aku melihat ada seseorang yang bisa menandingi kedinginan sikap mu Al! " cek cek cek" ujar Jesyca.


Aldo menggertakkan giginya kesal.


"sudah sudah, dia memang seperti itu orang nya. " sekarang kalian datang ke tempat tinggal ku malam-malam begini ada apa? " tanya Nicolas.


"jesy, jika kau benar adikku. aku tidak akan membiarkan mu dekat dengan ibuku! " karena itu akan menyakiti ibu! " batin Nicolas.


Dia menatap lekat wajah Jesyca.


"dia di sekap oleh ayah angkat Nic! " sekarang yang jawab malah Al...

__ADS_1


"di sekap? apa salahmu hingga ayahmu tidak mengijinkan mu untuk keluar? " tanya Nicolas.


"Aku tidak tau! belakangan ini ayah ku tidak jelas. " setelah ibu kembali sikap nya sangat berbeda. " dan sikap ibu juga aneh. " gerutu Jesyca.


Nicolas menatap Al dan Jesy bergantian.


"Ya sudah kalian masuklah, kalian boleh nginap di sini, tapi hanya malam ini. " ujar Nicolas.


"aku bisa memanfatkan mu Jes! " batin Nicolas.


"hore! kita menginap di sini Al! " ujar Jesy.


"tidak, kau tidak boleh menginap, bagaimana jika ayah pulang malam ini dan melihatmu tidak ada di kamarmu! " jawab Aldo.


"Sudahlah lah Al, lagian ayah dan ibu sedang pergi ke negara B kan, mereka tidak mungkin kembali secepat itu! " ujar Jesyca.


"apa! jadia mereka berdua pergi ke negara ku! "


batin Nicolas


"orang tua mu lagi pergi ke negara ku? " tanya Nicolas.


"iyah! " mereka berdua pergi kesana, sepertinya aku dengar mereka melakukan kerja sama bisnis dengan Shinoda Grup. " ujar Jesyca.


Nicolas terdiam, dia merasa kalah satu langkah dengan Alex.


"semustinya aku melarang ayah untuk bekerja sama dengan Alex! " batin Nicolas lagi.


"baiklah, apa kalian mau terus berdiri di situ! " ujar Nicolas sambil melangkah ke dalam apartement nya meninggalkan Al dan Jesy yang masih berdiri di lawang pintu.


Jesyca pun bergegas mengikuti langkah Nicolas begitu juga dengan Al.


"apa kalian sudah makan? " jika belum aku akan memesan makanan. " tanya Nicolas.


Jesyca yang memang tidak mau makan dari tadi siang pun merasa sangat kelaparan.


"belum, aku dari siang mogok makan! " ujar Jesyca.


"baiklah aku akan memesan makanan siap saji. " tunggah sebentar. " ucap Nicolas.


Nicolas pun mendeal no yang biasa dia memesan makanan.


"kamu Jes, tidurlah di kamar itu setelah makan, dan kamu Al, tidur saja di sofa! " ujar Nicolas.


"hemmm baiklah! " tempat tinggal mu lumayan besar, ini pintu apa Nic? " bukan kah ini kamar tidur juga? " ujar Al.


sambil menghampiri sebuah pintu yang tadi Nicolas dan Will keluar.


"jangan! itu kamar tidur nya Will! " kamu tidur saja di sofa, apa kau mau tidur berdua denganku? " jawab Nicolas.


"oooh jadi kalian tinggal berdua dengan orang menyebalkan itu! " ujar Al.


Nicolas terdiam, menatap tangan Al yang sudah memegang handle pintu kamar tersebut.


Al sadar, sikapnya itu tidak di senangi oleh temannya itu.


"santai saja Nic, aku hanya bercanda! " baiklah aku akan tidur di sofa, tidur denganmu juga tidak buruk! " ujarnya.


Nicolas pun menarik napas lega dalam hatinya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2