"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"Terkejut! "


__ADS_3

Dokter Lauren terbuai oleh pelukan yang di berikan Aldo, bibir dia memang menolak untuk dekat dengan pria ini, tetapi hati kecilnya semakin lama semakin nyaman dengannya.


Aldo memeluk dokter Lauren, dia melupakan niatnya untuk menemukan ibunya.


Tetapi sesaat Aldo membaca pesan singkat dari ibunya, bahwa dirinya dan Syam baik-baik saja. Mereka berada di kediaman Achille dan sedang berbincang dengan Jesyca ucapan dari pesan tersebut.


Aldo menarik napas lega.


"Carikan aku makanan aku lapar! " bisiknya di telinga dokter cantik itu.


Dokter Lauren yang sedang berada di pelukan Aldo pun bangkit.


"Aku akan masakan sesuatu untuk mu. " jawab dokter Lauren, dia yang memang sengaja tidak membiarkan Aldo untuk keluar dari sana. Dia takut jika Aldo keluar dia akan berusaha menemukan ibu Michel di kediaman Alexandre.


Betapa senangnya Aldo mendengar dokter Lauren ingin memasak untuknya.


"heemmm, baiklah, dokter cantik seperti mu apa yang bisa kamu masak, aku tidak sabar untuk mencicipi masakan mu. " ucap Aldo.


"baiklah, tunggu aku 15 menit. " jawab dokter Lauren, dia pun bergegas ke dapur kecil yang berada di pojok ruangan tersebut.


Tempat itu memang tempat favorit nya dokter Lauren, di sana dia tidak akan ada orang yang bisa menemukan dirinya terlebih orang-orang dari Alex.


Tempat tersebut memang dia buat untuk menyamarkan tempat tinggal dirinya, bila suatu saat dirinya berhasil mengambil Merry dari tangan Alex.


Dari luar terlihat seperti klinik, dan memang ada beberapa anak buah kepercayaan nya bekerja sebagai dokter kecantikan.


Tetapi para pelanggan tidak ada yang tau, bahwa tempat tersebut adalah tempat tinggal yang di sulap oleh dokter Lauren.


Hanya orang-orang tertentu lah yang tau tempat itu, seperti ibu Michel, Syam, Aldo dan dua orang kepercayaan nya dokter Lauren.


Butuh banyak waktu buat dokter Lauren membangun tempat tersebut, sekian lama dia bekerja di kediaman Achille, sedikit demi sedikit dia mengambil pembayaran sebagai seorang dokter dan membangun tempat tersebut.


Dokter Lauren awalnya terlakhir sebagai seorang anak manja dari seorang pengusaha yang cukup terkenal di negara itu, ayahnya meninggal karena sebuah kesalahan.


Perusahaan nya bangkrut, Anak-anak nya menjadi korban keserakahan keluarga Achille terutama Alex.


Dari sana dokter Lauren menjadi kuat, dia berusaha mengejar gelar dokter bedah kecantikan.


Ada satu yang tidak bisa dia kejar atau dapat kan, yaitu mengambil kembali adiknya dari tangan Achille.


Dia tidak bisa mengembalikan hak adiknya yang di tawan sebagai budak di keluarga Achille.


15 menit sudah berlalu, dokter Lauren sudah siap menghidangkan masakannya untuk Aldo.

__ADS_1


Dia pun membawa hasil masakannya di atas meja makan yang hanya terdapat dua bangku di sana.


"heemmm, baunya wangi, pasti enak masakannya. " ucap Al sambil beranjak menghampiri meja makan.


"apa yang kau masak? " tanya nya lagi.


"uuuh spageti. " bisik Al yang sudah sampai di sisi Dokter cantik itu.


"hemmm, di sini hanya ada bahan spagetti. " jawab dokter Lauren.


"tapi kenapa cuman satu porsi? apa kamu sudah makan? " tanya Al yang heran, karena dokter Lauren hanya membawa satu piring sfageti.


"makan lah, aku masih kenyang. " ucap dokter Lauren.


"duduklah di sampingku. " ucap Aldo sambil menarik kursi di simpannya di sebelah kursi satunya.


Dokter Lauren hanya bisa menurut saat ini, dia harus bisa mencegah Al untuk pergi.


"hari ini kenapa menjadi gadis penurut? " apa karena kepalamu terbentur tadi " ucap Aldo tersenyum senang sambil menyondongkan badannya di samping wajah dokter Lauren.


wajah dokter Lauren kembali memerah, dia benar-benar merasa di permainkan oleh anak muda di hadapannya.


usia dokter Lauren berbeda 5 tahun dari Aldo walau bagaimana pun dia lebih tua dari pria di hadapannya.


"kau! " ucap Dokter Lauren kesal sambil menatap wajah Aldo yang berada di samping wajahnya.


seketika dokter Lauren terdiam, Lagi-lagi mereka melakukan nya.


"dug, dug, " jantung keduanya berdetak lebih kencang seolah ingin meronta keluar dari tempatnya.


"jangan berubah lagi, teruslah bersikap seperti ini! " bisik Aldo.


Dia tidak ingin melepaskan kesempatan itu, untuk bisa lebih dekat dengan wanita yang dia sukainya itu.


Dokter Lauren tidak bisa berkutik, apa boleh buat sekarang, dia sudah terjebak dalam cintanya Aldo.


Aldo bukannya dia tidak tau, sikap dokter Lauren hanya untuk menahan dirinya untuk tidak pergi mencari ibunya, tetapi namanya bukan Aldo jika dia tidak bisa menggunakan segala kesempatan yang ada.


sebelumnya dia sudah mengirimi pesan kepada sahabatnya sekaligus orang kepercayaannya itu untuk mencari ibunya.


dan kesempatan ini Aldo gunakan untuk menjerat wanita di hadapannya.


Aldo tersenyum melihat gelagad dokter Lauren yang serba salah.

__ADS_1


"siapa suruh kamu menahan ku disini, aku akan gunakan kesempatan ini supaya kamu benar-benar menjadi milik ku! " batin Aldo.


sedangkan di luaran, Erick yang sudah mendapat tugas penting dari sahabatnya itu dia mencari ibu Michel dari kontak handphone yang di berikan oleh tuannya.


jari-jari tangannya dengan lihai mengotak atik keyboard komputer nya.


selang beberapa menit dia sudah mendapatkan posisi ibu Michel, dia terkejut setelah melihat posisi ibu Michel yang berada di sebuah hotel berbintang bukan di kediaman Achille seperti yang di katakan oleh Aldo sebelumnya.


dia pun bergegas mengirimi pesan kepada sahabatnya.


Aldo yang sedang duduk menikmati sfagetti buatan dokter Lauren pun terkejut mendapat pesan singkat dari Erick.


Dia pun memerintahkan Erick untuk mengikuti jejak ibunya itu.


"apa yang kalian rencanakan! " batin Aldo sambil menatap dokter cantik di hadapannya.


setelah dia menghabiskan suapan terakhirnya, Aldo menatap dokter Lauren dengan pekat.


"Ren, aku ingin terlibat dengan balas dendam yang ibu inginkan! tapi bagai mana cara nya? " ucap Aldo.


"Deg! " jantung dokter Lauren seolah berhenti berdetak saat itu juga.


"apa dia tau apa yang kami rencanakan malam ini? " batin dokter Lauren.


"Aku tau, kalian sedang merencanakan sesuatu dengan ibu. " Aku juga lihat Syam keluar dari tempat ini tadi tanpa ibu! " ujar Aldo.


membuat dokter Lauren gugup, karena kebohongan nya.


"aahh aku sudah kenyang, terimakasih sayang! " ucap Aldo malah sekarang berani memanggil dokter Lauren dengan sebutan sayang.


Dia pun sambil berdiri, dan memegang kedua pundak dokter cantik itu dari belakang.


"Sekarang katakan kepadaku apa rencana kalian! " jangan sampai kalian salah langkah, aku tau Alex itu pria licik! " hanya aku yang tau kelemahan nya. jadi jika kalian tidak melibatkan diriku dalam hal ini, kalian pasti akan kalah dengan pria itu! " bisik Aldo.


Dokter Lauren akhirnya mau tidak mau dia menceritakan rencananya kepada Aldo.


Satu-persatu dia ceritakan dengan gamblang kepada Al. tidak ada satu pun yang dia tutupi.


yang sampai akhirnya dokter Lauren meminta maaf kepada Aldo, Aldo bukannya marah kepada dokter Lauren dia malah memegang tangan dokter cantik itu.


"aku akan membantu mu mengeluarkan adikmu! " percayalah padaku, tetapi jangan kalian lakukan rencana kalian lagi, sekarang hubungi ibu dan suruh dia untuk kembali ke sini, ini sangat berbahaya! " serahkan semuanya padaku. " ucap Al. kepada dokter Lauren.


kata-kata Aldo membuat dokter Lauren percaya, entah apa yang membuat dirinya begitu percaya dan tenang dengan ucapan pria di hadapannya.

__ADS_1


Dia pun mengirimi pesan kepada ibu Michel untuk segera keluar dari hotel tersebut, sebelum Alex sadarkan diri.


Bersambung..


__ADS_2