"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"sudah ku bilang kan! "


__ADS_3

Sesaat Syam menatap wanita yang bersamanya. Dia sebelumnya tidak percaya dengan penjelasan dari wanita yang bersamanya itu.


"play back on"


"bisa kita bicara di luar? " tanya kata seorang wanita setelah memasuki salon Syam.


keduanya pun pergi keluar, untuk berbicara. setelah sampai sebuah restauran Syam duduk berhadapan dengan wanita yang baru dia kenalnya.


" Syam. Aku adalah Jeslyn, dan ada seseorang yang menggantikan wajah juga namaku! " kamu harus percaya dengan ku Syam. " ucap seorang wanita.


Syam langsung syok mendengar penjelasan dari wanita di hadapannya.


"tapi mana mungkin bisa? wajah dan namamu jelas-jelas berbeda! aku bagai mana harus percaya, dan Jeslyn bukan nya sudah meninggal? " kamu jangan sembarangan bicara! " jawab Syam sambil menatap wanita di hadapannya yang mengaku sebagai Jeslyn.


"Sudah ku bilang seseorang sudah mengambil namaku, dan menukar wajahku. " Syam ini aku Jeslyn. " jika kamu tidak percaya dua hari lagi mari kita buktikan, kita ketemu di hotel X, kamu akan tau nanti! " ucap wanita di hadapan Syam, wanita itu tidak lain adalah Michel Clarissa.


"Sebelum aku membuktikan sesuatu aku tidak akan mempercayai ucapanmu! " jawab Syam.


Syam jelas-jelas dia tau, bahwa temannya Jeslyn sudah lama meninggal.


"baiklah." jawab Micele.


"play back off"


Syam dia berjalan dengan kaki tertatih menghampiri wanita yang bersamanya tadi.


Wanita itu tersenyum mengandung arti.


"ceritakan semua nya, bagai mana ini bisa terjadi? " ujar Syam sambil duduk di hadapan Micele. wanita yang bersamanya tadi.


"Sekarang kamu baru percaya bukan? dia adalah orang lain, walau wajahnya sama persis seperti diriku! " jawab Micele/ alias Jeslyn asli.


Syam melamun dengan menatap wajah Micele, air matanya tak terasa bercucuran.


"Sekarang bawa aku ke tempat yang tenang, aku akan menceritakan semuanya! " ujar Micele.


Mereka berdua pun pergi ke suatu tempat, Syam membawa Micele ke pantai di dekat kota tersebut ada sebuah pantai yang bila malam di sana terdapat Cafe Cafe untuk nongkrong anak-anak muda.


Jeslyn berdiri di sisi pantai, riak ombak dan angin pantai malam itu seakan menyapa Jeslyn .


Air mata Jeslyn berkali-kali keluar dari pelopak matanya, dan sesekali juga dia menyeka air matanya.


Sedangkan Syam berdiri mengikuti langkah Micele.


"Aku akan ceritakan semuanya! "


Syam berdiri di sampingnya, menatap Micele alias Jeslyn yang asli. menunggu cerita yang akan di ungkapkan nya.


"aku pikir juga diriku tidak akan selamat dari kecelakaan itu, tapi siapa sangka semua kecelakaan itu di buat oleh wanita itu dan selingkuhan nya, dan kamu tau siapa mereka? mereka tidak lain adalah suamiku dan asisten di rumah suamiku! "


Awalnya aku pikir Alex adalah penyelamatku, tapi ternyata dia mendekatiku karena dia tau aku pernah dekat dengan Novak, dia memanfaatkan diriku, untuk membalas dendam kepada keluarga Shinoda! "


Jeslyn menarik napas panjang, membayangkan hal hal yang mengerikan di ruang rahasiah sewaktu Alex menyekapnya, dengan keadaan dia terluka parah dan terbaring di atas ranjang pasien.


"Sampai akhirnya aku di selamatkan oleh dokter Lauren."

__ADS_1


"*aku juga di sekap di sebuah ruangan rahasia, Alex dia bukan manusia, tetapi iblis yang menyamar menjadi malaikat. "


"setelah kecelakaan itu, aku benar-benar tidak berdaya, aku terluka parah! dan dari sanalah mereka menyekap diriku! "


"beruntung lah aku di selamatkan oleh dokter Clarissa, Lauren Clarissa. dia yang sudah memberi nama dan wajah baru untuk diriku Syam*. "


Air matanya Jeslyn pun tidak bisa terbendung lagi, dia benar-benar terluka, sakit hati.


Begitu juga dengan Syam, dia pun menangis memeluk sahabatnya dengan erat. Syam benar-benar iba akan nasib Jeslyn.


"kenapa nasib mu begitu tragis!" batin Syam.


mereka berdua pun larut dalam kesedihan.


________________________________________________


Di dalam kendaraan, Alex memegang tangan Jeslyn.


"wajah mu begitu mirip dengan Jeslyn, tapi tetap saja kau bukan dia! andai saja kau dulu tidak terus-terusan mengingat pria itu, mungkin aku sudah bisa melupakan dendam lama ini Jes, tapi sayang kau tidak bisa mencintai ku walau aku sudah memberikan hidupku padamu! wanita bodoh! " Batin Alex.


Dia menerawang jauh ke masa lalu, di saat itu Jeslyn sedang menatap sebuah majalah, dalam majalah tersebut yang dia tatap terdapat wajah Novak Shinoda.


"aaarrrhhh! " Tiba-tiba dia berteriak dan menepiskan tangan Jeslyn.


Wanita yang di sebut Jeslyn itu terkejut sambil menatap heran wajah Alex.


"ada apa tuan? " ujar Jeslyn.


"tidak apa-apa, aku hanya kesal saja harus berhadapan dengan orang yang sudah membuat orang yang ku sayang meninggal! " ujar Alex.


"mereka, tetap saja sama! " jawab Alex.


"jangan bilang kau masih menginginkannya! " batin wanita yang di sebut Jeslyn.


Sedangkan di kediaman Shinoda, para pelayan di rumah itu sedang sibuk menata hidangan di atas meja.


Ken dan Novak seperti biasa mereka berada di ruang kerja di lantai dua.


Ken terus saja memandang arlojinya, dia berharap Niken akan benar-benar datang malam itu.


"ada apa dengan mu Ken, dari tadi selalu saja melihat jam? apa kau mau pergi? " ujar Novak, dia yang heran melihat orang kepercayaan itu bersikap seolah sedang menunggu sesuatu.


"tid~dak tuan, a~ku hanya sedang menunggu t~amu kita! " jawab Ken gelagapan.


"Sepertinya kau berharap banget mereka datang? " ujar Novak lagi, sambil menatap mata Ken penuh intimidasi.


Ken hanya cengar cengir kaku.


"sudah berapa lama kau menemani ku Ken? " tanya Novak.


"Sudah 45tahun lebih 3 bulan tuan! " jawab Ken dengan intonasi suara yang cepat.


"nah! maka dari itu, aku tau betul kau berbicara jujur atau bohong denganku! " katakan ada apa? " jangan membohongi ku! " ujar Novak.


Ken pun merundukan kepalanya, dia merasa terpojok sekarang.

__ADS_1


"bagai mana ini, apa sebaiknya aku cerita saja sama tuan, kalo istrinya akan datang malam ini? " tapi bagai mana jika Niken tidak jadi datang! "


aduuuh! " di saat batin Ken sedang mengoceh kebingungan.


Seorang kepala pelayan memanggil Ken.


"Tuan Ken, permisi! " seru seorang kepala pelayan tersebut dari luar ruang kerja.


Sungguh nasib yang mujur batin Ken, dia seolah terselamatkan dari badai besar.


"syukurlah! "


"Iyah tunggu! " jawab Ken.


"tuan." ujar Ken, sambil membungkukkan badannya sembari berjalan meninggal kan Novak Shinoda yang berdecak kesal kala itu.


"dasar kau! " pekiknya.


Setelah Ken membukakan pintu ruang kerja, Ken merasa terkejut senang melihat sesosok orang yang di harapkan nya pun sudah berdiri di hadapannya.


"syukurlah, kau datang! " batin Ken.


Novak yang melihat ada seseorang di depan pintu ruang kerjanya bersama kepala pelayannya, dia bertanya.


"apa tamunya sudah datang Pak Yoko? " tanya Novak kepada kepala pelayan tersebut.


Bukannya menjawab Pak Yoko hanya menatap melirik Ken.


Novak heran dengan gelagat dua orang kepercayaan itu yang saling pandang, dia pun berdiri penasaran melihat tamu yang di bawa oleh Pak Yoko.


sesampainya di luar pintu, mata Novak benar-benar berbinar, air matanya seolah ingin jatuh karena terharu.


sekian lama wanita yang dia cintai itu tidak pernah lagi menginjakkan kaki di kediaman nya itu, sekarang dia berdiri di hadapan nya.


Ken dan Pak Yoko pun mereka beranjak meninggalkan tuan dan Nyonya. untuk memberi ruang kepada mereka.


"Nike, apa itu kau? " ujarnya. tidak percaya.


Niken tersenyum.


"Iyah ini aku! " maaf, aku tidak tau, kalo kejadiannya seperti itu. Ken sudah cerita semuanya. tapi! " ujar Niken.


Mendengar kata-kata seperti itu dari bibir istrinya, Novak benar-benar lepas kendali, dia pun memeluk istrinya dengan tiba-tiba.


"jangan berkata apa-apa lagi, aku yang seharusnya meminta maaf! " ujar Novak.


sambil memeluk Niken dengan begitu erat, matanya berkaca-kaca, dia tidak menyangka kalo istrinya sudah memaafkan dirinya sekarang.


" seperti mimpi! "


Novak pun mencium permukaan rambut istrinya.


"sungguh ini bukan mimpi! Ya Tuhan trimakasih sundah mengembalikan istriku. " batin Novak.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2