"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"terpaksa ku lakukan! "


__ADS_3

"Michel, Michel. " bangunlah. " Alex mencoba membangunkan Michel yang sudah terkapar karena anggur yang ia minum.


Sedangkan Alex tersenyum penuh arti, dia berpikir Michel sudah terpengaruh oleh wine yang di minumnya.


"jangan! kamu jahat, jangan lakukan itu, kita tidak seharusnya melakukan nya! Novak kamu jahat, aku akan membalas mu! " ocehan yang keluar dari mulut Michel yang setengah sadar.


"dia sudah benar-benar terpengaruh alkohol! " batin Alex.


"jangan khawatir aku bersamamu, aku di pihak mu! " bisik Alex di telinga Michel, dia pun membopong tubuh Michel dan membawanya keluar dari restauran tersebut.


Senyuman licik terlihat di wajah Alexandre Achille.


"kalian urus semuanya, aku akan mengurus wanita ini. " bilang sama nyonya aku ada urusan mendadak ke luar kota, mungkin aku tidak akan pulang malam ini! " bisik Alex kepada anak buahnya, setelah dia menidurkan Michel di dalam kendaraannya.


Anak buah Alex pun mengerti dia bergegas memasuki restauran tadi, untuk mengurus tagihan tuannya.


Sedangkan Alex membawa Michel ke luar dari area parkir restauran tersebut.


Syam, melihat kejadian itu diam-diam dia memperhatikan gerak gerik Alex dan anak buahnya.


"semoga rencana mu berhasil! " batin Syam.


Dia pun bergegas mengikuti kendaraan Alexandre dari belakang.


"wanita ini cukup menarik juga, seperti mengingat kan aku kepada seseorang! " batin Alex sambil sesekali menatap wajah Michel yang sudah tidak sadar di kursi samping.


"kamu jahat Novak! breng" k! " jahat! " ocehan Michel terdengar jelas di telinga Alex.


Membuat Alex benar-benar tertarik dengan wanita di sampingnya itu.


"aku harus mendapatkan wanita ini! " dia harus benar-benar berada di pihak ku! " batin Alex.


Setelah beberapa menit berjalan di jalan raya, akhirnya kendaraan nya sampai di sebuah hotel berbintang yang tidak terlalu jauh dari area restauran tadi.


Dengan tanpa pikir panjang dia membawa Michel ke dalam hotel S, dengan tertatih Michel berjalan di tuntun oleh Alex memasuki hotel tersebut.


Syam terus saja memantau keduanya dengan hati yang tidak tenang. dia pun meninggal kan keduanya di hotel tersebut kembali ke kediaman dokter Lauren.


"semoga saja pria itu tidak melakukan hal hal aneh kepada Jeslyn, dan semoga dia tidak mengetahui identitas Jeslyn. " batin Syam.


Sesampainya di kamar hotel, Alex membaringkan tubuh Michel di atas ranjang.


"jangan pergi! " ucap Michel sambil menarik kerah jas nya Alex. Seketika itu juga Michel mencium bibir Alex.


Sontak membuat mata Alex terbelalak, dia yang memang mempunyai tujuan untuk menaklukan wanita di hadapannya pun seperti mendapat peluang besar.


Sesaat dia menikmati ciuman itu, dia dengan tergesa-gesa membuka jas nya dan melempar kesembarang tempat.


Michel dengan agresif dia membuka satu persatu kancing baju Alex dengan setengah sadar, dan mata terpejam.


Tetapi saat tubuh Alex sudah tidak berbusana, terasa aneh di rasakan oleh Alex, kepalanya menjadi berat penglihatan nya menjadi kabur, kesadaran sedikit demi sedikit mulai hilang. Tiba-tiba dia roboh di atas tubuh Michel.

__ADS_1


Michel yang melihat kejadian itu langsung memindahkan tubuh Alex di sampingnya, dia yang memang berpura-pura mabuk sekarang tersenyum lebar setelah melihat Alex tidak berdaya.


Michel pun membuka bajunya satu persatu hanya tertinggal sehelai pakaian dalamnya, lalu dia tertidur di samping Alex sambil memeluk tubuh Alex.


Beberapa foto dia ambilnya, "jegrek jegrek! "


"tuan Alexandre Achille, kamu akan tau rencanaku selanjutnya, ini hanya untuk Jaga-jaga agar kamu tidak bisa berkutik nantinya. " batin Michel alias Jeslyn asli.


"aku terpaksa melakukan nya, aku pikir aku tidak salah karena menjebak mu, tetapi walau bagai mana pun kau masih suamiku Alexandre Achille! " jadi bisa di katakan aku menjebak suamiku sendiri untuk tidur dengan ku! " konyol! " batin Jeslyn.


Di tempat lain, Aldo sedang menunggu ibunya di apartemen nya, tetapi yang di tunggu-tunggu tidak kunjung kembali.


Beberapa kali dia menghubungi Michel, tetapi tidak ada jawaban.


Aldo menatap ke arah hidangan yang sudah dia siapkan dan mulai dingin, sesekali dia menatap ke arah pintu. Berharap ibunya datang dari pintu tersebut.


Sedangkan Michel sendiri lupa bahwa hari itu dia ada janji makan malam bersama putra nya.


Hati Aldo mulai tidak tenang, dia pun bergegas keluar bermaksud untuk mencari ibunya di kediaman dokter Lauren.


Dengan kecepatan tinggi Aldo mengendarai kendaraannya menuju tempat dokter Lauren.


Sedangkan di dalam kediaman rahasia dokter Lauren, Syam sedang berbincang dengan dokter Lauren dia berkata rencana awal mereka berjalan dengan lancar.


"kita akan menunggu sampai besok pagi, kita serahkan keberhasilan nya kepada Michel. " ujar Syam kepada dokter Lauren.


"heemmm, aku tidak sabar menunggu sampai besok! " jawab dokter Lauren.


Sesaat mereka terkejut karena kedatangan Aldo, dokter Lauren menyuruh Syam untuk bersembunyi.


"di mana ibuku? " tanya Aldo setelah dia berada di hadapan doker cantik itu.


Dengan wajah yang terlihat jelas mengkhawatirkan ibunya.


Dokter Lauren mengerinyitkan kedua alisnya.


"Ku pikir dia bersamamu? " jawab dokter Lauren berpura-pura tidak tau keberadaan Michel.


"Dia tidak bersamaku! " ujarnya sambil duduk di sofa di hadapan dokter Lauren.


"tidak! dia juga tidak bersamaku, mungkin dia pergi bersama Syam ke kediamannya Achille? " jawab dokter Lauren.


"apa! " sudah ku bilang jangan lagi berhubungan dengan pria itu! " ujar Aldo sambil mengacak-acak rambutnya prustasi.


Dokter Lauren yang tidak ingin rencananya gagal, dia mencoba menenangkan Aldo dengan menghampiri dan memegang pundak Aldo dengan lembut.


"jika dia tidak mengijinkan aku yang membalas dendam! aku juga tidak akan mengizinkan ibuku mendekati pria itu lagi! " ujar nya.


"Aku harus ke sana! " teriaknya sambil berdiri ingin beranjak dari sana.


Tetapi dokter Lauren menahan tangan Aldo, "jangan pergi! " ujar nya.

__ADS_1


"lepas! " Aldo menepis tangan Dokter Lauren.


"aaaww! " dokter Lauren terjatuh dan karena tepisan tangan Aldo terlalu kencang, sehingga kepala dokter Lauren terbentur sudut meja sehingga mengeluarkan memar dan sedikit darah di pelipisnya.


Aldo yang melihat itu langsung menghentikan langkahnya dan melihat wanita yang dia cintainya itu terluka karena dirinya.


"maaf! " maaf aku tidak bermaksud menyakitimu. " ujar Aldo, sambil memegang pelipis dokter Lauren.


Aldo merasa bersalah karena hal tersebut, dia pun menjadi lupa dengan tujuannya.


"tidak apa-apa, ambilkan aku kotak obat di sana! " ujar dokter Lauren, dengan menunjuk ke atas ruangan yang tempo hari dia dan Aldo berbincang di sana.


Aldo pun bergegas menaiki tangga untuk mengambil kotak P2K, sedangkan Dokter Lauren memberi isyarat kepada Syam untuk keluar dari sana.


Syam pun bergegas keluar dari sana.


"maaf, terpaksa aku lakukan ini Al! " batin dokter Lauren.


Selang beberapa waktu, Aldo turun dengan membawa kotak P2K.


Setelah sampai di hadapan dokter Lauren, Aldo dengan cekatan dia membersihkan luka di pelipis dokter Lauren dengan kapas.


Setelah mengolesi obat, dia pun menempel plester di luka tersebut.


Dokter Lauren menatap sikap dan perhatian yang tulus dari Aldo, sesaat dia berpikir pria di hadapannya itu adalah pria idamannya.


Aldo melirik tatapan yang di berikan dokter Lauren, dia tersenyum karena dokter itu menatapnya dengan penuh cinta.


"apa sekarang kamu berpikir aku sebegitu menarik di matamu? " ucap Aldo sambil tersenyum manis di hadapan dokter Lauren, wajah mereka begitu dekat beberapa senti.


Dokter Lauren tau, Aldo sengaja menggodanya.


"maaf! harus menahanmu dengan cara ini! " batin dokter Lauren.


Dia pun menatap wajah Aldo, "dug, dug, dug! " jantung nya berdebar dengan cepat.


"cup! " bibir dokter Lauren mencium bibir Aldo.


Aldo terpaku mendapat respon yang selama ini dia harapan itu.


"ini bukan mimpi kan! " batin Aldo.


Walaupun dia senang dengan respon tersebut, tetapi Aldo tidak langsung mempercayainya, dia malah tersenyum geli di hadapan dokter Lauren.


Aldo menghampiri wajah dokter Lauren, dia pun berbisik.


"apa kamu tidak kehilangan ingatanmu karena kepalamu terbentur tadi bukan! " bisik Aldo menggoda dokter Lauren.


Sontak membuat wajah cantik dokter Lauren menjadi memerah.


"kau! " umpat dokter Lauren. kesal.

__ADS_1


"hahahah! " Aldo hanya tertawa senang, dia pun memeluk tubuh dokter Lauren dengan lembut, dia pun mencium pelipis yang terbentur tadi.


bersambung..


__ADS_2