
mereka berdua sampai di ruangan di mana Niken dan yang lain berada. Novak menatap Jesyca yang sedang bergelayut manja di bahu istrinya.
begitu juga dengan Alex, dia menatap penuh arti kepada keduanya, sedangkan Nicole menatap lukisan yang menempel di dinding.
Alex menghampiri Nicolas, " hay anak muda, apa kau menyukai lukisan itu? " tanya Alex.
Nicole tersenyum, sambil merundukan badannya di hadapan Alex.
"paman, lukisan ini sangat menarik, apa paman yang melukisnya? Jesy pernah cerita kalo paman sangat suka melukis juga" tanya Nicole.
"heemmm itu memang lukisan ku, apa kau menyukainya, jika kau menyukai lukisan itu, aku akan memberikannya padamu. "jawab Alex.
" benarkah? " terimakasih paman. " kau sangat baik. " aku memang menyukai lukisan ini. "
"baiklah kalo begitu, aku akan menghadiahkan lukisan tersebut padamu. "
"pelyan! " tolong kemas lukisan ini dan kirimkan ke alamat Nicole. " ujar Alex yang langsung memerintahkan salah satu pelayannya untuk mengemas lukisan tersebut.
sedangkan Novak menatap putranya setelah dia menatap gadis remaja yang masih memegang tangan istrinya.
seolah tidak ingin menjauh dari istrinya. dia merasakan sesuatu setelah menatap gadis itu.
"kenapa aku merasa sudah begitu dekat dengan gadis ini! " batin Novak.
"Nicole, mana boleh kamu sembarangan menginginkan lukisan itu. " ujar Novak, sambil ingin menghampiri keduanya, tapi panggilan dari Jesy menghentikan langkahnya.
"ayahnya Nicole, boleh kah aku sering-sering mengunjungi kalian di Negara B nanti? " tanya gadis itu membuat Novak kembali lagi mengarahkan pandangan kepada gadis itu.
dia pun mengangguk pelan.
Alex menatap reaksi dari sikap Novak.
"aahh, sudah sudah, jangan ganggu mereka lagi Jesy, ayo kita makan. " ujar Alex, dia pun meminta maaf atas sikap manja putrinya tersebut, dan mengajak keduanya untuk memulai makan malaem merek.
malam itu mereka makan malam tanpa hambatan.
setelah acara makan malam selsai mereka berbincang kecil di ruangan tamu.
__ADS_1
**ke esokan hatinya! "**
karena hari itu adalah hari libur, Niken dan Novak memutuskan untuk kembali ke negara B, sedangkan Putranya tinggal di negara X untuk meneruskan kuliah nya.
di dalam jet pribadinya, Novak duduk di samping isterinya, kesan pertama dengan gadis itu cukup membuat mereka dekat.
" Nike, apa kamu tidak merasa aneh dengan gadis itu? " dia melihatmu seperti melihat ibunya? "
"heemm, aneh tapi imut, aku suka gadis itu sayang! " apa kamu tidak merasakan, gadis itu sangat imut? " jawab Niken.
"imut apanya? " justru aku merasa, dia seolah sudah lama mengenal kita! "
"benarkah? " apa kamu juga merasakan hal seperti itu? " dari awal aku melihat gadis itu, seolah wajahnya sangat familiar bukan? " tanya Niken.
Novak yang tidak bisa menyangkal pernyataan Niken pun menganggukkan kepalanya pelan sambil matanya menatap kosong, membayangkan wajah dari gadis itu kembali.
"apa mungkin karena kita pernah kehilangan putri kecil kita dulu! makanya setelah melihat gadis itu kita merasa dekat dengannya. " tanya Niken. dia yang mengingat beberapa tahun silam di saat dirinya kehilangan putri kecilnya.
Novak menarik napas panjang, mengingat kembali kejadian itu.
mereka pun asik dengan pemikiran mereka masing-masing, sampai akhirnya tertidur.
dia menatap sebuah poto seseorang yang berada di layar laptopnya.
"jika betul dia adalah suaminya? " lalu di mana keberadaannya, kenapa tuan dan Nyonya tidak bertemu dengannya? " batin Ken.
dia yang mendapat perintah dari tuannya untuk menyelidiki seseorang pun di buat terkejut dengan hasil yang dia dapatkan.
"sebaiknya aku merahasiakan ini dulu dari tuan, seblum yakin dengan semuanya! " pikirnya sambil menutup laptopnya.
"kita lihat, apa tujuanmu mendekati tuan! " batin Ken.
di tempat lain di sebuah restaurant, seorang wanita sedang memarahi seorang pelayan yang menumpahkan minuman di bajunya.
"dasar pelayan tidak berguna, kau sudah mengotori gaun ku! di mana boss mu, aku akan menyuruhnya memecat pelayan tidak becus seperti kamu! " teriaknya, wajah merah karena marah wanita itu membuat pelayan itu ketakutan, walau sudah berulang kali minta ma'af, wanita itu tetap memakinya.
"ada apa ini? " tanya seorang pria yang menghampiri pelayan yang merungkut ketakutan itu.
__ADS_1
"ini salah ku tuan! " aku menumpahkan minuman kepada Nyonya ini. " mohon jangan pecat saya. " imbuh pelayan yang ketakutan itu sambil berulang kali membungkukan badannya ke arah pria yang merupakan pemilik restaurant tersebut, yang berdiri di belakang tamu wanita yang memarahinya.
"sudahlah, kamu masuk sana. " ujar pria yang baru saja menghampiri keduanya, dan berada di belakang wanita yang marah-marah tadi.
"apa!, dengan mudahnya kau menyuruh pelayan tidak becus ini pergi! " lihatlah gaun yang ku pakai ini, kau tidak tau harga dari gaun ini! " ujar wanita itu sambil membalikan badannya ke arah pria yang berdiri di belakangnya.
"kau! " keduanya berseru bersamaan.
ternyata mereka saling mengenal! mata wanita itu melotot seperti ingin loncat keluar dari tempatnya.
"aaahhh, pantas saja! anda Nyonya Sarah Anderson. maafkanlah atas kesalahan pelayan ku, berapa harga gaun mu? akan aku ganti! " ujarnya.
"heehh! kau sama sombongnya dengan Niken putri! " jawabnya, ternyata wanita itu adalah Sarah Anderson.
mantan model pria pemilik restaurant itu, dia adalah Nori, sahabat dari Niken.
"bagaimana kabar mu Nyonya Sarah? " apa kau tidak cukup puas memarahi kesalahan pelyan ku yang tidak seberapa dengan kesalah yang sudah kau lakukan kepada? "
"diam, jangan bicara lagi! " potong Sarah, dia yang tidak ingin Nori mengungkapkan dirinya mantan napi di hadapan semua tamu di sana pun, memotong perkataan Nori.
"sudahlah, aku maafkan kali ini! " aku tidak ingin membahasnya lagi. " ujar Sarah sambil pergi begitu saja dari hadapan Nori, tanpa membayar makanan yang sudah dia makannya tadi.
"dasar wanita ini tidak berubah, sikapnya begitu arogan dari dulu! " batin Nori.
kehidupan Nori beralih profesi menjadi pengusaha restaurant di negara B, dia bukan lagi Agency model seperti dulu, setelah dia di khiantai oleh kekasihnya, kehidupannya berubah.
sampai detik ini, dia tidak ingin menikahi siapapun. dia lebih menyibukkan diri di restaurant yang ia kelolanya, walau tidak sesukses dulu, tapi hidupnya sekarang cukup santai.
diapun sudah tidak bertemu dengan sahabatnya cukup lama, dia seolah mengasingkan diri semanjak di khiantai oleh seorang Nancy.
"bagai mana kabar mu Nike? sudah lama kita tidak bertemu, semoga kalian baik-baik saja. " batinnya.
"tuan, saya mohon maaf atas kejadian tadi, saya tidak sengaja, karena kesalahan saya, tuan jadi kena marah wanita itu. " ujar seorang pelayan tadi.
Nori tersadar dari lamunannya, dia pun menepuk pundak pelayan tadi seraya berkata. " sudah lah! aku tidak apa-apa. " kamu bereskan meja ini! " titah Nori, yang menyuruh pelayan itu memberesakan meja bekas Sarah Anderson tadi.
"baik tua. " sekali lagi terimakasih tuan! " ucap pelayan tersebut, yang melihat Nori sudah beranjak meninggalkan dirinya.
__ADS_1
Nori pun melambai tak menoleh. para tamu yang ada di sana pun mereka hanya sesekali melirik Nori, tak memperdulikan.
Bersambung...