"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"hatimu tidak bisa berbohong! "


__ADS_3

"Nike, kejadian itu sudah lama sekali, tidak ada gunanya kamu marah juga toh sekarang Jeslyn juga sudah tidak ada di negara ini bukan?, dan di mana rimbanya juga kami gak tau! " ujar Nori.


Niken terkejut dengan ucapan Nori setahu dia, dia tidak pernah memberi tau Nori soal masalah hubungan suaminya dengan wanita itu.


"kau! tau dari mana masalah ini? " bentak Niken kecewa, Niken menaruh curiga kepada Nori.


"aku tidak pernah menceritakan hal ini kepada siapapun tidak terkecuali kamu! Jangan-jangan semua kejadian di hotel dan surat kaleng itu ada hubungannya dengan mu! " batin Niken.


karena sewaktu kejadian kejadian tersebut itu, Nori muncul tepat di tempat kejadian.


sewaktu surat kaleng yang di tulis di halaman rumah Ayah angkatnya, Nori muncul setelahnya.


dan begitu juga sewaktu dirinya mengunjungi hotel yang menampilkan vidio perselingkuhan suaminya dengan Jeslyn pun, Nori pun ada di hotel tersebut, dan menghilang begitu saja.


kecurigaan Niken kepada Nori memang beralasan.


Kaki Niken langsung lemas seperti tiada tenaga. Tubuhnya hampir terjatuh, tetapi dengan sigap Nori menangkapnya.


"Nike, ada apa denganmu? sudah lah Nike jangan keras kepala, aku tau kamu tidak bisa membohongi perasaanmu. pikirkan putra kalian. " ujar Nori.


Niken yang masih menaruh curiga pun, cepat cepat menepis tangan sahabatnya itu dari tubuhnya.


"katakan kepadaku, siapa yang memberi tahu masalah rumah tangga ku kepadamu? " hardik Niken.


"bukannya kamu sendiri yang menceritakannya kepadaku! " jawab Nori dengan santai.


Kaki Niken mundur satu langkah dari hadapan Nori.


Dia berpikir tidak pernah menceritakan permasalah ini dengan siapapun termasuk Nori.


"Mulai sekarang jangan pernah lagi mencariku! teriak Niken kepada Nori, sambil dia mengambil tas tangannya lalu pergi begitu saja dari hadapan Nori.


"dugaan ku benar, yang melakukan semua itu adalah sahabat ku. sebenarnya apa maksud semua ini? apa dia merasa bersalah selama ini dia ikut menutupi kesalahannya, dan dia belakangan merasa bersalah terus membuka kebohongan yang sudah di tutupi sekian lama! " aku benar-benar tidak mengerti, tidak ada lagi yang bisa aku percaya sekarang.


Batin Niken terus bergejolak berprasangka yang lain-lain kepada sahabatnya.


sedangkan Nori hanya bengong melihat sikap aneh dari sahabatnya.


"ada apa dengannya? kenapa tiba-tiba marah kepadaku! aku kan hanya menasihatinya." batin Nori.


di parkiran Niken bergegas membuka pintu kendaraannya sepasang mata sedang mengawasi dirinya.


"Niken! " seru seseorang sambil menutup mulut oleh salah satu telapak tangannya.


tidak berapa lama, Niken melajukan kendaraan nya melesat keluar dari parkiran Cafe tersebut.


"heemmm, " N" Cafe! " ini yang selalu di perbincangkan di sosial media, aku jadi penasaran siapa pemilik Cafe ini? " apa itu Niken? "


ucap seseorang di dalam mobilnya, dia berbicara sendiri.


Orang itu pun keluar dari dalam mobilnya. Dia berjalan memasuki "N" Cafe. Yang dia pikir Cafe tersebut adalah milik Niken.


"sudah berapa lama aku meninggalkan negara ini!" Batinnya.


"Selamat datang Nyonya! " silahkan. " ujar Nori menyambut tamunya yang baru sana memasuki Cafe nya.

__ADS_1


wanita itu hanya tersenyum mengangguk.


Dia memilih tempat duduk yang dekat dengan bartender.


"silahkan." Nori menyodorkan handuk hangat beserta menu.


"Terimakasih." jawab wanita itu.


"sepertinya wanita ini bukan berasal dari negara ini." Batin Nori sambil menatap wanita di hadapannya.


yang memang memiliki wajah eropa yang cukup cantik walau sudah terlihat berumur.


"aku seperti mengenal pria ini! " dia kalo tidak salah temannya Niken. " batin wanita itu sambil melirik wajah Nori yang sedang asyiik mencuci peralatan Cafe di hadapannya. di dalam bartender tersebut.


karena para pegawainya belum pada datang. dia berinisiatif melakukan pekerjaan itu.


"Tuan" ucap wanita itu memanggilnya.


"Iyah Nyonya'


" saya mau pesan ini, ini dan ini! " ucap wanita itu menunjukkan pesanannya di buku menu ke arah Nori.


Nori mengangguk-angguk kepalanya tanda mengerti.


"Baiklah, pesanan anda akan datang sebenar lagi, mohon menunggu! " ucap Nori sambil beranjak meninggalkan tamunya sendiri.


Di Cafe tersebut memang belum ada pengunjung yang lain.


Dia berdiri melihat-lihat isi dari Cafe tersebut.


"hey Will, tolong kamu buatkan ini. " jangan lama-lama. kalo sudah selesai panggil saya.


"Baiklah Tuan. " jawab koki tersebut, dengan cekatan dia mengolah bahan-bahan untuk menjadikan sebuah hidangan yang tertulis di atas kertas tadi.


Di pintu dapur, seorang karyawan yang baru saja datang menyapa keduanya.


"oow kebetulan kamu sudah datang, coba kamu bikinkan minuman ini. " perintah Nori sambil memberikan tulisan ke tangan karyawan wanitanya.


"Baik Boss. siap laksanakan. " di tunggu. "


"heemm, baiklah. "


Nori pun bergegas keluar, seperti biasa dia hanya akan berdiri di bartender, atau duduk di ruangan khususnya di Cafe tersebut.


sekarang dia melihat tamunya sedang mencoba memasukan kode lagu ke dalam rekorder karaoke. setelah dia memasuki lembaran uang kertas ke mesin khusus.


Dia pun bergegas menghampiri tamunya.


"Nyonya, biar saya bantu! " ucap Nori, sambil meminta remote dari tangan wanita itu.


"silahkan, tolong masukan kode ini. " ujar wanita itu sambil menunjukan sebuah no yang tertera di samping judul lagu yang akan dia nyanyi kan.


setelah beberapa sa'at, Nori berhasil memasukan 6 digit no kode lagu, dan suara musik pun mulai terdengar.


wanita di samping Nori pun tersenyum. Nori memberikan mix kepada tamunya, dia pun bergegas ke belakang bartender sambil memberikan tepuk tangan kepada tamunya.

__ADS_1


Cafe nya memang di rancang untuk bisa berkaraoke juga, dengan membeli lagu yang ada di menu lagu para pelanggan harus memasuki uang kertas ke dalam mesin khusus jika ingin menyanyikan sebuah lagu.


tetapi kadang-kadang ada live musik juga yang di adakan setiap hari weekend.


"N" Cafe memang terbilang cukup di jadikan tempat nongkrong favorit di kota tersebut.


tidak hanya kalangan anak muda saja yang suka berkunjung ke Cafe nya, banyak kalangan lain juga yang sering menghabiskan waktu dan uangnya mereka di Cafe N.


sedangkan di tempat lain, Niken yang sudah sampai di kediaman orang tua angkatnya langsung memasuki kamarnya.


dia mencoba mengingat-ingat kejadian tempo hari.


"*surat kaleng, dan Nori tiba-tiba muncul setelah sekian lama kita tidak bertemu.


" lalu seterusnya, telphon misterius!


"vidio di kamar itu*! "


batin niken, terus mondar-mandir sendirian di dalam kamarnya.


"Treett! " treettt! " suara getaran handphone mengejutkan dirinya.


Niken menatap layar ponsel nya.


"no tidak di ketahui"


angkat atau tidak, pikiran nya menjadi ragu. dia berpikir ini pasti dari orang itu.


tapi karena penasaran yang begitu besar, Niken pun mengangkat panggilan dari no tidak di kenal tersebut.


"hallo nyonya Shinoda! " suara berat dari seorang laki-laki di sebrang sana.


" kamu? "


"hahaha! rupanya kau masih mengingat suaraku! "


"siapa kamu sebenarnya? " apa mau mu? "


"tenanglah, jangan berani berteriak di telingaku, aku menghubungi mu hanya ingin memberi mu peringatan! hati-hati jangan pernah kembali ke kediaman Shinoda, jika kamu tidak ingin terkena imbasnya. " karena wanita yang selama ini di campakan oleh suamimu, akan menuntut haknya! "


ucap pria itu sambil memutuskan panggilan nya sebelah pihak.


"hallo, hallo, halooo! "


dengan hati yang kesal dan khawatir Niken menghempaskan ponselnya ke atas tempat tidur.


lagi-lagi kejadian ini secara kebetulan, dia baru saja kembali dari tempat sahabatnya.


setelah dia mendengar sahabatnya menyuruh dirinya kembali kepada suaminya.


secara kebetulan pula, no misterius menghubungi nya menyuruh sebaliknya.


Dia berpikir itu siasat Nori supaya dirinya tidak menaruh curiga.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2