"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"kau merindukannya! "


__ADS_3

Sesampainya di rumah Jesyca langsung masuk ke dalam kamarnya.


"Jesy, Jesyca dari mana saja kamu! " teriakan ayahnya, membuat wajah Jesyca kesal.


"Ayah! kenapa teriak-teriak begitu. " jawab Jesyca dari dalam kamar. sambil membuka pintu kamarnya.


"Ayah tanya, apa yang sudah kamu lakukan tadi di Cafe dengan Aldo? " tanya ayahnya.


"kenapa ayah tau apa yang aku lakukan hari ini? " batin Jesyca.


"Jawab ayah, apa yang kamu lakukan tadi? " sekali lagi Alex menanyakan hal tersebut kepada Jesy dengan tidak sabar.


"Aku hanya mengunjungi Cafe Aldo bersama Nicolas. " jawab Jesy.


"bukan itu yang ingin ayah dengar! apa kamu berhubungan dengan Aldo? " tanya nya penuh emosi.


"apa yang ayah katakan? kenapa ayah tau aku! "


"diam kamu, berhenti bermain main dengan Aldo!" Bentak Alex.


"sekarang kamu tidak boleh kemana-mana selama satu minggu, diam di kamar mu. jika perlu apa-apa suruh para pelayan melakukannya! " Teriak Alex sambil mengunci Jesy di kamar nya.


"Ayah! Ayah! jangan lakukan ini.


Teriakan Jesy dari dalam.


Tetapi Alex tidak mau mendengarkannya.


Seorang wanita menatap keributan tersebut dari bawah tangga, dia hanya berdiri mematung tidak bersuara apa-apa.


Jesyca pun melihat itu.


"kenapa ibu hanya berdiri saja di bawah! " tidak berkomentar apa-apa? "


Batin Jesy.


Alex menuruni tangga dengan rasa kesal.


"Awasi anak itu dengan baik! jangan sampai menggagalkan rencana kita. " Pekiknya di hadapan wanita yang berdiri itu.


"suamiku, apa kita tidak terlalu keras padanya? " tanya wanita itu.


"Kamu tidak mengerti Bi.." menutup mulutnya. Jeslyn, ! ucapan Alex terhenti dan segera meralat ucapannya kembali.


Karena salah mengucapkan nama kepada istrinya.


"Apa kamu masih mengingat wanita itu! " tidak bisa melupakannya? " ujar Jeslyn, sambil matanya mendelik ke arah Alex dan


seorang pelayan yang kebetulan ada di sana, pelayan tersebut pun melirik dengan ekor matanya mendengar pertengkaran Alex dan istrinya.


Alex tau, istrinya itu memberi isyarat kepada dirinya.


"Jes, sudah lah jangan bahas lagi soal itu! " tolong kau jaga putri mu itu. " ucapnya sambil beranjak meninggalkan Jeslyn sendirian di sana.


Bibir Jeslyn tersenyum miring penuh arti.


"wanita yang sangat ku benci, tapi sekarang aku memakai nama dan wajahnya! sungguh menggelikan. "


Jeslyn pun beranjak memasuki kamarnya. Sedangkan seorang pelayan tadi menatap nyonyanya dengan penuh pertanyaan.

__ADS_1


Dia tau putrinya sedang di kurung di dalam kamar oleh suaminya, tapi dia malah terlihat cu'ek biasa saja.


Pelayan tersebut sudah lama melayani keluarga itu, dia juga tau betul sikap nyonyanya sejak awal.


"kenapa sikap Nyonya sekarang begitu dingin." batin pelayan tersebut.


Sedangkan di dalam kamar Jesyca hanya merengut kesal dengan sikap ayahnya yang memperlakukan dirinya seperti tahanan.


"ayah benar-benar tidak sayang denganku, dia memperlakukan ku seperti penjahat! " aku benci ayah! " batin dan teriakan Jesyca, sambil melempari pintu oleh barang-barangnya.


"kenapa ayah melarang ku berhubungan dengan Aldo, sedangkan Aldo kan anak angkatnya. " aku juga melihat ayah begitu dekat dengan Aldo. " terus apa salah nya jika aku ada hubungan dengannya, bukan kah itu bagus? "


Batin Jesy.


Akhirnya dengan kesal dia naik ke atas kasur membantingkan badannya di atas tempat tidur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


**Kembali ke kediaman dokter Lauren**


"Dok, apa sebaiknya kita lakukan oprasinya sekarang juga?" aku sudah tidak sabar. " ujar Michel kepada dokter Lauren yang sedang duduk santai di sebuah kursi goyang di taman belakang rumahnya sambil membaca buku.


Dokter Lauren tercengang.


Tadinya dia tidak ingin mengubah wajah dari Michel yang kedua kalinya.


Takutnya oprasinya akan gagal.


"Bu Michel apa kau yakin dengan keputusanmu? " tanya nya.


"saya sangat yakin, demi membalas rasa sakit hati saya, saya rela di oprasi berkali-kali juga. " Jawab Michel.


"oprasi yang akan kita lakukan sekarang sangat beresiko. "


" Baiklah kalo begitu. Besok kita mulai oprasinya. " ujar dokter muda dan cantik itu.


"Dokter Lauren, kamu tenang saja, setelah aku menguasainya lagi aku pasti akan melepaskan adikmu dari perbudakan keluarga itu. " ucap Michel.


Dia tau dokter Lauren sa'at itu sedang memegang sebuah poto masa kecilnya, yang terdapat di sana dua orang gadis kecil yang sling tersenyum satu sama lain.


Michel menebak, gadis kecil yang berada di poto tersebut adalah adiknya dokter Lauren yang di jadikan budak oleh keluarga Achille atas kesalahan kedua orang tuanya dulu.


Dokter Lauren pernah bercerita kepadanya tempo hari.


Jadi bisa di katakan, dua orang wanita ini mempunyai dendam yang sama terhadap Alexandre Achille.


Dokter Lauren pun meneteskan air matanya haru, selama ini dia tidak mempunyai teman untuk berbagi penderitaannya.


Sekarang dia tidak sia-sia menyelamatkan hidup wanita di hadapan nya.


Dia bisa berbagi penderitaan. pikir nya.


Keesokan harinya, dokter Lauren dan beberapa teman dokter lainnya pun benar-benar merombak wajah dari ibu Michel menjadi wajah baru dan terlihat lebih muda dari sebelumnya.


Dia dokter Lauren memang sangat ahli dalam bidang tersebut. bersyukur tidak ada resiko yang serius yang di alami ibu Michel, sekarang tinggal menunggu beberapa hari untuk membuka perban yang membalut wajah ibu Michel.


"sekarang ibu sudah menjadi orang yang betul-betul berbeda! laki-laki itu tidak akan mengenali dirimu. " batin Lauren sambil menatap ibu Michel yang sedang terbaring akibat pengaruh obat biusnya.


"semoga ibu bisa mengeluarkan adikku. "


aku berharap banyak kepada ibu. "

__ADS_1


Batinnya. Dia dulu pernah ingin membebaskan adiknya dari perbudakan Achille.


Tapi laki-laki itu terlalu licik, dia pun harus rela kehilangan kedua orang tuannya karena kecerobohan dirinya waktu itu.


perjanjian antara Alexandre Achille dengan dirinya dulu, membuat dirinya kalah telak dan kehilangan ibunya karena serangan jantung, mendapatkan putri kecil nya harus menjadi budak keluarga Achille selamanya.


dokter Lauren menggeram karena kesal membayangkan waktu itu.


"*aku terlalu percaya dengan pria itu, tapi ternyata dia lebih licik dari pemikiran ku. "


"pria kejam, berdarah dingin! " mati saja kau*. "


umpat dokter Lauren.


___________________________________________


Di negara berbeda, Niken dan Nori sedang duduk berhadapan di meja Bar.


Niken menatap sekeliling restauran yang di miliki Nori.


"Nik, mau minum apa? " ujar Nori.


Niken yang duduk di bar menghadap ke arah Nori tersenyum.


"apa saja. " jawabnya.


"ternyata kamu bisa juga mengelola Cafe ini dengan baik. " ucap Niken.


"aah, ini hanya terpaksa awalnya, karena aku bingung mau berbisnis apa! " tapi setelah aku pikir-pikir lagi, setelah aku jalanin ternyata asyik juga lho. "


"hemm, ini lumayan bagus. " ucap Niken sambil berdiri dan melihat-lihat area dalam Bar.


"tidak! bisnis mu tentunya jauh lebih bagus dari pada Cafe ku ini. " ngomong ngomong bagai mana keadaan Nyonya Simon? apa dia baik-baik saja? belakangan aku jarang mampir ke rumah mu. Ma'af. "


"tidak apa-apa"ibu baik-baik saja, hanya kadang kala tensinya sedikit tinggi. mungkin karena dia merindukan ayah. "


"Iyah, sudah satu tahun sejak hari itu. "


"hemm, tapi aku merasa ayah masih bersama kami. "


Ucap Niken. matanya menatap kosong.


Sudah tiga tahun juga dia tidak kembali ke kediaman Shinoda.


Sejak hari itu, dia berusaha menghindari suaminya.


"sudah lama juga, aku tidak melihatnya. " batin Niken.


"hey, nyonya Shinoda. " ujar Nori sambil melambaikan tangannya di hadapan wajah Niken.


" iyah! Saya! " jawab Niken terkejut, dan tiba-tiba saja dia menjawab dengan panggilan tersebut yang sudah lama dia ingin tinggalkan.


Niken pun tersentak dengan ucapannya sendiri, begitu juga dengan Nori.


Mereka saling tatap.


"Nike, mengaku lah, aku tau kamu merindukannya! " sekarang sudah saatnya kamu memaafkannya. " ujar Nori, dia tau sahabatnya itu sedang merindukan suaminya.


Niken dia tidak terasa, air matanya berkaca. Dia menjawab. "Tidak! " sambil memalingkan wajah dari hadapan Nori.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2