"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"selalu membatasi! "


__ADS_3

Dengan wajah dingin, Al menghampiri satu gadis yang duduk di tengah yang menanyakan namanya tadi.


Dia menyondongkan badannya sehingga wajah mereka berjarak hanya beberapa senti, tanpa tersenyum sedikitpun, matanya menatap tajam.


Mata gadis itu terpejam, kedua tangannya mengepal.


Dan kedua gadis di sampingnya menggeser tempat duduk. Menjauhi temannya yang sedang berhadapan dengan Aldo.


"*pria ini sudah tidak waras! "


"pria ini begitu tampan*. "


Batin kedua gadis, yang satunya beranggapan Aldo tidak waras dan yang satunya malah menganggap Aldo tampan.


Lama Aldo menatap gadis di hadapannya. Bibirnya tersenyum miring.


"tidak ada yang semenarik Jesy! batin Aldo.


Tiba-tiba dia tersenyum, mengingat kelakuan Jesyca ketika sedang marah kepada dirinya, karena sikapnya yang aneh itu.


Seketika itu, dia gadis itu membuka matanya, karena terdengar samar suara Aldo yang tersenyum.


"Cup! " Tiba-tiba dengan berani gadis itu mencium pipi sebelah kiri Aldo.


Entah dia dapat keberanian dari mana? yang membuat Aldo terperangah.


Sikap gadis itu sungguh sangat mengejutkan dirinya.


Jesyca dan Nicolas saling tatap, wajah Aldo tiba-tiba memerah.


Memerah bukan karena malu, tetapi memerah karena marah. selama ini tidak ada yang berani menyentuhnya, tapi gadis di hadapannya malah mencium dirinya.


Padahal dia berbuat seperti tadi, hanya untuk menakuti gadis tadi, supaya tidak menanyakan apapun lagi tentang dirinya.


Jesyca dengan tanpa pikir panjang, dia berlari menghampiri Aldo.


"gadis itu mencari masalah dengan Al, sepertinya badai besar akan di mulai! " batin Nicolas.


Tapi sesaat dia tersadar, seorang Jesy sudah menyelamatkan badai tersebut.


Jesy menarik tangan Aldo, lalu mencium bibir Al di hadapan 3 gadis itu. Membuat semua orang terperangah menatap hal tersebut.


Terutama Aldo, dia yang memang menyimpan perasaan kepada Jesyca begitu terkejut.


Tidak menyangka, akan ada hal seperti itu.


Nicolas geleng geleng kepala.


"Al, Al! " aku tau kamu selalu memendam perasaan itu. sekarang kamu boleh senang, karena Jesy mencium mu. " batin Nicolas dia pun sambil tersenyum.


"Nona! jangan berani berani mendekatinya " dia adalah kekasihku. " maaf sebaiknya jika anda mempunyai perasaan lebih baik menghindar dari sekarang! " Ucap Jesyca kepada gadis yang mencium pipi Al tadi.


Tentu saja membuat gadis itu mendengus kesal dan malu, wajahnya memerah.


Tetapi berbeda dengan yang di rasakan Al.


"Deg, Deg! " jantungnya seolah mau loncat keluar mendengar ucapan Jesyca. saking senangnya.


Aldo merasa begitu sangat kegirangan mendengar ucapan itu. Walaupun dia tau Jesyca berbuat seperti itu karena takut dirinya membuat keributan dengan gadis-gadis itu.


Tapi setidaknya dia tau kalo Jesyca perduli dengan dirinya.


"hey, apa yang kau katakan? " bisik Al..


"kamu diamlah! " imbuh Jesy juga dengan sama membisikan di telinga Al.


"aku sedang menyelamatkan hidupmu dari gadis-gadis ini! "


Aldo tersenyum.

__ADS_1


Terlihat jelas di matanya begitu sangat ingin di perlakukan seperti itu oleh Jesy.


Sedangkan di table lain, seseorang sedang mengawasi mereka berdua.


"tuan, ternyata yang mempunyai hubungan dengan non Jesy itu Aldo! " tulis seseorang di ponselnya.


seorang pria mengirimi pesan kepada Alex. pria itu adalah seseorang yang di tugaskan untuk mengamati gerak gerik Jesyca selama ini.


Alexandre seolah memang membatasi lingkup gadis itu.


Dia harus tau, anak gadisnya itu pergi kemana saja, dan apa yang di lakukannya, dengan siapa saja dia berhubungan.


Setiap hari di awasi oleh orang-orang yang berbeda. semua itu untuk menjamin kerahasiaan dari putrinya bahwa ayahnya mengirim seseorang di belakangnya.


Tetapi saat pria itu mengawasi Jesy, Nicolas kebetulan sekali menatap pria itu penuh curiga.


"pria itu! itu pasti suruhan Alex"


batin Nicolas.


"hidup kalian memang tidak mudah, mempunyai orang tua yang begitu tidak memberi ruang kebebasan untuk kalian. "


Batin Nicolas, sambil masih tetap menatap Aldo dan Jesy yang berjalan ke arahnya bersamaan.


Sedangkan ketiga gadis itu saling berbisik sambil menatap ke arah keduanya.


"Al, lihatlah pria di pojokan itu, apa kau mengenal nya? " bisik Nicolas.


Sesaat Aldo merunduk, dan mengintip dengan sudut ekor matanya.


"hem, aku sepertinya mengenal pria itu! " tapi aku lupa di mana? " balas Aldo berbisik kepada Nicolas.


Sedangkan Jesy, dia meneguk minumannya.


"kita buat rencana, dan mari menghajarnya. Apa kamu berani? " ujar Nicolas.


"seharusnya aku yang bertanya pada mu! " balas Al.


Sesekali dia tersenyum ke arah Jesyca karena gadis itu tidak akan tau rencana keduanya.


Aldo menarik tangan Jesyca keluar dari Cafe itu dengan tiba-tiba, sedangkan Nicolas tersenyum mengawasi satu pria yang duduk di pojok Cafe tadi.


Benar saja, pria itu bergegas mengikuti teman-temannya.


Nicolas pun mengikuti pria itu.


"kena kau! " sudah lama aku tidak olahraga. " batin Nicolas.


Sikapnya menjadi sangat keras semenjak kenal dengan Aldo.


Mereka berdua, sering mencari masalah dan itu mereka lakukan dengan sengaja untuk memancing perkelahian.


Nicolas mengirimi pesan singkat.


"Al, mangsa mengikuti mu! " Nicolas.


"heemm, baguslah! " kamu siap-siap! " Aldo.


"hitungan ke dua puluh! " Nicolas.


"siap! "


Sedangkan Jesyca berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Aldo.


"hey! lepaskan, ada apa dengan mu! "


teriak Jesyca.


"Jes, sebenarnya ada hal yang ingin aku katakan padamu! " Aldo berkata, diapun berhenti, sudut ekor matanya melihat seorang pria yang berjalan santai di samping.

__ADS_1


Jesyca menatap tingkah Aldo yang aneh, dia menunggu ucapan yang akan di katakan Aldo.


"18, 19, 20! " bruuuukkkk! " hantaman kaki Aldo tiba-tiba mengenai dada orang tersebut hingga tersungkur jatuh.


"SET; GEP! " Nicolas menangkap kerah pria yang baru saja tersungkur oleh tendangan Aldo.


"aaauuuu!!! apa-apaan kalian ini! " teriak Jesy.


"tidak apa-apa, pria ini ketahuan menguntit mu Jes! " ujar Nicolas.


"benarkah! " Jesy menatap pria asing itu.


"apa kau mengenalnya? " tanya Aldo gantian.


Jesyca menggeleng kepalanya. Tanda dia tidak mengenali pria di hadapannya.


Pria itu terus saja meringis memegangi dadanya bekas tendangan Aldo yang mematikan tadi.


"katakan! siapa kamu! kenapa mengikuti kami! " tanya Aldo.


Nicolas masih memegang kerah belakang baju dari pria itu sambil melipat kan tangan satunya ke belakang.


"katakan pada kami! siapa kamu? " tanya Nicolas sekarang.


Pria itu menggeleng kepalnya, sorot matanya jelas sedang ketakutan.


"Bruuukk! sekali lagi, Aldo menghantam perut pria itu.


Lagi-lagi dia meringis menahan kesakitan.


Jesyca menutup matanya, dia tidak tega melihat pria yang kesakitan itu.


Dia ingin sekali menghentikan aksi kedua sahabat nya itu. Tapi percuma, mereka tidak akan bisa di hentikan jika belum mendapatkan keinginan mereka.


Nicolas makin menekuk tangan pria itu, makin mengencangkan cengkraman tangannya.


"katakan, kenapa kamu mengikuti kami! " tanya Nicolas bergantian.


"jika kau tidak katakan aku akan mematahkan leker mu! " grek! suara dari tangan orang tersebut berbunyi.


"baiklah! aku akan katakan. " teriaknya. dia merasakan kesakitan.


"good! " terlihat senyum sinis di wajah Nicolas dan Aldo.


"nona, tolong aku selamatkan lah aku! " teriak orang tersebut malah memohon ke hadapan Jesyca.


"hey! apa kau sudah tidak waras! katakan jangan membuatku marah! Buuukk! " teriakan Aldo di susul dengan pukulan di wajah pria itu.


"Tuan Achille! teriaknya.


Seketika Nicolas melepaskan tangan orang tersebut, dia mendengar dengan jelas perkataan orang itu.


" benar kan aku tidak akan salah! " dia memeng suruhan Alex! "


Begitupun dengan Aldo, dia melongo setelah mendengar nama itu juga.


" Ayah angkat!" batinnya.


Terasa pegangan Nicolas kendor, pria itu tidak menunggu kesempatan kedua kali.


Secepat kilat dia melepaskan diri dari cengkraman lawan.


"SET, Buuk! " tubuh Nicolas di dorongnya hingga terjatuh.


"berhenti! " teriak Jesyca.


dia bergegas menghampiri Nicolas yang sedikit meringis karena terjatuh.


Sedangkan Aldo, dia masih tercengang berdiri di tempatnya setelah mendengar nama tersebut di sebut oleh pria tadi.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2