"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"aku akan balaskan dendam ibu! "


__ADS_3

Syam berdiri mematung melihat pemandangan yang mengharukan di depan matanya. Sungguh ironis nasib sahabatnya itu.


"ibu, maafkan aku bu. " semua ini salah Al. " ucap Al sambil memegang wajah Michel.


"tidak jangan bicara seperti itu, semua ini atas kesalahan ibu." ibu yang sudah percaya dengan Alex!" Jawab Michel sambil memegang tangan Aldo yang memegang wajahnya.


Merekapun saling melepaskan pelukan, Michel terlihat begitu bahagia melihat putranya. Dan juga Al, dia benar-benar tidak menyangka ibunya selama ini berada begitu dekat dengannya.


"aku akan balaskan dendam ibu pada pria itu bu!" lihat saja pria itu akan menderita seperti yang ibu alami! " ucap Al penuh emosi.


Michel menatap putranya, dia tidak ingin melibatkan putranya untuk membalas kejahatan Alex.


"jangan lakukan apa-apa, hiduplah dengan baik. " ujar Michel dengan menyedekapkan tangannya di hadapan putranya.


"Kenapa bu? "


"ibu tidak ingin menghancurkan masa depan mu dengan mengotori tangan mu oleh pria seperti itu! "


"ibu sudah mempunyai rencana besar! jadi kamu tenanglah, jangan berbuat nekad. " jadi ibu minta kamu hanya berpura-pura mendukungnya. "


Perkataan ibunya membuat Aldo tidak suka.


Dia tidak ingin ibunya terlibat kembali dengan kehidupan Alex.


Tetapi dia tidak bisa untuk bantah selain mengangguk menyetujui ibunya, karena tidak ingin membuat ibunya kecewa.


Lama mereka berbincang satu sama lain, melepaskan kerinduan antara anak dan ibu.


Syam yang sedari tadi hanya memperhatikan keduanya di ruangan yang sama.


Sedangkan Dokter Lauren melihat dari kejauhan di sebuah ruangan di atas mereka dari jendela kaca, ada sebuah ruangan khusus di ruangan rahasiah itu.


Dokter Lauren bukannya tidak ingin turun, tetapi dia merasa segan karena kejadian kemarin malam. Membuatnya merasa itu sebuah kesalahan yang seharusnya tidak terjadi antara dirinya dan anak itu pikir nya.


Berbeda dengan Aldo, dia menaruh harapan kepada dokter Lauren. Dia sudah memberikan hatinya kepada dokter itu sejak kemarin.


Aldo melirik dengan ekor matanya ke atas jendela kaca, bukan Aldo namanya jika dia tidak tau seseorang sedang mengawasinya diam-diam.


Mata Aldo teralihkan kepada seseorang yang sejak tadi hanya diam tanpa berbicara di ruangan itu.


"aah, ibu sampai melupakan nya, dia adalah sahabat ibu sejak lama. " namanya Syamsul panggil dia om Syam. " ujar Michel kepada Aldo.


Syam yang mendengar namanya di panggil, dia menghampiri keduanya dan menjabat tangan Aldo.


"Dia orang yang menjaga ibu sewaktu ibu mengandung mu dulu. " ujar Michel.


"Kamu sangat mirip dengan Ayahmu! " ujar Syam nyeletuk bicara soal ayahnya Aldo, membuat Aldo melirik ibunya meminta penjelasan, siapa Ayahnya?


Michel membulatkan matanya ke hadapan Syam, dia yang tidak ingin melakukan kesalahan yang kedua kali dengan Novak pun langsung mengalihkannya.


"Iyah, ayah mu sudah meninggal! " ujar Michel sambil berdiri membelakangi putranya dan Syam.


Syam menyadari ucapannya, dia tau sahabatnya belum siap untuk memberi tahu soal Novak.

__ADS_1


"Iyah, Kamu seperti mendiang Ayah mu! " ujar Syam meralat ucapannya tadi.


"siapa nama ayahku bu? " tanya Aldo.


"dia, dia adalah Jillan nama Ayah mu Jillan. " jawab Michel gugup.


"Jillan? " pria berengsek itu! " batin Syam.


"tunggu, bukannya dia sudah meninggal beberapa tahun yang lalu! " batin Syam, dia teringat pernah membaca sebuah berita di website bahwa seorang mantan model pria bernama Jillan tewas dalam kecelakaan mobil beruntun tempo hari.


Aldo menatap sikap ibunya yang gugup, terlihat jelas di mata Aldo ibunya sedang menutupi sesuatu.


Tetapi Al hanya bisa mengiyakan nya.


"ibu ada apa ini? apa mungkin ayahku tidak menginginkan ku! " batin Al.


Sesaat Al merasa kecewa dengan ibunya, tetapi dia pun tidak ingin membebani pikiran ibunya yang sudah banyak menderita selama ini.


Mata Aldo tidak sengaja melirik ke atas jendela kaca yang di mana Dokter Lauren menatapnya dari balik tirai.


Aldo menatap nya ke ruangan tersebut. Michel menatap ke arah yang sama.


"apa kamu ingin menemui dokter Lauren? " tanya Michel.


Dengan tersenyum dalam hati, Aldo menjawab.


"Iyah bu, aku ingin berterimakasih kepada dokter Lauren, karena sudah menjaga ibu selama ini. " ujar Aldo.


Aldo mengangguk, diapun berjalan ke menapaki tangga menuju ruangan dokter Lauren tadi.


Dengan gugup dokter Lauren berdiri di belakang pintu, dia pun mengintip Aldo dari balik kaca.


"untuk apa dia menemuiku! " batinnya kesal.


Dia yang sengaja menghindari Aldo, malah anak itu sengaja ingin menemuinya.


"tok tok tok! " suara ketukan pintu di luar, Aldo yang sudah berdiri di balik pintu tersenyum penuh arti.


"apa kau sengaja tidak ingin menemuiku karena kejadian semalam? " ujar Aldo suaranya sedikit pelan.


Dokter Lauren tidak bersuara di dalam.


"bukalah, jika tidak aku akan berteriak karena kejadian itu! " acam Aldo.


Membuat dokter Lauren tidak punya pilihan, dia yang tidak ingin ibu Michel tau kejadian semalam pun akhirnya membuka pintu tersebut.


Aldo tersenyum senang, dokter Lauren sengaja tidak menutup kembali pintu ruangan itu.


Tetapi Aldo malah sengaja berdiri di hadapan dokter Lauren dengan begitu dekat, sehingga wajah dokter cantik itu hampir menyentuh wajah Aldo, beruntung kedua orang di bawah tidak melihatnya.


"jangan macem-macem, ibumu ada di bawah! " ujar dokter Lauren pelan.


"memangnya kenapa jika ibu tau? " jawab Aldo.

__ADS_1


Dokter Lauren pun terpaksa menutup pintu tersebut, Aldo tersenyum gemas.


"Lupakan kejadian semalem! " ujar dokter Lauren sambil berjalan ke sofa setelah menutup pintunya.


Aldo kecewa dengan perkataan dokter Lauren.


"bagaimana jika aku tidak mau melupakan nya? " tanya Aldo sambil duduk di samping dokter Lauren.


"kamu harus melupakannya! " tekan dokter Lauren.


"tidak! " aku menyukaimu. " jawab Al, sambil menatap dokter Lauren kecewa.


"jangan mempermainkan perasaan ku, jelas-jelas kamu juga menyambut perasaanku semalam. " jika kamu tidak menyukainya kenapa tidak menolak nya dari semalam? " ujar Aldo penuh kekecewaan.


"itu sebuah kekeliruan! " jawab dokter Lauren tegas.


Mendengar perkataan itu membuat Aldo geram, dia tidak tahan di perlakukan seperti itu oleh wanita yang dia sukainya.


"baiklah jika itu sebuah kekeliruan kita lihat sekarang, apa yang akan kamu lakukan! batin Aldo.


Aldo dengan kasar dia menarik badan dokter Lauren dan memeluknya dengan erat.


Lagi-lagi dokter Lauren tidak bisa menolaknya. Dia dengan terkejut menatap wajah Aldo.


" dug dug, jantungnya terasa ingin loncat keluar.


Kharisma pria di hadapan nya membuat dokter Lauren tidak berdaya.


Dia yang baru pertama kali mendapat perlakuan seperti itu dari seorang pria membuatnya seperti gadis remaja yang sedang jatuh cinta.


Walau bibirnya menolak kehadiran Aldo, tapi hati kecilnya memang menyukainya, membuat dirinya tidak berdaya menolak pelukan itu.


Aldo tersenyum, hatinya lega. Ternyata dokter Lauren tidak benar-benar menolak nya.


"jangan katakan lagi ini sebuah kesalahan! aku menyukaimu dengan tulus, aku tidak perduli dengan perbedaan usia kita! " bisik Aldo di telinga Dokter Lauren.


Dokter Lauren tertegun, dia tidak percaya pria muda di hadapannya bisa berkata seindah itu.


Tetapi dokter Lauren teringat dengan tujuannya, seketika itu dia mendorong badan Al. Bersamaan dengan itu, Michel ketuk pintu. Membuat keduanya saling tatap gugup.


*************


Di tempat lain, Niken sedang memandang seorang gadis kecil yang imut nan lucu, dia sedang bermain di halaman rumahnya bersama salah satu babysitter yang sengaja di sewanya hanya untuk menjaga putri semata wayangnya Mike Shinoda.


Niken teringat seorang gadis yang bergelayud di pundaknya tempo hari, wajah nya riang seperti wajah putrinya Mike.


Niken tersenyum mengingat gadis itu, sesaat dia tersedak oleh air minum yang dia minumnya saat itu.


"Deg! jantung nya seketika berdetak begitu kencang.


" Alex! Jesyca! dan Jeslyn. apa mereka? " tidak tidak! aku pasti salah, Jesyca adalah anak Jeslyn dengan Alex! " Iyah itu pasti seperti itu. batin Niken.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2