"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"selama 18thn! "


__ADS_3

Di tempat lain Alexandre Achille sedang berbicara dengan seseorang di dalam dalam telpon.


"Kau sudah tau apa yang seharusnya di lakukan bukan! jika dia masih belum berpisah, buat kedua anaknya membencinya! " titahnya.


Kepada seseorang yang misterius di dalam panggilan telepon tersebut.


Di kediaman Shinoda Niken yang sudah tersadar dari pingsannya, dia menatap kosong pandangannya.


Novak suaminya sedang duduk di sofa memperhatikan Niken. Tanpa ada sepatah katapun untuk mereka ucapkan, hanya kesunyian di dalam ruangan tersebut.


"aku tidak seharusnya berada di sini lagi, suamiku sudah menganggap diriku berselingkuh dengan pria lain! "


"diapun sudah membohongi ku selama ini." Batin Niken.


Niken dia beranjak dari duduknya, menuju ruang ganti. Dia mengambil sebuah koper kecil bermaksud untuk mengambil barang-barangnya dan pergi dari sana.


Setelah bebeapa saat dia keluar menggeret koper kecil di tangannya.


Membuat Novak terperangah menatap istrinya.


"Ada apa dengan mu? " kenapa kamu membawa koper? kamu hendak pergi kemana? " tanya Novak.


"Sudah tidak ada tempat lagi di sini untuk ku! " aku sudah menghianatimu. Jadi sudah seharusnya aku pergi. "


"Apa maksud mu? " jadi benar kamu sudah bermain dengan pria ini! " tanya Novak menahan amarah sambil memegang poto Niken bersama pria lain.


Dan meremasnya.


"sudah ku duga, dia bukannya meminta ma'af atas kesalahannya, malah dia percaya aku sudah benar-benar menghianati nya!. " Batin Niken.


Dia sudah benar-benar kecewa rupanya dengan suaminya.


"Kamu tidak boleh pergi kemana pun, ini rumahmu. " apa kamu benar-benar mencintai pria itu Nike? "


"Iyah aku benar-benar mencintai, sampai-sampai aku lupa diri! " jawaban dari Niken di luar dugaan Novak.


Sebenarnya kata-kata itu bermaksud untuk menyindir suaminya.


Novak kaget.


Istri yang selama ini berbicara lemah lembut, sekarang berubah menjadi wanita yang berbeda.


Sebenarnya Niken sengaja berkata seperi itu karena rasa marahnya kepada suaminya.


"Baiklah kalo begitu, silahkan lakukan apa yang kamu inginkan! " ucap Novak penuh amarah.


Niken yang mendapat suaminya tidak menghalanginya untuk pergi, dia betul-betul sudah sangat kecewa. Dalam hatinya berharap suaminya menghalanginya dan menanyakan kesalahan apa yang sudah di perbuatnya!


Semua kesalahan dia limpahkan kepada dirinya. Apa sebenarnya dia tidak tau bahwa dirinya begitu butuh penjelasan atas perselingkuhannya dengan Jeslyn.


Tanpa pikir panjang lagi, dia Niken keluar dari kamar yang selama ini menjadi saksi cintanya dengan Novak.


Sejenak dia berhenti, sesaat dia menoleh ke sekeliling ruangan tersebut, Novak yang masih di liputin rasa marah dan kecewa


dia hanya menundukkan kepalanya, enggan menatap kepergian istrinya.

__ADS_1


"sudah berakhir!. Batinnya.


Sedangkan Niken dia berjalan menapaki tangga satu persatu, batinnya begitu hancur. Tapi dia sa'at ini tidak bisa memaafkan suaminya.


18tahun, rumahtangganya harus kandas hari itu. Dia yang merasa begitu sangat bodohnya, dadanya terasa sesak.


Dia melihat kesekeliling rumah itu dengan mata yang berkaca, terlihat olehnya bayangan masa lalu yang penuh kebahagiaan.


Setiap jengkal tembok dan ruangan di rumah itu menjadi saksi keceriaan dirinya dan keluarga kecilnya.


Air bening pun menetes dari kelopak matanya, kakinya begitu berat untuk melangkah keluar dari rumah tersebut.


Ken berdiri di bawah tangga menatap Nyonyanya.


"Ken, selamat tinggal, jaga tuan mu dengan baik. " mungkin kita tidak akan bertemu lagi. " ujar Niken sambil memegang pundak Ken.


Ken yang sudah merasa seperti saudara perempuan kepada Niken pun dia tidak bisa menahan air matanya.


"Kenapa Ken? apa kau juga percaya jika aku telah bermain dengan pria lain? " tanya Niken.


"Jadi maksud Nyonya, semua ini bukan karena poto Nyonya dan? " ucapan Ken terhenti karena Niken memotong kalimatnya.


"heeemm, apa perlu aku menjelaskannya padamu Ken? mungkin selama ini kamu juga sudah tau masalahnya! " hanya saja kalian berdua sama-sama sudah membodohi ku selama 18 tahun ini. " aku benar-benar sangat kecewa kepada kalian!" ujar Niken,


membuat mata Ken membuat sempurna karen terkejut, dari mana Niken tau dosa suaminya 18 tahun silam itu.


"Kenapa Ken? apa kamu terkejut? kenapa aku bisa mengetahui itu semua? " karena kalian sudah menutupi ini dariku dengan rapat-rapat sejak lama. "


"heeeh, aku tidak menyangka! tapi ya sudah lah nasi sudah menjadi bubur. " tambah Niken.


Ken hanya mematung badannya seolah tidak bisa di gerakkan.


Dia menjadi serba salah sekarang, antara menyusul Nyonya nya atau naik ke lantai atas untuk menanyakan perihal pembicaraan nya tadi dengan Niken.


Ken pun hanya bisa menggacak rambutnya bebrapa kali prustasi.


Sedangkan di kamar Novak tersadar seharusnya dia mencegah kepergian istirnya, kalo perlu dia memohon kepada Niken untuk jangan meninggalkannya dan memilih pria itu.


"Istriku! jangan pergi! " teriaknya.


Dia pun bergegas berlari keluar dari kamar tersebut, bermaksud ingin menyusul istrinya.


"Nike! Niken, istriku! "


Teriaknya sambil berlari tergesa menuruni tangga.


"Tuan? " tanya Ken.


"Cepat kau susul dia, hentikan dia Ken! "


"Baik tuan. "


Ken pun berlari keluar, di ikutin Novak di belakangan nya.


Mereka menuju kendaraan yang akan di kendarai Ken untuk bisa menyusul Niken.

__ADS_1


Tapi sayang, kendaraan yang di bawa Niken sudah menghilang jauh dari pandangan mereka.


"ini salahku Ken, seharusnya aku menyelidiki pria itu dulu! jangan langsung menuduhnya. " Tapi Ken apa benar dia telah berpaling dariku? " ujar Novak sambil matanya celangak celinguk mencari kendaraan yang berada di samping kendaraan mereka.


Berharap slaah satu kendaraan yang dia lewati itu adalah kendaraan milik istrinya.


"apa! tuan bicara seolah tidak tau kalo Nyonya pergi bukan karena pria itu! melainkan, masalah tuan dengan Jeslyn!" apa sebenarnya yang terjadi? "


batin Ken.


Dia sambil terus memfokuskan menyetirnya, sambil sesekali menengok plat kendaraan yang berada di samping sampingnya.


Dia merasa heran, karena pembicaraan Niken tadi, dan penjelasan tuan nya sekarang!


Sekarang mereka sudah memasuki jalur padat kendaraan.


"Ken apa menurutmu aku harus memaafkan istriku dengan pria itu? "


"sebenarnya siapa pria itu? " kenapa Niken mengenal pria itu? " Tanya Novak.


"cuuuuuiitttt!! " Ken mendadak menepikan kendaraan nya.


"apa-apaan kamu Ken? " kenapa berhenti? " bentak Novak.


Ken menarik napas dan membuangnya dengan pelan.


"Tuan! sebenarnya apa yang terjadi? " kenapa pembicaraan kalian berbeda? " tanya Ken.


"Maksudmu apa Ken, sudah jelas istriku pergi karena dia mencintaimu pria yang berada di poto tadi. "


"tidak tuan! " Nyonya tadi berbicara, karena dia sudah tau kebohongan yang selama ini kita sembunyikan darinya! " teriak Ken,


sontak membuat wajah tuannya menjadi terperanjat karen kaget.


"Kebohongan? maksudmu istriku tau kebohongan yang selama ini kita tutupi? itu artinya dia sudah tau aku pernah!


Ya Tuhan, Ken. "


wajah Novak langsung terlihat tegang!


Dia tau, selama ini yang dia tutupi dari istrinya hanya kejadian malam itu bersama Jeslyn, kejadian yang seharusnya tidak terjadi, tidak ada kebohongan lain selain itu.


"betul tuan! " tadi Nyonya menganggapku juga ikut membohongi dirinya. "


"aarrrhgghhh! "


Novak berteriak, dia mengepalkan kedua tangannya menahan kekesalan.


"bodoh! " semua ini hanya akal-akalan istriku.


"Bagai mana ini Ken? "


Novak mengoceh sendiri, dia benar-benar prustasi.


Masalahnya istrinya sudah pasti tidak akan mudah di bujuk untuk saat ini.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2