"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"

"Pengkhianatan Yang Tak Di Sengaja"
"dia tidak mengenalku juga! "


__ADS_3

Sebelum datang ke rumah kediaman Shinoda, Niken sudah memikirkan untuk memaafkan suaminya.


Dia dengan setulus hati ingin memaklumi penghianatan yang telah di lakukan suaminya, karena itu dilakukan di luar kesadaran suaminya.


Di saat rasa haru keduanya, tamu yang di tunggu-tunggu sudah datang.


Ken menyambut tamu mereka di depan pintu utama kediaman Shinoda.


Sedangkan Novak dan Niken masih memeluk satu sama lain. Rasa rindu sekian lama terpisah seolah tidak cukup hanya saling memeluk.


Tetapi di luar tamu yang mereka tunggu sudah datang, terpaksa melepaskan pelukan tersebut.


"Sayang, ayahnya Jesyca dan istri, tunggu dia bilang istri? bukan nya istrinya sudah meninggal dunia? "


Novak yang baru tersadar, bahwa Alex akan datang bersama istrinya, padahal tempo hari di negaranya dia bilang istrinya sudah tiada.


"istrinya tuan Alex bukannya sudah tiada?" tanya Niken lagi.


"Iyah! " tapi aku baru sadar, dia kemaren bilang akan datang bersama istrinya, apa mungkin istri barunya? " jawab Novak lagi.


"heemm, mungkin saja itu istri barunya! " ucap Niken juga.


"ya sudahlah, mari kita sambut mereka, peduli apa kita, mau itu istri barunya atau bukan? " ayo. " ucap Novak sambil menggenggam tangan istrinya menapaki tangga.


Sesekali Novak mencium tangan istrinya dengan penuh cinta.


Di luar Ken yang melihat Alex menuruni kendaraannya, dia menyambut dengan santun.


Di sebelah lain, seorang wanita turun dengan anggunnya.


Ken yang kala itu melihat wanita yang menuruni kendaraan Alex pun begitu terkejut. Wajahnya berubah menjadi datar.


"jeslyn! " batinnya.


"hallo tuan Ken. " apa kabar mu hari ini? " ucap Alex membangunkan lamunan Ken.


"tuan Alex! " ujar Ken penuh penekanan.


Ingin rasanya saat itu juga Ken menarik wanita di sebelah Alexandre dan mengusirnya dari sana.


"perkenalkan ini adalah istri saya! " Jeslyn Aurora. " ujar Alex sambil melirik wajah Ken dengan sinis.


"Jeesslyyn? " ucap Ken.


Matanya menatap tajam wanita di hadapannya.


"hallo," sapa Jeslyn kepada Ken sambil menundukkan badannya sopan.


Sedangkan Novak dan Niken baru sampai di luar sana, tepat di hadapan Alex.


Wajah Jeslyn yang masih merunduk tidak begitu mendapat perhatian Niken dan Novak.


Sesampainya di hadapan keduanya, Novak yang langsung menyalami Alex tidak begitu memperhatikan wanita di sebelah Alex.


sedangkan Niken yang menyapa terlebih dulu dengan wanita di samping Alex pun terkejut bukan maen.


"dia! " batin Niken.


Ken yang menatap keduanya menjadi sangat bersalah, jika tau wanita yang akan di bawa oleh Alex itu ternyata Jeslyn.


Dia tidak akan membujuk Niken untuk datang ke situ malam itu.


Sedangkan Alex juga di kejutkan oleh kembalinya Niken ke kediaman Shinoda.

__ADS_1


"sejak kapan mereka bersama kembali! " bisa kacau semua rencanku! " batin Alex, sambil menatap Niken dengan penuh kekesalan.


Novak yang masih belum menyadari wanita di samping Alex pun dia masih bersikap biasa saja.


"silahkan kalian masuk. " ujar Novak.


"seettt!


Mata Novak bersitatap dengan wanita di samping Alex.


" Kau! " bibir Novak langsung berdecak kesal setelah melihat wanita itu.


"Tuan Novak, perkenalkan ini adalah istri saya, ibu dari Jesyca! " ujar Alex. berpura-pura tidak memahami kekesalan Novak.


Novak langsung melirik wajah dari istrinya, hatinya benar-benar tidak enak saat itu.


Novak mengenggam tangan istrinya.


Alex dan Jeslyn tersenyum miring.


Ken yang melihat gelagat dua orang pun merasa curiga.


"apa mereka berdua sengaja? " apa Jeslyn ingin balas dendam karena dulu di usir dari negara ini? " batin Ken.


Suasana menjadi tegang, terutama Novak.


Sedangkan Niken, kala itu ingin sekali menjambak rambut dari Jeslyn jika saja tidak ada Alex di sampingnya.


Dengan terpaksa Niken yang sebagai Nyonya di rumah itu mempersilahkan keduanya untuk masuk.


"Pak Yoko! " teriak Niken.


"siap Nyonya. " jawab pak Yoko yang memang sudah berdiri beberapa langkah di belakang Nyonya dari tadi.


"silahkan tuan dan Nyonya." sabut pak Yoko kepada Alex dan istrinya. menyilahkan mereka untuk masuk.


Sedangkan Ken masih berdiri bersama Niken dan Novak.


Niken menatap jauh keluar matanya, dia mencoba mengendalikan emosinya dengan menarik napas panjang beberapa kali.


"Nike, jika kamu tidak ingin mereka di sini, aku akan mengusirnya. " ujar Novak sambil memegang tangan Niken.


Terasa begitu dingin tangan istrinya karena menahan emosi.


"sudah biarkan saja, mereka bukannya tamu kita? , lagian aku ingin tau bagai mana sikapnya setelah dia menghianati ku! " jawab Niken sambil menepis tangan Novak dan berbalik badan menuju ke dalam rumah.


Sedangkan Alex dan Jeslyn mengikuti langkah pak Yoko.


Di belakang di ikutin Niken dan Novak yang berjalan mensejajarkan langkahnya dengan istrinya.


Ken yang kala itu merasa serba salah pun hanya menepuk jidatnya.


Jeslyn dia menatap sekeliling kediaman Shinoda, dia merasa sangat asing karena memang baru pertama kali dia memasuki kediaman tersebut.


Niken menghampiri Jeslyn, dia mengajak Jeslyn untuk berjalan-jalan di taman pribadinya, yang biasa di pakai untuk santai bersama Jeslyn 20 tahun yang lalu.


"Ken awasi mereka berdua! " bisik Novak.


Dia yang tidak ingin ada perkelahian antara istrinya dan Jeslyn menyuruh Ken untuk mengikuti keduanya.


Sedangkan dia mengajak Alex untuk berbincang di ruang tamu.


"tuan Alex, sebenarnya ada hal yang ingin saya tanyakan kepada Anda, tetapi ini mungkin menyangkut masalah pribadi mu? " ujar Novak, sambil menatap dengan tatapan membunuhnya.

__ADS_1


"kenapa Novak! apa kau penasaran dengan wanita di sampingku? " batin Alex.


"silahkan tuan Shinoda, apapun itu akan saya jawab. " ucapnya.


Novak yang merasa ada yang di sembunyikan oleh Alex merasa curiga, karena sewaktu dia datang ke kediaman Alex tempo hari, dia bilang ibunya Jesyca sudah meninggal.


Tapi tiba-tiba dia datang dengan menyebut bahwa Jeslyn adalah ibunya Jesyca.


"apa ada yang ingin anda ketahui dengan kehidupan pribadi ku? " ujar Alex.


Novak menatap mata Alex penuh curiga. hatinya merasa orang di hadapannya memang sengaja mendekati dirinya ada maksud tidak baik.


"aahh bukan apa-apa? " itu, tentang putrimu, apa dia dan putraku masih berteman? " tanyanya. akhirnya Novak mengurungkan niatnya untuk bertanya tentang Jeslyn.


"mereka sangat baik, hubungan mereka tidak ada yang special, mereka hanya berteman biasa. " jawab Alex.


Sedangkan di taman luar, Niken yang membawa Jeslyn sudah sampai di taman pribadinya.


Taman itu tidak pernah berubah dari taun ketahun.


hanya ada sedikit tambahan dekorasi di taman tersebut.


Mata Jeslyn langsung berbinar setelah melihat bunga-bunga lily yang bermekaran.


"indahnya! " ujar Jeslyn sambil tersenyum kepada Niken.


"Nyonya Shinoda, ternyata anda sangat menyukai bunga lily kelihatan? " tambahnya lagi.


"aku juga sangat menyukai bunga lily, terutama yang berwarna kuning. " ucapnya lagi, sambil menghampiri bunga-bunga lily berwarna kuning.


Tentu saja ucapan Jeslyn membuat Niken menjadi mengerutkan kedua alisnya.


"sejak kapan kau menyukai bunga lily? " batinnya.


Sikap Jeslyn seolah dia asing dengan tempat tersebut, padahal dulu mereka sering duduk menghabiskan waktu berjam-jam di tempat itu.


"Jeslyn! jangan pura-pura lagi kamu! kenapa seolah kamu baru pertama kenal dengan ku! " ucap Niken. geram.


Tentu saja membuat Jeslyn palsu itu terkejut, pasalnya Alex tidak pernah cerita kalo Jeslyn mengenal istrinya Novak.


Wajahnya berubah pucat pasi.


Niken ingin sekali berteriak memaki wanita di hadapannya, yang sudah memanfaatkan ketidak sadaran suaminya dulu.


Di saat itu, Niken melihat Ken yang memberikan kode dengan menggelengkan kepalanya ke hadapan Niken dari kejauhan.


Niken mengerutkan kedua Alisnya.


Dia pun menarik napas panjang.


"maafkan aku! " ucap Niken.


Jeslyn pun menelan salipanya, dia yang sudah menegang karena takut kebohongan nya akan terbongkar.


"silahkan nikmati pemandangannya, saya permisi sebenar! " ujar Niken.


Tanpa sepengetahuan Jeslyn, Niken pun menghampiri Ken dengan berpura-pura jalan ke arah lorong kamar kecil.


"kenapa Ken! " ujar Niken.


"aku merasa, ada yang mencurigakan di antara mereka, Jeslyn juga kenapa dia tidak mengenali ku? " jawab Ken.


"tadinya aku pikir dia berpura-pura tidak mengenal ku karena ingin menghargai di depan suaminya, tapi setelah dia tadi bersamamu, memang dia terlihat berbeda. " aneh! " tambah Ken.

__ADS_1


Niken pun memanggut dia pun berpikir sama dengan Ken.


Bersambung..


__ADS_2