[Revisi] Cinta Komedi Remaja

[Revisi] Cinta Komedi Remaja
Dia kembali


__ADS_3

Keesokan harinya


Di dalam kelas Rachel, teman-temannya sudah datang dan sekarang mereka sedang bercanda ria membahas hal yang membuat mereka tertawa.


"eh! eh! kalian tau nggak kalo si Leo itu udah punya pacar,. kasian banget Tasya kemaren waktu liat Leo ama pacarnya di lapangan basket" heboh Jennie yang duduk di atas mejanya


Tasya yang duduk di sebelahnya pun langsung memukul paha Jennie dan menyangkal perkataan Jennie


"enak aja!! kata siapa?!" tanya Tasya sambil memukul paha Jennie


"sstt.......sakit tau" ringis Jennie memegang pahanya


"emang bener Tas? jadi bener waktu itu kalo Lo suka ama Leo?" tanya Farsya


"apaan? nggak, gua nggak suka fakboi kaya Leo, kaya nggak ada cowok lain aja"


"alah.....yang kemaren ngeliat pacarnya Leo sinis banget itu siapa? cemburu kan?" ucap Jennie lagi


"aah...... ternyata Tasya bisa suka ama orang juga, ya udah si ngaku aja, apa susahnya si" kata Faiza menyipitkan matanya mengintimidasi Tasya


"iya, apa susahnya si? kalo Lo suka juga nggak ada masalahnya, lagian ntu anak juga udah punya pacar sendiri" timpal Farsya


"nggak, gua kemaren kaya gitu cuma jijik aja liatnya, masa si pacarnya Leo segala ngelap keringetnya Leo trus roknya pendek banget, kaya kurang bahan aja"


"ehm......alesan.....udah cari aja yang lain, di sekolah ini masih banyak cowok bening cem oppa-oppa Korea" saran Jennie


Saat mereka sedang asik bercanda, tiba-tiba Rachel berteriak menyapa semua orang yang ada di kelas itu


"hello everybody!!! annyeong haseyo!!! cecan balik lagi!!! selamat pagi wan kawan!!!!" teriak Rachel saat baru masuk dengan meloncat


Orang-orang yang ada di dalam kelas pun kaget dan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Rachel yang persis anak TK


"heh! Rachel! jangan tereak napa?! ngagetin aja" ucap Tasya


"tau, baru masuk udah nyari masalah aja" timpal Farsya


"iya-iya, sabar rakyatku, maafkan diriku yang mengagetkan kalian semua" ucap Rachel dramatis


"nggak usah nge drama napa? nggak cocok ama tampang kaya Lo" tegur Faiza


"kenapa? tampang imut ya? iya, gua tau kok gua imut" ucap Rachel sambil memainkan jarinya malu


"ih! ih! temennya siapa si Lo? PD amat, udah gitu sok-sokan malu lagi, ih!" ucap Jennie sinis


Rachel pun menatap tajam Jennie dan berjalan ke bangkunya dengan menghentak-hentakkan kakinya sengaja


"ngambekan tu bocah" ucap Tasya


"udahlah biarin aja ntar juga balik lagi, lagi labil" saran Faiza


Orang-orang kembali melanjutkan kegiatannya masing-masing, tiba-tiba Devan datang. Berjalan masuk dengan wajah cool dan memasukkan satu tangannya ke dalam saku lalu satunya lagi menggendong tasnya. Banyak yang melihat Devan dengan tatapan terpesona dan ada yang menatap sinis menganggap Devan sok ganteng.


Devan melewati bangku Tasya and the geng, lalu duduk di bangku paling belakang lalu memasang earphone ke telinganya.


"sok-sokan banget tu Devan" kata siswi lain yang melihat Devan sinis


"iya, anak baru sih ya jadi gitu, tebar pesona" timpalnya siswa lain


Tapi ada juga yang menganggap Devan memang tampan dan keren

__ADS_1


"ih......Devan kenapa ganteng banget sih.....kaya oppa-oppa Korea tau nggak?" ucap siswi centil yang menatap Devan dengan berbinar


"iya, ganteng parah, kalo bias nggak bisa yang lokal aja nggak papa deh, asalkan bening kaya gini"


Tasya and the geng daritadi hanya melihat Devan yang sedang menikmati musiknya sambil memejamkan matanya dengan heran


"Za, katanya dia anaknya jail, mana? malah tebar pesona gitu" bisik Farsya pada Faiza


"nggak tau gua, tapi bener dah dulu waktu se sekolah ama gua dia emang jail, mungkin sekarang udah insap, sapa tau kan?"


"masuk akal si, kalo menurut Lo Jen?" tanya Tasya menepuk paha Jennie tanpa memalingkan mukanya yang sedang memperhatikan Devan


"Jen, menurut Lo apa?" tanya Tasya lagi


Merasa tidak ada jawaban, Tasya membalikkan badannya melihat Jennie. Ternyata dia juga sedang menatap Devan, tapi dengan ekspresi terpesona dan tersenyum.


"kenapa tu bocah?" tanya Faiza heran


"gua tau, pasti lagi terpesona tuh ama Devan, dasar cewek alay" ucap Farsya


"heh! Jennie!!" panggil Tasya kembali memukul paha Jennie


Akhirnya Jennie kembali tersadar dan wajahnya kaget karna di teriaki Tasya


"eh-eh! apa?"


"apa-apa, Lo yang apa, kenapa Lo?" tanya Tasya sinis


"gua? lagi liatin oppa gua" jawab Jennie yang kembali menatap Devan dengan tersenyum


"nggak bisa banget liat cowok bening sedikit" ucap Farsya


"ih.....kalian liat tuh, Devan ganteng, cool lagi bener-bener kaya oppa Korea tau" tunjuknya pada Devan


"ah tau lah, terserah Lo aja" mereka pun kembali bercerita tanpa memperdulikan Jennie yang masih sibuk menatap Devan dan terus tersenyum


Bukan mereka saja yang heran, Rachel juga heran akan sikap Devan yang berbeda.


"Van, Lo napa?" tanya Rachel pada Devan yang kebetulan bangkunya tidak jauh dari bangku Devan. Tepatnya Devan berada di samping belakang tempat duduknya.


"ish.....nggak di tanggepin" kesal Rachel


"dia kan pake earphone, pantes aja" gumamnya lalu mencolek lengan Devan


Merasa ada yang mengganggu, Devan pun membuka matanya dan melepas earphone nya lalu mendapati Rachel yang ada di depan bangkunya


"apa?"


"Lo yang kenapa"


"emang gua kenapa?"


"kok nggak rusuh? bukannya Lo kang rusuh?"


"kan kita udah SMA masa gua harus kaya gitu terus"


"oh udah nyadar ya? ya udah gua kira Lo kenapa"


"hm"

__ADS_1


"oh iya, ntar jadi kan nemenin gua?"


"yang semalem?"


"iya, yang bareng Chika, gimana?"


"Lo sendiri dah, mager gua"


"katanya kemaren iya, gimana sih Lo?"


"kan itu kemaren, sekarang gua males"


"ah Lo mah gitu, nggak setia kawan Lo"


"serah" Devan pun memasang earphone nya lagi dan memejamkan matanya juga


Rachel yang kesal pun pergi ke bangkunya kembali. Sungguh hari yang menyebalkan pikirnya


...----------------...


"hai Di" sapa seseorang pada Adi yang tengah duduk di lapangan basket sendirian


Adi pun mendongakkan kepalanya melihat siapa yang barusan menyapanya. Tapi hari sudah siang, matahari tepat berada di belakang kepala orang itu, menyebabkan mukanya tidak terlihat dengan jelas di mata Adi. Silau


Mengerti kenapa Adi tidak menanggapi karna silau, akhirnya seseorang itu mendudukkan dirinya di samping Adi. Mata Adi pun mengikuti gerak seseorang itu yang sudah duduk di sebelahnya


"hai, inget gua?" sapanya lagi pada Adi


"Lo siapa?"


"masa nggak inget? ini gua Chika" ucapnya tersenyum manis


"Chika? nggak ada orang yang namanya Chika yang gua kenal selain Chika cewek itu" batin Adi yang masih menatap Chika dan tangannya menutupi samping kepalanya karna silau


"oh......Chika"


"Lo inget kan?"


"iya, Chika yang pernah sekelas ama gua pas SMP kan?"


"iya, gua kira Lo nggak inget ternyata Lo masih inget"


"ya soalnya cuma Lo cewek yang gua kenal trus namanya Chika"


"oh gitu, gua kira Lo emang inget gua, ternyata cuma kaya gitu Lo bisa inget gua" ucapnya tersenyum kikuk


"udah Lo mau apa?" tanya Adi ketus


"nggak, cuma nyapa aja, udah lama kan kita nggak ngobrol bareng gini"


"ngobrol apa? kalo nggak penting gua mau cabut, mata gua nggak kuat kena sinar matahari"


"hm.....gua rasa emang nggak ada yang penting, gua cuma mau nyapa doang setelah kejadian dulu" jawab Chika menunduk


"ya udah gua cabut" Adi pun pergi meninggalkan Chika sendiri di pinggir lapangan basket


"Lo boleh pergi gitu aja sekarang atau Lo ngehindar dari gua sekarang, tapi liat aja ntar, pacar Lo sendiri yang akan nyuruh Lo buat balik lagi ke pelukan gua, Adi" batin Chika menatap kosong ke depan lalu menampilkan smirknya


Tidak Chika ketahui ternyata ada sepasang mata yang menatapnya datar juga menampilkan smirknya

__ADS_1


__ADS_2