![[Revisi] Cinta Komedi Remaja](https://asset.asean.biz.id/-revisi--cinta-komedi-remaja.webp)
Kring......
Bel pulang sekolah pun berbunyi, siswa siswi berhamburan keluar sekolah dan berjalan menuju rumah mereka masing-masing.
Karna sesuai janji kemaren, Rachel akan bertemu Chika di kafe depan sekolah. Rachel sekarang masih berada di kelas, mengemasi barang-barangnya begitu juga dengan teman sekelasnya.
"eh Chel, kita balik ya" pamit Jennie
"ah iya, balik aja kalian, gua ada janji juga sama anak sebelah"
"Lo balik ama siapa nanti?"
"emm..... nggak tau, paling gua bal-"
"ntar Rachel bareng gua, kalian balik aja" potong Devan yang berjalan ke bangku Rachel, masih dengan wajah yang tidak menatap Rachel dan nada yang dingin
"Devan?" heran Rachel
"hm"
"gitu? beneran Van Rachel ama Lo?" tanya Faiza
"hm"
"eee.......ya....ya udah, kita balik aja yok" ajak Tasya
"ah! iya, hehehe, kita duluan ya Chel, Lo bareng Devan ya" ucap Jennie ragu
"Lo beneran ya jagain Rachel, kalo lecet dikit? nyawa Lo taruhannya" ancam Farsya pada Devan
"iya-iya, udah sono pada balik"
"ya udah kita balik, bye Chel" ucap mereka bersamaan
"Van, beneran mau bareng? katanya Lo nggak mau"
"gua berubah pikiran, cepet jalan sebelum gua berubah pikiran lagi" Devan berjalan mendahului Rachel
Rachel yang tadinya bingung, Sekarang mengikuti Devan dari belakang.
"eh? eh! tungguin gua napa?!" teriak Rachel dengan berlari menyusul Devan, tapi Devan hanya menjawab tanpa menatap Rachel
"makannya jadi cewek jangan lelet"
"enak aja ngomongin gua lelet, gua kan tadi lagi beresin buku dulu"
"hm"
Merasa Rachel tidak berjalan sejajar dengannya, Devan tiba-tiba berhenti lalu berbalik badan melihat Rachel. Rachel juga ikut berhenti lalu menatap Devan bingung
"kenapa?" tanya Rachel
"Lo yang kenapa, kenapa jalan di belakang gua? emang Lo bodyguard gua? nggak kan?" ucapnya dingin
"caelah sensi amat, ya udah jalan lagi"
"Lo jalan sebelahan ama gua"
__ADS_1
"iye-iye, ribet banget" setelahnya Devan berjalan lagi, Rachel berjalan mensejajarkan langkanya dengan Devan
Mereka melewati lapangan basket, di sana terlihat Adi sedang memberikan instruksi kepada para anggotanya tentang formasi bermain. Adi terlihat basah karna keringat dan juga panasnya matahari di siang hari. Dia juga terlihat serius dan tegas pada anggotanya, seperti punya kepribadian yang berbeda dalam waktu tertentu, duallity.
Rachel melihatnya sambil tersenyum, Devan yang melihatnya pun menegur Rachel agar tidak melihat Adi lagi.
"heh! nggak usah ngeliatin Adi terus, nabrak baru tau" tegur Devan yang masih melihat jalan ke depan
Rachel mendongak karna Devan lebih tinggi darinya
"nggak, gua cuma liat"
"serah"
Saat diparkiran, Rachel bertanya pada Devan karna kenapa dia tidak langsung pulang dan malah berjalan bersama dengan Rachel ke kafe depan sekolah.
"Lo ngapain?"
"Lo pikir?"
"nggak tau, makannya gua tanya" jawabnya agak meninggikan suaranya dan mengendikkan bahunya
"katanya Lo minta gua nemenin Lo ketemu Chika" ucapnya santai melanjutkan jalannya
"hah? absurd ni orang, kenapa tiba-tiba aneh sih?" gumam Rachel yang masih belum berjalan dan menatap punggung Devan dengan wajah kesal
"Lo mau jalan apa nggak? gua mau nyebrang ni, Lo bisa nyebrang nggak?" tanya Devan dingin sambil menoleh ke belakang
"eh! tungguin!" Rachel berlari kecil mendekati Devan
"makannya jangan ngalamun mulu" ucap Devan menggandeng tangan Rachel untuk menuntunnya menyebrang jalan
"hm"
Ting.....
"mana orangnya?" tanya Devan
"belum dateng kali, duduk di sana dulu yok?"
"hm" mereka pun berjalan menuju bangku yang ditunjuk Rachel tadi dan duduk bersebrangan
"Lo mau apa?" tanya Rachel sambil meletakkan tas ke sampingnya
"ntar aja" jawab Devan yang langsung memainkan hpnya dan membiarkan Rachel
"mba!" panggil Rachel pada pelayan kafe
"iya? mau pesan apa?"
"coklat panas ya 1"
"baik, ada lagi?" tanya pelayan kafe setelah menulis pesanan Rachel
"em..... nggak, itu aja"
"mas nya?"
__ADS_1
"nggak" jawab Devan dingin
"ya sudah, ditunggu ya mba pesanannya, permisi"
"ya mba, makasih" pelayan itu hanya tersenyum dan menganggukkan kepala lalu pergi
Ting.....
Chika side
"mana ya si Rachel?" gua pun nyari dia, celingak-celinguk buat nyari Rachel
Dan akhirnya ketemu, gua liat Rachel sama cowok. Tapi gua nggak tau siapa, soalnya cowok itu ngebelakangin gua yang gua liat seragamnya sama kaya seragam gua dan Rachel. Tanpa peduli ama cowok itu, gua jalan ke tempatnya Rachel dan gua langsung duduk di sebelahnya Rachel, bersebrangan ama cowok yang gua liat tadi.
Gua masih belum bisa liat mukanya, soalnya mukanya ketutupan hpnya itu. Gua nggak penasaran sih, gua langsung aja nyapa Rachel sambil nunjukin fake smile gua.
"hai Chel!, maaf lama nunggu"
"oh iya gpp, gua juga baru dateng" jawab Rachel balik senyum
"Lo sama siapa?" tanya gua kepo
"ini, Devan, temen Lo kan?"
Disitu gua langsung gugup, bukan apa-apa, nggak tau kenapa dari kemaren sikap Devan ke gua itu beda. Jadi gua agak canggung dan lebih lagi gua takut kalo si Devan ngebocorin tentang kebusukkan gua ke Rachel buat dapetin Adi.
Gua liat Devan masih cuek aja sama sekitar dan masih sibuk sama hpnya, ntah lagi ngapain dia ama hpnya.
"oh..... Devan, katanya mau sendiri?" tanya gua karna emang kemaren kesepakatannya dia nggak bawa temen, lah ini? malah bawa Devan lagi
"hehehe, sekalian aja biar nggak canggung, maap ya? nggak boleh ya?" jawab dia dan malah nanya ke gua
"emm......gpp sih, kan Devan jadi gpp, sans aja" padahal mah gua udah emosi disitu tapi ya mau gimana lagi, gua mainnya halus, bukan blak-blakan jadi selow aja lah, toh dia Devan, yang udah tau rencana gua bukan orang lain
"oh iya, Lo udah pesen?" tanya gua biar nggak canggung lah
"udah kok, Lo pesen gih"
"iya, nunggu mba-mbanya ke sini"
Trus mbak-mbak pelayannya dateng, bukan buat gua tapi bawa pesenanya Rachel.
"ini mba pesanannya, 1 coklat panas" kata mbak-mbak itu sambil naro gelas ke atas meja kita
"ya mba makasih"
"eh mba, saya mau pesen" kata gua karna gua udah keburu laper plus haus guys
"oh iya? mau pesan apa?"
"nasi goreng spesial 1 sama jus mangga 1"
"baik, ditunggu ya mba, kalo gitu saya permisi"
"ya mba"
Setelah lamanya gua nunggu pesenan gua jadi, akhirnya mbak-mbak itu dateng, tentunya bawa pesenan gua dong.
__ADS_1
"ini mba, selamat menikmati" kata pelayan tadi pas udah naro nasgor ama jus gua
"ya mba makasih" mbak-mbak nya langsung pergi dan gua langsung makan aja, gua nggak liat sekeliling gua soalnya emang segitu lapernya gua