![[Revisi] Cinta Komedi Remaja](https://asset.asean.biz.id/-revisi--cinta-komedi-remaja.webp)
"Sya, Lo udah baikan badannya?" tanya Riki
"eum.....udah kok, dari kemaren juga gua udah baikan" jawab Farsya
"btw Sya, soal Chika beneran Lo mau nggak diceritain ke yang lain? mungkin si Chika cuma gertak Lo doang Sya" kata Riki
"lebih baik waspada daripada kalo kejadian itu beneran terjadi kan"
"mm.....iya, cuma emang Lo gpp kalo Lo terus di teror kaya gitu? gua khawatir sama Lo Sya"
"hm? khawatir? santai aja kali Ki, gua gpp" ucap Farsya sambil tersenyum
Riki pun ikut tersenyum tapi senyum sendu karena merasa kasian pada Farsya yang menjadi sasaran teror Chika
Flashback
pada episode yang lalu, Farsya mengajak Riki kan? nah, itulah kenapa Riki mengetahui semuanya, tentang teror Chika terutama.
Farsya mengajak Riki ke bawah pohon tidak jauh dari kebun teh milik kakeknya. Farsya menceritakan semuanya dan menyuruh Riki agar dia dan teman-temannya yang ikut di sekap oleh Chika agar tidak menceritakan ke orang lain dan tidak melanjutkannya ke dalam hukum.
"kenapa Sya?" tanya Riki saat mereka baru duduk
"jadi....(Farsya menceritakannya dari awal sampai Chika yang kembali mengancamnya saat di rumah sakit"
"hah?! kok Lo nggak bilang sih Sya?! kalo Lo cerita ke gua kan gua bisa langsung bawa Chika ke kantor polisi!" kesal Riki
"sstt......jangan teriak! Lo mau orang lain denger?!"
"biarin! biar Chika kita seret ke kantor polisi, sekarang juga ayok!"
"ish....Lo mah, dengerin dulu! gua masih belum selesai"
"apa?! Lo mau Lo di teror terus?! lain kali kalo Lo di teror,bilang ke gua! gua bakal jagain Lo"
"em.....tapi Ki, Lo tau kan konsekuensinya? Rachel Ki Rachel! gua nggak mau dia kenapa-napa, dia udah kaya pengganti adek gua yang meninggal! meninggal karena nyelametin gua, kali ini biar gua yang nyelametin Rachel" jelas Farsya dengan mata berkaca-kaca
Riki pun mencoba meredakan emosinya lalu mencoba menenangkan Farsya dengan memeluknya dari samping
"maaf saya, gua nggak tau" kata Riki
Farsya mengusap air matanya lalu mencoba tersenyum
"nggak papa Ki, maaf gua jadi cengeng di depan Lo hehehe" kata Farsya dengan kekehan
Tapi malah membuat Riki makin tidak enak dengan Farsya, setelahnya Riki mengeratkan pelukannya dan menarik Farsya sampai kepala Farsya di benamkan di dadanya
__ADS_1
"jangan ketawa kalo Lo sedih, keluarin aja semuanya, emang bener kalo kita sedih kita harus mencoba tetep senyum tapi senyum nggak akan bikin masalah pergi gitu aja, Lo butuh sandaran jadi ceritain aja ke gua, gua bakal dengerin Lo kok"
Seketika air mata Farsya jatuh sendirinya dan badannya mulai bergetar karena menangis sesenggukan. Tiba-tiba Farsya membalas pelukan Riki dan membenamkan kepalanya di dada Riki.
"Ki...... hiks.....hiks......gua capek.....hiks...." tangis Farsya
"sstt......iya, gua tau Lo capek, tapi gua bakal selalu ada buat Lo"
"tapi.....gua.... gu-gua.....gua nggak mau kalo Rachel kenapa-napa.....hiks.....cukup gua jatuh karena adek gua meninggal.....hiks.....hiks...."
"cup cup cup, gua bakal batuin Lo kok, Lo tinggal bilang Lo mau gua ngelakuin apa biar Lo tenang? hm?"
"Ki.....(mendongak) gua mau Lo jangan bilang ke siapa-siapa tentang Chika dan Lo juga bilang ke temen-temen yang ikut di sekap biar mereka nggak ngelanjutin ke jalur hukum, itu aja" lalu Farsya kembali memeluk Riki
Riki sedikit berfikir sebelum menjawab karena dia khawatir jika Farsya hanya di manfaatkan agar Chika bisa kembali mengusik hubungan antara Adi dan Rachel. Fyi, Riki sudah tau maksud Chika menyekap Farsya dan Riki juga tau kalau Chika ingin merebut Adi dari Rachel dengan cara liciknya.
"Ki? Lo mau kan?" tanya Farsya yang masih memeluk Riki
"hah?"
"iya, Lo mau kan nurutin kemauan gua tadi? (melepas pelukannya lalu menatap Riki curiga) atau Lo nggak mau ya? ya udah, gua nggak maksa kok, biar gua aja yang jagain Rachel" kata Farsya lesu
"eh? i-iya gua mau kok, jangan sedih lagi"
"nggak papa, biar gua aja, Lo kan nggak ada hubungannya sama ini semua jadi biar gua aja" kata Farsya menunduk
"hei, gua emang nggak ada hubungannya sama urusan kalian tapi selama itu ada sangkut pautnya sama Lo, gua pasti akan turun tangan, termasuk masalah ini, gua tau perasaan Lo yang nggak mau kehilangan orang tersayang Lo" kata Riki lembut dan terus tersenyum
"makasih Ki, nggak tau kenapa gua percaya sama Lo dan gua nggak nyangka Lo bisa soft gini hehehe" kata Farsya terkekeh
"ck, nggak tau aja, gua itu soft boy tau"
"eleh.....lawak Lo Ki hahahaha" Farsya pun tertawa
Riki yang melihat pun tersenyum
"akhirnya gua bisa liat lo ketawa setelah Lo sedih terus, gua salut sama cewek kaya Lo yang mau berkorban demi orang yang Lo sayang, makannya gua mau bantuin karena Lo orang yang gua sayang Sya" batin Riki
Flashback off
"Ki?" panggil Farsya
"hm?"
"kita balik ke rumah nenek gua yuk? udah waktunya makan siang" ajak Farsya
__ADS_1
"ayok, yang lain juga di ajak dulu"
"ya udah kita ke rumah pohon dulu"
Ya, karena mereka sedang berada di tempat kemarin, di bawah pohon tidak jauh dari kebun teh kakeknya Farsya.
Farsya dan Riki pun pergi kembali ke rumah pohon untuk memanggil teman-temannya.
Skip
Hari ini adalah hari dimana mereka akan pulang dari rumah nenek Farsya, begitu juga dengan Farsya.
"Farsya..." panggil neneknya
"iya nek?"
"kamu pulang hari ini?"
"iya, sebentar lagi aku ada ujian kenaikan kelas nek, makannya aku pulang" jelas Farsya
"eum begitu ya, padahal nenek pengen banget kamu tinggal lebih lama di sini, jadi nenek nggak sendirian kalo kakek ada kerjaan di luar trus kamu juga suka bantuin nenek masak"
"hehehe mau gimana lagi nek, aku juga suka di sini, makasih ya nek udah ngijinin aku liburan sambil menenangkan diri di sini"
"iya sama-sama, kamu kan cucu nenek apapun yang buat kamu seneng pokoknya"
Ucapan nenek berhasil membuat mata Farsya mulai berkaca-kaca lalu berhamburan memeluk neneknya.
"nenek......aku sayang nenek..... huhuhu" rengek Farsya
Nenek mengelus rambut Farsya sambil tersenyum
"utututu.....nenek juga sayang Farsya, jaga diri baik-baik ya, titip salam buat mamah papah kamu ya, bilangin sama mereka biar jangan terlalu mementingkan pekerjaan, pentingin kamu gitu"
"huh, gimana aku bilang? ketemu sehari sekali aja rasanya susah, mereka pergi pagi sebelum aku bangun trus pulang pas aku udah tidur, untung ada bibi yang ngurusin aku" kata Farsya mengadu seperti anak kecil
Nenek Farsya pun sedikit merenggangkan pelukannya lalu menatap Farsya heran.
"begitu?" tanyanya
"iya nek...... makannya aku seneng kalo aku bisa di sini"
"ya udah, kapan-kapan nenek main deh ke rumah kamu biar kamu nggak kesepian lagi"
"wah...... beneran nek?!" tanya Farsya berbinar
__ADS_1
"iya dong..... kapan sih nenek bohong" canda nenek
"asik!!! makasih nek!!" seru Farsya sambil berhamburan memeluk neneknya lagi