[Revisi] Cinta Komedi Remaja

[Revisi] Cinta Komedi Remaja
Dia Siapa?


__ADS_3

"hai Chel" ucap seseorang dari belakang Rachel


"eh, Lo siapa ya? gua nggak kenal" ucap Rachel setelah menoleh ke belakang


Orang itu pun berlari mendekati Rachel sambil tersenyum


"hai Chel, kenalin aku Chika" ucapnya masih dengan tersenyum


"Chika? bentar-bentar, kayaknya gua pernah denger nama itu"


"iya, gua Chika temennya Devan"


"oh temennya Devan, iya-iya gua inget, katanya dia dapet nomer hp gua dari Lo"


"iya, gua yang ngasih"


"tapi.....Lo dapet no gua dari mana? padahal gua aja nggak kenal Lo, gimana lo punya no hp gua?" tanya Rachel sambil memicingkan matanya


"oh soal itu, Lo itu anak famous di sekolah, jadi gua dapet dari fans-fans Lo yang punya no hp Lo" jawabannya tersenyum kikuk


"oh......jadi Lo manggil gua ada perlu apa?"


"gimana kalo kita ceritanya di cafe depan?"


"terserah Lo aja mah"


"ya udah yuk"


Sekarang jam 16.50 sore, Rachel tadi sedang jalan-jalan sekitar rumahnya tapi ternyata Chika memanggilnya dan mengajak mengobrol sebentar.


kriing.....


bunyi bel setelah Rachel dan Chika masuk ke cafe


"duduk sana aja ya" ajak Chika kepada Rachel


"boleh" setelah Rachel menjawab, mereka pun duduk di dekat kaca jendela yang besar. Dan mereka bisa melihat jalan kota pada sore hari


"silahkan, mau pesan apa?" tanya pelayan sambil memberikan buku menu


"saya mau pesen..... greentea aja satu" jawab Chika


"baik, kalo mbaknya mau pesen apa?"


"aku bubble tea aja"


"baik, jadi pesanannya greentea 1 dan bubble tea nya 1 ya"


"iya mbak" jawab Chika ramah


"silahkan ditunggu ya" ucap pelayan itu dan langsung pergi


"Lo anak kelas berapa?"


"kita seangkatan cuma beda kelas, Lo XII IPS 2 kalo gua IPA 3"


"oh, jadi Lo mau ngomong apa?" tanya Rachel tanpa basa-basi


"gua cuma mau kenal lebih deket sama Lo, jadi boleh nggak gua jadi temen Lo?"


"boleh aja sih, tapi kenapa kita harus ke cafe segala? kan bisa Lo ngirim pesen lewat hp Lo"


"nggak papa sih, kan biar lebih enak aja ngomongnya" jawab Chika yang hanya dijawab dengan anggukan Rachel


" maaf, ini mba pesanannya, silahkan" ucap pelayan cafe sambil menaruh pesanan dari nampan ke meja


"makasih mba" jawab Chika sopan


"iya mba, silahkan dinikmati, kalo begitu saya permisi dulu"


"iya mba" pelayan itu pun pergi setelah memberikan senyuman

__ADS_1


"nah, diminum Chel"


"iya"


"eh btw Lo kenal anak IPS 3 nggak? yang kapten basket itu"


"Adi maksud lo?" tanya Rachel sambil menyedot bubble tea nya


"iya tuh Adi, Lo sedeket apa sih sama dia?"


"deket? yang ada gua selalu ribut setiap ketemu dia"


"masa sih? tapi kok kayaknya satu sekolah ngomongin Lo sama Adi itu romantis?" ucapnya sambil mengaduk greentea nya


"nggak kok, itu gosip doang paling, gua ama Adi mah nggak ada apa-apa"


"beneran?" tanya Chika yang belum percaya


"iya Chika gua nggak ada hubungan ama tu anak, emang napa sih? Lo suka sama dia?" tanyanya sambil menatap Chika serius


"apa? nggak kok nggak, gua cuma denger-denger aja dari anak lainnya"


"oh" Rachel pun kembali menikmati bubble tea nya


"tapi menurut Lo Adi itu gimana sih orangnya?"


"nyebelin, bikin darah tinggi, pokoknya nggak ada bagus-bagusnya deh" jawab Rachel dengan penuh penekanan di setiap katanya


"Lo kayaknya sebel banget ama Adi, emang kenapa sih?"


"jadi......"


*flashback


saat gua ama dia masih kecil, ortu kita itu sering banget ngajak gua ama Adi buat main bareng saat mamah gua dan mamahnya arisan. kata mamah gua sih biar Adi jagain gua waktu dia pergi.


awalnya sih gua mau-mau aja ya, tapi setiap gua mau main pasti dilarang sama dia. kayak pas itu gua main hujan-hujanan saat mamah gua pergi, dia langsung narik gua buat nggak main hujan lagi. Dan nggak sampai disitu aja dia sok ngelarang gua, kayaknya setiap yang gua lakuin dimata dia itu gua salah.


semenjak gua ama dia mulai masuk SMP, gua ngomong sama dia dengan nada tinggi buat dia berhenti ngatur-ngatur hidup gua. Dan dia jadi benci sama gua, gua sih b aja soalnya dengan dia benci gua otomatis dia nggak ngatur hidup gua lagi dan bener dong dia udah bodo amat ama apapun yang gua lakuin.


flashback off*


"nah gitu ceritanya, jadi nggak ada sejarahnya gua romantis sama curut kaya gitu"


"oh......segitu bencinya Lo sama Adi?"


"sebenernya gua nggak benci sebelumnya tapi setelah dipikir-pikir dan diliat-liat gua jadi benci sama manusia itu sampe detik ini juga"


"gitu toh ceritanya"


"ya emang gitu"


akhirnya gua bisa deket sama Lo Rachel, kita liat apa bener Lo benci sama Adi atau cuma akting doang. tapi sebelum itu gua akan menusuk Lo dari belakang secara perlahan" batin Chika tersenyum miring sambil melihat Rachel yang sedang fokus melihat suasana luar cafe dari kaca jendelanya


sekarang udah sore, apa gua pulang sekarang aja? tapi nggak enak ngomongnya sama Chika, tapi......ya udahlah gua pulang sekarang aja nanti dicariin lagi sama mamah" batin Rachel


"eh Chik, gua pulang duluan ya takut dicariin nyokap nih"


"oh, ya udah nggak papa Lo duluan aja, gua masih ada janji soalnya"


"ya udah makasih ya Chik, kalo gitu gua balik duluan ya"


"iya hati-hati Chel"


"Lo juga hati-hati sendirian di sini"


"iya, siap"


"bye Chik"


"bye....." ucap Chika melambaikan tangannya dan tersenyum

__ADS_1


Setelah Rachel pergi, Chika langsung menghubungi seseorang dengan hpnya


hallo Chik, ada apa?" jawab orang diseberang


hallo, gua udah bisa


berteman sama Rachel


bagus kalo gitu


kita akan lebih gampang buat


mereka menjauh dan Lo bisa ambil Rachel


gua juga mau berteman sama dia


selamat berjuang


Tut....Tut....


sambungan telepon dimatikan sepihak oleh orang misterius itu


"liat aja Lo Rachel, gua akan ngambil dia dari Lo dan gua akan milikin dia lagi, kalo gua nggak bisa milikin dia Lo juga nggak bisa milikin dia" gumamnya tersenyum miring sambil memainkan hpnya


...----------------...


Ditempat lain, Adi dan gang nya sedang berkumpul di tempat biasa. Teman gang nya bukan temannya yang ada di sebelah tapi dia punya teman gang motornya sendiri.


"eh Di, Lo gimana sama gebetan Lo?" tanya Exel


"masih belum ada kemajuan, dia masih nggak peka ama gua" jawab Adi acuh


"ya......Lo nya aja kali yang kurang pinter ndeketinnya" ucap Riki yang duduk di motor sportnya


"lama-lama gua jadi ragu buat ndeketin dia"


"ragu kenapa? bukannya Lo emang suka dia udah lama?" tanya Radit


"iya emang gua udah lama suka sama dia, tapi dia masih benci aja sama gua. Gua jadi bingung"


"nggak usah bingung, pepet aja terus, pasti lama-lama dia nempel ke Lo" usul Riki


"tau lah, gua masih ragu sama dia"


"ragu kenapa sih bro? kurang cantik? kurang baik? kurang apalagi? biar gua cariin yang lain aja deh kalo gitu" ucap Exel sambil merangkul bahu Adi


"bukan gitu, gua ragu karna emang dia ada rasa ke gua?"


"ya udah mending cari yang lain aja kalo Lo sendiri aja nggak yakin"


"bener tuh kata Radit, gua banyak kenalan cewek, mau yang modelnya kaya apa? pasti ada"


"paan sih Lo Ki? gua nggak mau cewek yang kaya gitu, gua udah cocok ama gebetan gua"


"ya udah kalo gitu pepet aja terus, masa sih dia nggak mau ama temen gua yang ganteng plus keren ini? pasti mau lah"


"Lo sih enak ngomongnya, gua yang ngejalaninnya yang susah, apa dulu gua terlalu posesif ya jadinya dia benci ke gua?"


"makannya jadi cowok jangan posesif, jadi nggak mau kan dianya?" ucap Radit


"ya gua kan sayang banget sama dia, wajar dong gua selalu khawatir sama dia?"


"ya udah lah bro, jalanin aja dulu siapa tau nanti hati dia luluh ke Lo"


"semoga aja, eh yang lain pada kemana?"


"tau tuh, anak-anak pada sibuk katanya" jawab Exel


"sibuk nggodain cewek maksudnya" sambung Riki dengan tawanya yang membuat yang lain juga tertawa


"sa ae Lo Ki, kalian nggak ngikut mereka?"

__ADS_1


"nggak lah Di, males gua nggak minat sama cewek begituan" jawab Radit


"sama, bukan tipe gua"


__ADS_2