![[Revisi] Cinta Komedi Remaja](https://asset.asean.biz.id/-revisi--cinta-komedi-remaja.webp)
Keesokan harinya
06.50 WIB
Farsya pagi ini sudah berjalan-jalan di kebun teh belakang rumah neneknya. Farsya berjalan sambil menyentuh tanaman teh dengan tangannya dan tidak lupa senyumannya yang tidak pernah pudar.
Damai, itulah yang dirasakan Farsya sekarang. Rasanya beban dan masalah yang belakangan ini datang menghilang seketika dengan kesejukan ini
huh.......
hela nafas Farsya dengan mata tertutup dan senyum manisnya
"damai banget astaga" gumam Farsya
"kalo gua nggak jadi kapten basket di sekolah mungkin gua lebih milih pindah ke sini" lanjutnya lalu langkahnya terhenti menatap hamparan hijau kebun teh sejenak sebelum melanjutkan gumamamnya
"enak banget udaranya, jadi betah deh di sini" Farsya memejamkan matanya lagi lalu tiba-tiba membuka matanya kaget saat merasa ada yang salah di kalimatnya
"eh? kalo betah gua nggak balik dong?" lanjutnya lalu terkekeh sendiri
"hihihi kenapa gua rada-rada gini ya? terlalu terbawa suasana yang nyaman ini kali ya?"
"hahaha mungkin"
Matahari yang masih tertutup kabut, udara segar dan suasana yang sepi membuat Farsya melanjutkan langkahnya mengitari kebun teh
"kenapa gua nggak mau pindah ke sini aja ya?" heran Farsya sendiri
"oh iya, kalo gua pindah nanti fans gua kasian dong hehehe"
Kriiing...... Kriiing....... kriiing.......
"sape nih?" gumam Farsya merogoh sakunya
"Rachel?"
"ngapain Rachel nelpon?" Farsya pun langsung memencet tombol hijau
"hallo Chel?"
"hai Farsya......." heboh Rachel
"ada apa?"
"hehehe gini Sya"
"gini apa?"
"dengerin dulu atuh......ih kesel deh saya"
"hehehe iya, lanjut atuh neng"
"gini Sya, kita besok mau nyusul Lo di puncak, boleh kan?"
"hah? ngapain nyusul?"
"jadi kagak boleh nih?" nada bicara Rachel tiba-tiba menjadi sedih
"eh eh eh bukan gitu maksud gua"
"ya trus apa?"
"maksud gua Lo mau main ato mau apa kesini?"
"oh..... bilang dong, ini gua sama yg lain pengen liburan sumpek juga di sini trus gua juga kangen ama ma best friend ku......" ucap Rachel dengan imut
"ck, alesan! bilang aja mau nginep di sini, dasar anak gratisan"
"ih.......kau salah Ferguso, gua sama yg lain tinggal di villanya Jennie, kita juga di bayarin Jennie selama di sana"
"oh......kirain, tumben tuh anak mau nraktir biasanya juga ogah-ogahan"
"eum......kagak tau kagak gua pikir juga, lagi bahagia kali tuh bocah"
"mm......." dehem Farsya sambil menganggukkan kepalanya paham
"eh iya"
"apa?"
"temen-temennya Adi juga ikut nih btw"
"Arka, Tristan, sama Fero? ya udah ikut aja kagak papa"
"ih bukan!"
"lah? trus sapa? setau gua temennya pacar Lo itu cuma 3 curut ntu doang dah"
"ih! masa kagak inget?"
"lah? sape lagi bambank?" geram Farsya
"nah tuh kan, pikun ye Lo?"
"enak ae Lo dugong"
"ya Lo kagak inget"
"ye ye jadi sape?"
"itu si Riki ama temen-temennya, masa lupa sih ama pahlawan Lo? parah sih Lo Sya"
"lah? ntu rakyat ikut juga?"
"iye...... itung-itung bales budi karna udah nyelametin Lo waktu itu"
"bales budi, Budi Doremi kali ah" canda Farsya
__ADS_1
"caelah, situ ngelawak bu?"
"ibu-ibu pala Lo? masih cewek gini di bilang ibu-ibu"
"iye-iye karepmu lah mbaknya"
"ya udah, mau dateng besok apa nanti nih?"
"eum..... kayaknya besok pagi dah eh? kagak tau juga sih gua, ntar gua tanya Jennie dah"
"lah gimana sih Lo? keliatan banget bocah gratisannya"
"hehehe lah Jennie nya belum ngabarin masalahnya ya mana gua tau kalo gini"
"karepmu lah, mau berangkat pake mobil apa kereta?"
"kayaknya mobilnya Jennie dah you know lah....sultan kan bebas jadi pake mobil"
"iye-iye bener juga Lo, ya udah kalo udah nyampe apa mau otw kabarin gua ye? biar gua bisa siap-siap dulu"
"heeh btw siap-siap buat kita apa pahlawan Lo nih?" goda Rachel
"pahlawan siapa sih...... bingung deh gua"
"ck, pura-pura lupa apa emang dasarnya anda pikun nih? itu Riki...... subhanallah.....kezel deh saya lama-lama"
"hehehe sabar atuh mbaknya jangan emosi"
"ya Lo yang bikin gua emosi!!"
"iye iye, ya siap-siap buat kalian lah siapa lagi coba?"
"hahaha ada yang kasmaran nih kayaknya"
"hahaha siapa ibu? anda? ya jelaslah secara baru anget kan tuh"
"heh! Lo sedeng apa gimane sih? gua lagi ngomongin Lo Abdul!"
"oh..... hehehe"
"tuh kan? mulai lagi telminya"
"ya kan gua bingung, gimane dong?"
"ya udahlah gua mau nyiapin barang-barangnya, Lo tunggu kabar dari kita lagi ye? bye cenayang.......!!"
"heh!!"
"eh? salah, maksudnya, bye cayang.......muach"
"jijik Lo!" ucap Farsya sambil bergidik
"hahahaha" tawa Rachel yang keras
"*ya udah bye Farsyaku........"
Tut.....Tut.....Tut*.....
"kenapa gua bisa punya temen cem dia ye? heran deh princess"
...----------------...
Di sisi lain, Rachel baru memutuskan sambungan teleponnya lalu menatap teman-temannya
Ya, mereka (Faiza, Jennie dan Tasya) menginap di rumah Rachel, katanya sih biar nemenin Rachel di rumah padahal mah cuma mau makan masakan mamahnya Rachel, katanya enak banget
"gimana?" tanya Faiza
"katanya kalo mau otw suruh ngabarin"
"ya udah otw sekarang aja gimana? biar nyampe di sana pagi-pagi, kan enak tuh pagi-pagi di puncak" usul Jennie
"nah! iya tuh bener mbaknya" kata Tasya
"caelah, baru juga gua mau sarapan" keluh Faiza
"bawa bekel aja makannya nanti di jalan" usul Tasya
"ah! nggak enak nanti"
"enak-enak aja sih, udah nanti gua bilang nyokap buat bikin bekel" kata Rachel
"ck, iya-iya serah dah yang penting gua sarapan"
"nah gitu dong, bentar ya gua mau ke bawah, kalian siap-siap duluan" Rachel pun pergi
...----------------...
Di sisi lain, Farsya sedang membantu neneknya memasak. Sarapan pagi ini adalah nasi goreng spesial, ya nasi goreng adalah senjata orang-orang saat sarapan, betul kan?
Selain nasi goreng spesial, neneknya juga menggoreng telur dadar dengan daun bawang. Sangat spesial memang
"nek, aku bantu ya?" tawar Farsya yang melihat neneknya sedang memotong bawang
"eh? nggak usah Sya, nenek bisa kok" tolak nenek sambil melirik Farsya sebentar
"ih.....aku mau bantu nenek juga"
"nggak usah Farsya.....kamu duduk aja ya"
"nggak, pokoknya aku mau bantu nenek"
"hahaha ya udah sini bantu nenek"
"bantu apa nih nek?" tanya Farsya sambil melihat-lihat bahan makanannya
"kamu goreng telur dadar aja sana"
__ADS_1
"ok nek" Farsya pun mengambil telur ayam di kulkas
"berapa nek?" tanya Farsya
"3 aja, sekalian ambil daun bawang ya?"
"iya nek" Farsya mengambil 3 telur dan beberapa helai daun bawang
"nih, kamu potong daun bawangnya habis itu kamu kocok ke telurnya" titah nenek Farsya
"ini 3 telur di campur nek?" tanya Farsya bingung
"ya nggak dong.....kamu kocoknya satu-satu trus jangan lupa di kasih garam" jawab nenek Farsya lalu kembali memotong bahan-bahan untuk nasi gorengnya
"oh......ok nek" Farsya mulai memotong daun bawang
Beberapa saat kemudian Farsya selesai memotong daun bawangnya lalu sudah di campur ke dalam wadah yang berisi telur ayam
"tinggal di kocok kan nek?"
"iya, udah di kasih garam?"
"udah"
"ya udah di kocok trus di goreng"
Nenek Farsya juga sedang menumis bumbu untuk nasi gorengnya. Sepertinya nasi goreng nenek Farsya benar-benar spesial, banyak sayurannya di sini, toppingnya juga beragam mulai dari sosis, bakso, sampai potongan ayam juga ada.
"nek udah nih, aku taro meja makan ya" kata Farsya sambil membawa piring berisi 3 telur di dadarnya
Nenek Farsya menoleh sebentar dan tersenyum
"iya Sya, makasih ya"
"iya nek sama-sama"
Setelah menaruh piring telur di meja makan, Farsya kembali ke dapur untuk melihat neneknya yang masih memasak nasi gorengnya
"nenek!" panggil Farsya saat berdiri di samping neneknya
"eh? kok balik lagi? tunggu di sana aja sayang"
"nggak ah, mau aku bantuin lagi?"
"eum.....nggak ada yang di masak lagi sih, ini nasinya udah masuk, tinggal nunggu mateng, kayaknya nggak usah Sya" jelas nenek
"oh.....ya udah kalo gitu"
"nek, kakek ke mana?"
"palingan lagi di kebun"
"emang ngapain?"
"hari ini katanya mau panen singkong, mungkin sekarang lagi nyabut singkongnya" jelas nenek sambil mengaduk nasi gorengnya
"oh iya nek"
"hm?"
"kata temen-temen aku mereka mau ke sini"
"nginep di rumah nenek?"
"nggak sih, katanya nginep di villa deket sini"
"kok nggak di sini aja? kamar nenek masih banyak loh"
"iya tuh aku juga nggak tau"
"ya udah yuk ke meja makan, nasinya udah mateng" kata nenek Farsya yang sedang memindahkan nasi goreng dari wajan ke dalam wadah
"ok, aku ke sana duluan ya"
"iya, panggil kakek sekalian, bilang sarapan dulu gitu"
"ok nek" Farsya langsung berlari ke kebun neneknya itu
Sesampainya di kebun, kakek Farsya terlihat sedang mencabut singkong. Sedang panen rupanya
"kakek!!" teriak Farsya karna kebunnya lumayan besar
Kakek Farsya yang tadinya sibuk mencabut singkong karna mendengar Farsya memanggil, sekarang ia menoleh
"ngapain Sya?"
"di suruh sarapan sama nenek!!" jawab Farsya dengan berteriak lagi
"ya udah kamu duluan, kakek cuci tangan dulu"
"ok kek, aku duluan ya?" sebelum di jawab, Farsya malah sudah berlari seperti anak kecil
"gimana?" tanya nenek saat Farsya sudah duduk
"katanya cuci tangan dulu"
"ya udah kamu makan nih, makan yang banyak ya" kata nenek Farsya sambil mengambilkan nasi goreng spesial dan telur dadar itu untuk Farsya
"iya nek, makasih"
"wih......nasi goreng nih" kata kakek Farsya saat baru datang
"iya nih kek, enak banget loh, nenek yang masak soalnya" ucap Farsya yang masih mengunyah nasi goreng sampai mulutnya penuh
"Farsya......di telen dulu nasinya, jangan gitu ih" tegur nenek Farsya lembut
"hehehe habisnya enak banget ini nek"
__ADS_1
"kayaknya enak banget, nek ambilin dong, aku ngiler nih liat Farsya sampe kayak gitu" kata kakek Farsya
Nenek Farsya dengan senang hati mengambilkan nasi dan telurnya untuk suami tercintanya