![[Revisi] Cinta Komedi Remaja](https://asset.asean.biz.id/-revisi--cinta-komedi-remaja.webp)
"OMAYGAT FARSYA!!!!" teriak Faiza saat berlari untuk memeluk Farsya
"FARSYA......" rengek Faiza
"apaan sih Lo, lepasin!" suruh Farsya
"NGGAK! Lo nggak tau apa gua kangen ama Lo?!"
"nggak" canda Farsya
Faiza pun melepas pelukannya pada Farsya dan mencebikkan bibirnya
"mulai deh mulai" kata Farsya yang sudah melihat raut wajah Faiza
"jahat Lo Sya, nggak tau apa gua itu kangen banget sama Lo? kita nggak ketemu berapa hari?" kata Faiza
"au! gua kagak ngitungin" balas Farsya
"heh! gua nggak tanya itu cuma basa-basi doang"
"bilang dong"
"ya Lo aja yang kagak mudengan"
"iye-iye ya udah katanya kangen, sini" kata Farsya merentangkan tangannya
Faiza pun langsung berhamburan memeluk Farsya dan menggoyangkan badan ke kanan dan kiri, melepas kerinduan mereka
"hmm......kangen....." rengek Farsya
"sama......"
Di tempat tidak jauh, Rachel ddk sedang berjalan menuju Faiza dan Farsya yang masih berpelukan
"kalo udah ketemu pasti ribut tapi kalo nggak ketemu sehari aja langsung kangen" kata Tasya
"ya gitulah mereka, unik" timpal Rachel
"ya itu temen-temen Lo" kata Riki sambil melewati Rachel, Jennie dan Tasya
"yeee.....gua kira apa" ucap Jennie
"alah....Lo juga suka kan ama Farsya? ngaku dah lu" ejek Rachel
Riki yang tadinya di depan pun akhirnya menoleh dan menatap mereka tidak suka
"maksud lo?" tanyanya dingin
"maksud gua? ya Lo suka sama si Farsya iya kan?" jawab Rachel
"kata siapa?" tanyanya lagi
"ck, nggak usah ngeles dah lu, udah ketara banget tau nggak, Lo yang nolongin Farsya trus Lo juga khawatir sama Farsya, itu apa namanya? suka kan?" tanya Tasya
"ck, gua kaya gitu cuma karna peduli aja bukan suka" jawab Riki
"sstt...... nggak usah pada ribut......dia emang suka sama Farsya, udah kan? kelar" kata Exel sambil merangkul pundak Riki dan menaik turunkan alisnya
"paan sih Lo" kata Riki datar
"eleh..... nggak usah ngeles" ejek Exel
"nggak, nggak ada yang suka sama cewek tomboi kaya Farsya" balas Riki datar
"he he he, ini mau nyamperin Farsya apa mau debat?" lerai Adi
"ye ini juga mau jalan" balas Riki melepas rangkulan Exel lalu pergi dengan wajah datarnya
"kenapa sih tu bocah? pms?" heran Exel
__ADS_1
"Lo sih!" protes Rangga
"lah? kok gua?" tanya Exel
"ya karna Lo udah buka rahasianya si Riki" jawab Radit
"caelah kenyataan juga"
"udah, mau gua selepet apa mau gua tendang?" tanya Adi serius
"hehehe ampun leader" balas Exel cengengesan
"galak bener Lo Di?" tanya Fero
"gua emang begini kali" jawab Adi dingin
"iye tapi Lo nyeremin kalo begini"
"terserah" kata Adi lalu menggenggam tangan Rachel
"eh?" kaget Rachel saat tangannya di gandeng Adi
"sama aku" ucap Adi tanpa menatap Rachel yang kebingungan
"hmm"
"kenapa sih pada? jadi pada dingin gitu" heran Tristan
"faktor cuaca mungkin? maybe?" balas Arka santai
"mana ada kaya gitu" kata Jennie
"ada, buktinya?" balas Arka sambil menunjuk Adi
"iye iye sak karepmu" lerai Tasya lalu menggandeng tangan Jennie pergi
"itu kan menurut Lo!" balas Tristan lalu meninggalkan Arka yang masih kebingungan
"salah mulu gua"
...----------------...
Di tempat yang tidak jauh dari mobil Rachel dan kawan-kawan, ternyata Chika melihat mereka dari dalam mobilnya.
"oh, jadi di sini Farsya" kata Chika sambil mencopot kacamata hitamnya
"awas aja Farsya, kalo Lo berani nyeritain semuanya" lanjutnya lalu menunjukkan senyum miringnya
Flashback
Masih ingat kalau Radit melihat orang misterius yang memakai baju serba hitam berada di rumah sakit?
Ya, orang itu adalah Chika
"hai Farsya....." sapa Chika dengan senyum liciknya
"si-siapa Lo?!" gugup Farsya
"sstt...... nggak usah takut, gua nggak akan ngapa-ngapain Lo kok, asalkan....."
"apa?! asalkan apa?!" teriak Farsya
"hahaha asalkan Lo nggak cerita tentang kejadian sebenernya sama orang lain"
"a-apa?!"
"hahaha kayaknya gua nggak usah jelasin lagi ya, Lo pasti udah denger dan Lo kan pinter, so....Lo pasti ngerti maksud gua"
"siapa Lo?! emang siapa Lo bisa ngatur-ngatur gua!!"
__ADS_1
"Lo mau tau siapa gua?, oke" lalu Chika membuka masker yang menutupi sebagian wajahnya
"Chi-Chika?" kaget Farsya
"iya, ini gua"
"ke-kenapa Lo bisa di sini?!" kaget Farsya
"Lo nggak perlu tau, intinya Lo harus nurutin perkataan gua tadi"
"gua nggak akan nurutin kemauan Lo!! Lo harus ngerasain balasannya Chik"
Chika hanya memalingkan wajahnya lalu menampilkan smirknya
"nggak ada yang bisa ngalangin gua" balas Chika
"nggak! pokoknya gua nggak mau, gua harus ceritain semuanya dengan jujur biar Lo dapet balasannya"
"oh ya? oke, tapi.....nyawa Rachel gantinya" kata Chika dengan smriknya
"a-apa?!"
"iya, jadi gimana? mau liat sahabat Lo mati atau nggak cerita sama orang lain?" tanya Chika
"sialan!" umpat Farsya
Sebelum Chika mendapat jawaban Farsya tiba-tiba ada suster yang mengantar makan siang Farsya dan Chika segera memakai maskernya lalu menatap sinis Farsya sekilas baru meninggalkan Farsya
"pikirin jawabannya Sya" ucap Chika di balik maskernya lalu pergi meninggalkan Farsya dengan tergesa-gesa
"permisi mbak, ini makan siangnya"
"eoh? i-iya sus, makasih"
"ini juga obatnya, di makan makanannya trus minum obatnya ya"
"i-iya sus"
"Mbak kenapa?" tanya suster
"hah?! eh, em.... ng-nggak, nggak papa" jawab Farsya gugup
"tadi siapanya mbak? kok misterius gitu?" tanya suster lagi
"i-itu.....te-temen saya sus, nggak papa kok, saya cuma sedikit pusing aja jadinya kaya gini"
"ya udah ini di makan trus minum obatnya biar nggak pusing lagi, kalo masih pusing bilang aja nanti saya akan bawa dokter buat meriksa mbak lagi"
"iya sus makasih"
"iya, ya udah saya permisi"
"iya sus" suster itupun pergi
Chika yang sebenarnya belum pulang dan mengintip Farsya pun langsung pura-pura duduk agar suster itu tidak mencurigai Chika
"hampir aja" gumam Chika
Flashback off
"mungkin Farsya nggak akan cerita jadi gua tinggal aja, kapan-kapan gua balik ke sini" monolognya sendiri
...----------------...
Batin Farsya
"*itu bukannya mobilnya Chika? gua harus hati-hati, gua nggak mau temen-temen gua jadi taruhannya apalagi Rachel, mungkin gua nggak cerita aja, cukup gua yang tau"
"tapi, gimana sama Riki dan lainnya? mungkin gua harus bilang ke Riki biar dia nggak cerita sama yang lainnya ini demi Rachel dan keselamatan mereka juga, maaf guys gua ngelakuin ini sebenernya gua mau jujur aja tapi ini juga demi kalian, gua nggak mau kalian kenapa-napa apalagi Lo Chel, cukup gua sakit karna kehilangan adek kesayangan gua nggak buat kali ini*"
__ADS_1