![[Revisi] Cinta Komedi Remaja](https://asset.asean.biz.id/-revisi--cinta-komedi-remaja.webp)
hola! balik lagi nih!
gimana nih nilai PTS nya? semoga para reader ku ini nilainya bagus-bagus ya dan pastinya nggak ikut remidi! aamiin....🤲🤲
Tapi yang remidi jangan berkecil hati, karena kalian nggak sendirian, aku juga remidi soalnya ðŸ¤ðŸ¤
Semangat ya GUYS!!!💚💚
...----------------...
Skip setelah ujian kenaikan kelas (UKK)
"mah aku berangkat!" teriak Rachel setelah sarapan
"iya, sama Adi?" tanya mamah
"nggak, aku pake taxi"
"loh? Adi kemana?" tanya mamah lagi
"katanya lagi siap-siap buat remidi, jadi harus berangkat lebih pagi" jelas Rachel
"oh.....gitu, tapi kamu nggak remidi kan?"
"hehe kalo hari ini nggak, tapi besok iya, remidi matematika" kata Rachel cengengesan
"dasar, ya udah besok remidi yang bener ya? jangan sampe remidi lagi, inget!"
"iya mah.....nanti aku dapet hadiah ya?" tanya Rachel imut
"eum...... nggak! emang kamu anak kecil hm? yang nilainya bagus kalo di hadiahin gitu?"
"em......mamah..... please...... sekali......ini.....aja! janji deh besok-besok nggak, ya? please?" ucap Rachel memelas
"nggak sayang"
"ih mamah mah, udah lama kan aku nggak minta hadiah?"
"ya udah iya, tapi tergantung nilai kamu ok? kalo nilai kamu di atas KKM mamah kasih hadiah, tapi kalo kamu sampe dapet nilai tertinggi di kelas, kamu boleh minta apapun yang kamu mau, deal?" tawar mamah
"wah...... beneran?! deal!!! makasih mah.....uh....makin sayang deh" kata Rachel sambil memeluk erat mamah
"iya iya, ya udah sana berangkat, udah dateng kan taxi nya?"
"udah, ya udah aku berangkat ya mah, bye!!"
"bye sayang"
Lalu Rachel langsung berlari ke luar rumah seperti anak kecil, membuat mamah Rachel menggelengkan kepalanya heran dan gemas dengan anak perempuannya itu.
Duk....
suara pintu taxi yang baru di tutup
"udah neng?" tanya sopir taxi
"udah pak, yuk jalan sekarang"
"ya neng"
Skip
"udah sampe neng"
"oh, ok pak, makasih pak, aku udah bayar di aplikasi ya pak"
"iya neng, sama-sama"
Rachel pun tersenyum lalu turun dari taxi. Setelah turun di depan sekolahnya, Rachel pun segera berjalan menuju kelasnya.
"hai Chel!" sapa orang-orang
__ADS_1
"hai" balas Rachel
Jangan salah kira, Rachel termasuk murid terkenal di sekolah bahkan hampir semua murid dan guru tau siapa Rachel Syahira Putri.
Rachel terus tersenyum pada setiap orang yang menyapanya sampai akhirnya senyum Rachel hilang saat berpapasan dengan Chika di tangga menuju kelasnya.
Rachel dan Chika melakukan kontak mata, saling melempar tatapan tajam dan sinis.
"apa Lo?!" tanya Chika sinis
"apa?! awas ya Chik, walaupun gua nggak tau kalo Lo terlibat sama penyekapan Farsya apa nggak, tapi Farsya pernah cerita ke gua tentang Lo yang busuk itu" ingat Rachel sambil menekan kata busuk pada Chika
"ck, temen Lo tuh ya ngada-ngada, suka fitnah orang lain! Chel, kita temenan loh tapi kenapa Lo langsung menghindar dan kaya gini sama gua setelah Farsya fitnah gua, kita di adu domba Chel!"
"heh! jaga ya omongan Lo!! Farsya nggak kaya gitu!! kita juga temenan itu baru!! ck! ah! males gua ngomong sama orang kaya Lo!!" kesal Rachel lalu pergi meninggalkan Chika
"/smrik/ mulai main-main ya Lo sama gua?" gumam Chika sambil menatap punggung Rachel yang mulai menghilang
...----------------...
"heh Di, Lo tau nggak?-" kata Fero terpotong
"nggak!" potong Adi yang fokus membaca buku untuk persiapan remidinya
"ck, gua belum selesai ngomong kali"
"ya udah apa? gua lagi fokus nih!" kesal Adi
"ya udah nih, Lo curiga nggak sih sama Chika?" tanya Fero
"curiga kenapa coba?"
brak....
"heyo Watts up bro!!!! Tristan ganteng kambek!!!" teriak Tristan setelah menggebrak meja kelas
Seketika Adi dan Fero pun terlonjak kaget mendengar kehebohan Tristan.
"heh! Lo selow dikit bisa kan?! gua lagi mau cerita nih!" protes Fero
"hehe maap ma bro, gua ke sini mau jenguk Lo, katanya Lo mau remidi? jadi sebagai salah satu temen pintar Lo jadi dengan senang hati gua bakal bantuin Lo belajar Di!" kata Tristan yang membuat Fero menahan tawa dan Adi yang memutar matanya malas
"ck, ulangan aja nyontek temen bangku Lo! sok-sokan Lo!" cibir Fero
"eits.....gua bukan nyontek, cuma nyocokin doang jawaban dia ama jawaban gua, mana yang beda, gitu doang kali" elak Tristan
"eleh.....trus kalo beda Lo ganti sama jawaban dia gitu? hahahaha" kata Fero sambil tertawa keras
"Lo tuh ya!!" ancam Tristan sambil menunjuk Fero dengan wajah marah
"apa?" ledek Fero
"Lo tuh ya!! suka bener" kata Tristan yang langsung tertawa begitu juga dengan Fero yang tertawa keras sambil bertepuk tangan
"ck, berisik Lo pada!!" kesal Adi
"kenapa sih Lo? hah?! daritadi sensi banget kayaknya" tanya Fero
"gua mau nilai remidi gua bagus, makannya gua belajar" jelas Adi
"haha eleh.....jadi sekarang kapten basket yang dingin dan badboy itu jadi anak baik juga suka belajar ya?" ledek Tristan
"diem bisa nggak Lo?!" kata Adi penuh penekanan
"hahaha sensi banget" kata Fero dan Tristan bersamaan
"diem ato Lo pada keluar aja sana!" suruh Adi
"galak bener elah, gua juga kan belum cerita tadi" protes Fero
"cerita apa sih Fer?" tanya Tristan kepo
__ADS_1
"ya udah cepetan! bentar lagi masuk!" kata Adi
"gini nih, inget kan waktu Farsya disekap?" tanya Fero
"iya-iya inget gua, kenapa?" tanya Tristan
"nah, sebelumnya Farsya pernah cerita kan sama kita tentang " kebusukan" Chika kan? Lo pada nggak curiga apa sama Chika? gua rasa Farsya bener, dan buktinya waktu Farsya sakit sampe diopname di rumah sakit dia malah nggak dateng buat jenguk, padahal dia katanya deket kan sama Rachel? harusnya dia dateng dong kan Farsya sahabatnya Rachel" jelas Fero
"ya mungkin sibuk kali" kata Adi santai
"ya nggak lah! kalo sibuk, kita juga sibuk, kita kan seangkatan sama Chika dan Chika sekarang jarang main kan sama Rachel ama lainnya kan? kaya seakan dia itu nggak mau main lagi setelah penyekapan itu" kata Fero
"iya tuh! dan gua denger ya katanya temen gua yang sekelas ama Chika, Chika itu ijin 1 hari pas banget sebelum kita di kabarin kalo Farsya itu di sekap, dan Lo kan ada di sana Di, emang Lo nggak ketemu siapa yang nyekap Farsya?" tanya Tristan antusias dengan duduk di depan bangku Adi
"gua harus jawab apa?" batin Adi
"oi! Lo ngapa ngalamun?" tegur Fero
"hah?!" kaget Adi
"caelah, ternyata Lo ngalamun pas kita tanyain dari tadi? hadeh...." kata Tristan
"y-ya maap, siapa suruh tanya pas gua belajar? gua kan dah bilang kalo gua lagi sibuk belajar" balas Adi sedikit gugup tapi tertutup dengan wajah datarnya
"ck, ya udah ulang dah Fer" suruh Tristan
"ok, gini-"
"heyo guys!!!!! w combek!!!!" teriak Arka yang baru masuk
"subhanallah....." gumam Fero sambil mengelus dadanya
"ganggu ae Lo!" cibir Tristan
Arka pun mengerutkan dahinya setelah ia sedang tersenyum lebar
"lah? kok gua? saya kenapa? aku di mana? kamu siapa?" bingung Arka dramatis
"ck, gak usah sok drama deh! makin jelek Lo!" ejek Tristan
"salah apa hambamu ini ya Tuhan sampai aku mendapat teman-teman seperti mereka" kata Fero seperti orang berdo'a
"Weh! maksud lo apa?! gua nggak ikutan ye?! ntu si Badrul tuh, gua kagak!" kata Tristan tidak terima
"ya udah iya maap, kenapa sih? hah? kepo nih saya" tanya Arka sambil duduk di samping Tristan
"ini lagi ngomongin Chika" jawab Tristan
"Chika? kenapa?"
"Fero sama gua curiga kalo Chika itu ikutan soal penyekapan Farsya waktu itu"
"kok bisa? ada bukti emang?"
"baru curiga doang sih, tapi lumayan masuk akal juga petunjuk yang gua simpulin" kata Fero
"hah? gimana sih? gua belum mudeng" ucap Arka meminta penjelasan
"ck, dasar lemot" cibir Adi yang kembali membaca buku
"yee..... orang belum mudeng juga" elak Arka
"sstt..... diem! lagi rajin gua" kata Adi
"iya in dah" jawab Arka memutar matanya malas
"sini sini gua jelasin" lerai Tristan
Tristan pun menjelaskan kecurigaan ia dan Fero dari awal sampai akhir, sesekali Fero juga ikut menjelaskannya. Adi tidak perduli dan hanya mendengarkan mereka bercerita, ia tetap berusaha fokus walau pikirannya juga ikut berfikir tentang Chika.
Adi bukannya tidak curiga tapi ia bingung harus mengatakannya atau tidak karena Adi juga ikut menjadi korban penyekapan Farsya waktu itu. Adi sudah berjanji pada Riki agar tidak menceritakannya lagi pada orang lain kalau tidak? Rachel taruhannya. Itu cukup membuat otak, hati dan emosi Adi bertabrakan.
__ADS_1
Adi padahal berfikir jika teman-temannya akan melupakan kejadian itu tapi ternyata mereka lebih pintar dalam memahami kejadian penyekapan Farsya. Dan ia juga berfikir kalau kasus ini akan selesai setelah ia, Riki dan lainnya menyelesaikannya secara kekeluargaan tapi nyatanya? sepertinya Adi harus menggunakan otak pintarnya sesekali.
Beberapa saat kemudian, akhirnya Fero, Arka dan Tristan pergi ke kelasnya karena hanya Adi yang berbeda kelas. Sampai akhirnya kertas remidi ada di depan Adi, ia masih memikirkan teman-temannya yang mulai curiga. Tapi Adi kembali memfokuskan diri pada remidinya dan ia berencana menghubungi Riki sepulang sekolah nanti.