[Revisi] Cinta Komedi Remaja

[Revisi] Cinta Komedi Remaja
Liburan?


__ADS_3

beberapa hari kemudian


Setelah kejadian penyekapan Farsya beberapa hari yang lalu sampai Farsya batal mengikuti pertandingan basket karna kondisinya, sekarang Farsya akhirnya diperbolehkan untuk pulang. Begitu juga dengan Riki


Farsya tidak pulang ke rumahnya tapi ia pulang ke rumah neneknya yang berada di daerah puncak. Tempat yang segar dan sejuk untuk menenangkan pikiran Farsya agar cepat melupakannya


Sekarang Farsya sedang duduk di kursi belakang rumah neneknya yang kebetulan langsung menampakkan hamparan tanaman teh hijau. Farsya terlihat sangat senang, bibirnya tidak pernah berhenti tersenyum melihat pemandangan indah ini


"seger banget udaranya" gumam Farsya setelah menghirup udara segar


Tanpa Farsya sadari, ternyata neneknya sudah berdiri di belakang kursi yang didudukinya


"Farsya....." panggil nenek Farsya


Farsya pun langsung menoleh ke belakang dimana neneknya sedang berdiri. Nenek Farsya memang sudah tua, umurnya bahkan sudah melebihi setengah abad. Wajahnya sudah berkeriput, giginya juga sepertinya sudah tidak lengkap lagi dan jangan lupakan rambut putihnya yang di sanggul. Itu semua tidak membuat wajah cantiknya hilang karna termakan usia, wajahnya tetap cantik seperti dulu bahkan Farsya mengakuinya


Nenek Farsya tersenyum lalu Farsya menghampiri neneknya yang masih berdiri


"ada apa nek?" tanya Farsya sambil memegang lengan neneknya


"nggak papa, nenek cuma manggil kamu aja" jawab nenek Farsya tersenyum


"oh......ya udah nek, kita duduk yuk, nanti nenek capek kalo berdiri terus" ajak Farsya sambil menggandeng neneknya berjalan


"mamah papah kamu gimana di rumah?" tanya nenek Farsya saat mereka sudah duduk


Farsya yang tadinya sedang menatap kosong ke depan pun langsung menoleh lalu tersenyum miris sebelum menjawab


"sama aja nek kaya dulu"


Tangan nenek Farsya terulur untuk mengelus rambut Farsya yang sedang menunduk


"ya udah kamu tinggal di sini aja sama nenek kakek, kamu pindah ke sini" Farsya yang kaget pun langsung mendongak menatap neneknya yang sedang tersenyum


"aku nggak bisa nek"


"kenapa nggak bisa? biar nenek aja yang ngurus semuanya kamu tinggal nyiapin barang-barang kamu buat tinggal di sini"


"bukan masalah itu nek, aku udah nyaman di sana, bahkan aku udah jadi kapten basket kaya cita-cita aku waktu masih kecil"


"kamu kan bisa daftar di sekolah baru kamu nanti, nenek tau kamu punya bakat nenek yakin kamu bisa jadi kapten basket juga di sekolah baru kamu"


"tapi nek.....aku nggak mau"


"kenapa lagi?"


"aku nggak mau, walau mamah papah sibuk sama pekerjaannya tapi aku tetep nggak bisa ninggalin mereka"


Nenek Farsya terlihat menghela nafasnya


"kamu nggak akan kesepian kalo kamu tinggal di sini Farsya.....nenek juga pengin liat kamu setiap hari, nenek sama kakek kan jarang main ke rumah kamu"


"nek.....maaf, tapi aku beneran nggak mau, aku udah punya banyak temen di sana, aku janji sama nenek buat sering jenguk nenek di sini kalo aku libur" Farsya menggenggam tangan neneknya


"tapi nenek khawatir sama kamu Sya, kamu yang cerita sendiri kan kalo kamu di celakain sama temen se sekolah kamu? nenek nggak mau liat kamu di sakiti lagi, liat! muka kamu aja masih banyak bekas lebamnya, muka kamu aja masih pucet, kamu beneran bikin nenek khawatir" kata nenek Farsya menatap khawatir Farsya


Farsya tersenyum manis menyakinkan neneknya lalu mengeratkan genggamannya

__ADS_1


"nenek.....nenek tenang aja, aku udah sembuh ini tinggal bekasnya aja trus masalahnya juga lagi di urus polisi, nenek tenang aja temen-temen aku banyak yang masih peduli sama aku"


"gimana nenek nggak khawatir? orang tua kamu aja nggak peduli sama kamu malah mentingin pekerjaan mereka" ucap nenek Farsya sedikit meninggikan suaranya


"makasih nek udah khawatirin aku tapi aku tetep nggak mau, maaf nek" balas Farsya menunduk


Nenek Farsya tersenyum melihat Farsya yang menunduk lalu tangannya terulur untuk menggenggam tangan Farsya


"Farsya..... maafin nenek ya udah maksa kamu" Farsya mendongak menatap neneknya


"nenek bakal dukung semua keputusan kamu, kalo kamu nggak mau tinggal di sini nggak papa tapi kalo suatu saat kamu mau nginep atau mungkin tinggal sama nenek, nenek pasti akan nerima kamu, pintu rumah nenek akan selalu terbuka buat cucu nenek yang cantik ini....." kata nenek Farsya lalu mencubit kedua pipi Farsya gemas yang membuat Farsya kembali tersenyum


"nah....gitu dong, senyum, jangan sedih terus, jelek tau" usil nenek Farsya


"ih nenek....." rengek Farsya


"hahaha nggak kok nggak, cucu nenek emang selalu cantik"


"makasih ya nek"


"iya sama-sama" nenek Farsya pun merentangkan kedua tangannya meminta Farsya untuk memeluknya dan dengan segera Farsya memeluk neneknya itu dengan senyuman yang tak pudar dari bibirnya


"Farsya sayang nenek" kata Farsya mengeratkan pelukannya


"nenek juga sayang Farsya" balas nenek Farsya mencium puncuk kepala Farsya


...----------------...


Di sisi lain, Rachel dan lainnya sedang berada di kantin sekolah


"emm.....iya ya, gua juga udah lama kagak liburan" timpal Faiza


"Lo sih.... kebanyakan baca novel terus kalo nggak buku pelajaran atau......atau apalah itu pokoknya masih buku-buku aja" kata Tasya


"gimana..... kalo kita liburan? kita udah lama kan nggak hangout atau liburan setelah banyak masalah? sekalian biar refreshing" ucap Jennie


"boleh sih.....tapi emang kapan? kita bukannya sebentar lagi mau banyak ujian? ulangan?" tanya Rachel


"gpp lah, lagian ulangannya juga bulan depan kan? kita masih punya waktu buat refreshing" jawab Faiza


"eh eh gimana kalo kita nyusul aja Farsya?" kata Tasya


"eh iya tuh, kan rumah neneknya Farsya di daerah puncak pasti enak tuh buat liburan" timpal Jennie


"gua sih ok ok aja, apalagi gratisan" ucap Rachel


"yee.....dasar anak gratisan" ledek Faiza


"kaya Lo nggak aja, sendirinya juga mau kan?"


"hehehe iya, ya kali rejeki di tolak"


"nah tu sama"


"udah-udah, ini pada mau kan? gua yang danain deh" kata Jennie yang membuat semuanya menatap Jennie berbinar


"apa?" kaget Jennie yang melihat semua wajah teman-temannya menatap dirinya sambil tersenyum

__ADS_1


"hehehe tau aja Lo kalo gua lagi bokek" ucap Rachel


"iya nih, Lo pengertian banget deh...... utututu jadi makin like deh gua" goda Faiza sambil memeluk Jennie dari samping


"eh eh eh apa apaan sih?! lepas nggak?!" marah Jennie


"utututu.......kenapa sih? gua cuma meluk elah"


"nggak-nggak, lepasin!!"


Faiza pun melepaskan pelukannya sambil mengerucutkan bibirnya


"mukanya biasa aja" ketus Jennie


"ih......kan gua cuma meluk sebagai ucapan terimakasih"


"ya nggak usah begitu, jijik gua"


"ah Lo mah jahat"


Tasya yang gemas pun menyumpal mulut Faiza dengan roti yang membuat Faiza menatap Tasya tajam


"apa?! mau protes?!"


"au lah!! Lo semua jahat sama gua"


"jangan kaya anak kecil deh, gua aja udah kagak kaya gitu lagi" kata Rachel


"tuh kan.....Lo malah ikut-ikutan Chel"


"ya habisnya Lo bikin gua gregetan"


"udah ributnya? nggak jadi gua bayarin nih kalo gini" kata Jennie yang membuat mereka langsung terdiam


"iye-iye gua diem" balas Faiza sambil mengunyah roti dengan kesal


"btw mau kapan nih berangkatnya?" tanya Rachel


"eum......gimana kalo lusa?" usul Jennie


"kita berempat doang?" tanya Tasya


"ya mau ngajak siapa lagi emang? penjaga sekolah? kagak kan" jawab Faiza yang masih kesal


"bukan gitu dodol! maksud gua si Adi ama lainnya" kesal Tasya mendorong bahu Faiza


"apa sih?! demen banget Lo marah ke gua"


"ya Lo! masa ngajak penjaga sekolah, kan kesel dede tuh" ucap Tasya dengan suara yang dibuat-buat


"iwh......jijik gua" kata Rachel dan Jennie berbarengan lalu Faiza hanya menatap jijik Tasya


"udahlah! ajak mereka sekalian trus si Riki ama temen-temennya juga boleh deh, sebagai tanda terimakasih juga udah bantu nyelametin Farsya waktu itu" lerai Jennie


"nah tuh! bener banget Lo, bentar gua ngabarin yang lain dulu" kata Rachel langsung mencari hpnya


"ya udah, kalo gitu balik kelas yok! udah mau masuk juga ini

__ADS_1


__ADS_2