![[Revisi] Cinta Komedi Remaja](https://asset.asean.biz.id/-revisi--cinta-komedi-remaja.webp)
skip
"jadi Lo mau cerita apa sampe ngajak gua ke sini?" tanya Farsya tepat setelah ia melepas helmnya
"ck, sabar elah gua aja belum turun" cibir Riki
"ya makannya cepetan! lelet amat jadi cowok"
"Lo yang kagak sabaran! maemunah emang" gumam Riki sambil turun dari motornya
"ck, gua denger ya" tegur Farsya sambil memutar bola matanya malas
"hehehe maaf"
Farsya hanya menatap Riki sekilas lalu meninggalkannya, Farsya duduk di pinggir sungai tak jauh dari rumahnya. Kenapa? karna Riki sebelumnya pernah mengantar Farsya sampai ke rumahnya.
Akhirnya Riki pun menyusul Farsya lalu duduk di dekatnya. Mata indah Farsya masih menatap sungai jernih di depannya tapi wajahnya masih cemberut, entah kenapa.
(di sarankan mendengarkan lagu Dusk Till Down - Zayn Malik ft Sia atau lagu sedih lainnya)
"gc" singkat Farsya
"iya, nggak sabar banget, heran"
Riki yang tadinya menatap Farsya pun kini juga ikut melihat jernih dan damainya arus sungai itu. Ia pun tersenyum sebelum bercerita.
"jadi gini Sya, Lo inget permintaan Lo waktu di puncak?" tanya Riki tanpa menatap Farsya
"hm"
"apa?"
"gua bilang jangan kasih tau ke orang lain tentang kejadian penyekapan gua" jawab Farsya dingin
"ok Lo tau, jadi......gua mau bilang kalo kejadian ini udah selesai secara kekeluargaan dan soal polisi gua ama temen-temen geng gua udah ngurus itu"
Farsya membelakkan matanya sebelum menoleh menatap Riki
"apa?!" kagetnya
Riki terkekeh lalu menatap Farsya yang masih dengan wajah kagetnya
"iya, itu keinginan Lo kan? gua udah berembug sama temen geng gua, ya walau harus debat dulu tapi Lo bener juga, kita masih SMA dan itu bakal bikin hidup kita makin rumit" jelas Riki
"l-lo be-beneran?!"
"iya, kenapa?" heran Riki
"huh..... akhirnya, nggak papa, gua cuma seneng aja dan artinya gua udah nggak akan di ancem lagi sama Chika, cuma....." Farsya menunduk
"cuma apa?" tanya Riki sedikit khawatir
"cuma apa Chika bakal berhenti ganggu Rachel lagi? gua khawatir sama dia"
__ADS_1
"itu, Lo tenang aja, gua yakin kalo Adi bakal jagain Rachel kok dan Lo juga bakal gua jagain jadi masalah selesai sekarang!"
"tap-tapi, nggak usah Ki gua bisa jaga diri habis ini, gua nggak mau bikin Lo masuk ke masalah gua lagi"
"haha sans elah, kaya sama siapa aja" kata Riki sambil tertawa
"ck, beneran deh Ki gua gpp"
"kenapa sih? gua juga nggak keberatan, udah gpp sama gua ini"
"ngeyel banget dibilangin!" kesal Farsya
"haha lucu, lagian gua juga temennya Adi kali, jadi gua juga harus mastiin semua temen gua baik baik aja"
"iya gua tau, cuma kan-"
"berisik! ikutin aja apa susahnya sih?" kata Riki yang sudah menatap sungai lagi dan dari nada bicaranya pun sudah berubah menjadi dingin
Farsya yang merasa Riki sudah marah pun sedikit merasa tidak enak. Harusnya Farsya berterima kasih bukan?
"maaf Ki, Lo marah ya?" tanya Farsya melembut
"nggak"
"gua minta maaf, harusnya gua terimakasih sama Lo tapi gua malah bentak Lo" kata Farsya yang kembali menunduk
"udah gpp"
"tapi Lo masih kaya gitu mukanya"
"tuh kan! ya udah deh Lo boleh jagain gua, tapi jangan berlebihan, gua nggak suka lebay" pasrah Farsya
"kalo nggak mau juga gpp, gua juga banyak kerjaan lain" ungkap Riki sambil melempar baru ke sungai dan wajahnya juga semakin tidak bersahabat
"hm...... Ki.....jangan gitu dong! iya-iya gua minta maaf makasih juga udah bantuin gua, gua nggak mau kan cuma nggak mau Lo masuk ke masalah gua lagi" jelas Farsya
"hm"
"gu-gua nggak m-mau aja Lo ke-kenapa napa, itu aja" gugup Farsya karna merasa malu setelah mengucapkan bahwa ia khawatir
Secara tidak langsung bukannya Farsya perhatian pada Riki?
"hm" balas Riki
"ck, Lo mah! gua udah nggak marah tapi Lo yang marah sekarang" cibir Farsya
"gitu? gua juga nggak akan ganggu Lo lagi kok kalo Lo nggak mau" ucap Riki serius membuat Farsya menatapnya tidak percaya
"maksud lo?!"
"gua tau Lo nggak mau kan deket ama gua? jadi ya udah kalo Lo nggak mau gua ada di sini lagi ama Lo, gua bakal pergi" jelas Riki menatap Farsya
Mata Farsya mulai berkaca-kaca tapi ia tetap menahannya agar air matanya tidak jatuh
__ADS_1
"apa sih Ki?! bukan gitu maksud gua!!"
"udahlah Sya, jangan maksain diri Lo! gua nggak papa" kata Riki dengan fake smile nya
"nggak usah becanda deh Ki! nggak lucu tau nggak?!"
"haha siapa yang bilang gua becanda? gua serius, gua juga emang nggak berhak ngatur dan jagain Lo kok"
"Ki! jangan gini!"
"kenapa? gua nggak masalah" ucap Riki dengan fake smile nya lagi
"maaf Ki! tapi jangan buat gua kaya gini! tanpa Lo mungkin gua udah nggak ada di dunia ini! dan tanpa Lo juga mungkin sekarang masalah ini nggak bakal selesai karna gua takut! jadi please jangan per-pergi! l-lo boleh jailin gua, l-lo boleh ketawain gua, dan bahkan Lo b-boleh jagain gua! tapi please jangan buat gua merasa bersalah dan merasa jadi orang nggak tau terimakasih!" kata Farsya yang air matanya sudah jatuh dan suara yang sesenggukan
Riki pun merasa bersalah, ia menunduk dan menghembuskan nafasnya sebelum kembali menatap Farsya yang kini sedang memejamkan matanya dengan jari tangannya yang memilin ujung roknya. Riki tau kalau seharusnya ia tidak membuat Farsya menangis, seharusnya sekarang ia dan Farsya sedang tertawa bersama karna masalahnya lama kelamaan akan selesai. Tapi, kini malah Farsya menangis karena perkataannya.
"Sya, maaf, gua emosi" kata Riki yang menunduk menghadap Farsya
Farsya tidak membalasnya dan masih terus menangis. Ia bingung kenapa ia melarang Riki pergi, padahal sebelumnya ia merasa risih dengan sikap jahil dan menyebalkan dari Riki, tapi kenapa sekarang ia merasa tidak rela?
"Ki, Lo tau nggak sih?! semenjak ada Lo gua merasa punya sandaran dan sekarang Lo malah bilang Lo bakal pergi! Lo tega tau nggak" kata Farsya menatap Riki tajam dan menangis
"bukan gitu maksud gua! gua bakal pergi kalo Lo mau gua pergi Sya, dan begitu juga sebaliknya!" tegas Riki menatap Farsya sendu
"Lo bikin gua merasa bersalah Ki" gumam Farsya masih menatap Riki
"nggak, Lo nggak salah! gua yang salah! harusnya kita ketawa sekarang karna masalah ini bakal ada jalan keluar tapi gua malah bikin Lo nangis gini, harusnya gua yang minta maaf"
"Ki, Lo itu emang ganggu gua tapi nggak selamanya yang ganggu itu harus dibuang! sama halnya kaya pohon yang di tumbuhi bunga anggrek, anggrek emang mengganggu tapi anggrek juga menemani pohon itu apapun yang terjadi!" kata Farsya
"dan gua mau kita kaya gitu! gua nggak mau anggrek gua pergi setelah menemani pohon sampai pohon itu berbuah, gua nggak mau Lo pergi Ki! Lo udah bantu gua sedikit demi sedikit keluar dari masalah gua dan saat gua sedikit lagi bakal keluar Lo malah pergi! gua nggak mau Ki!" tegas Farsya lalu menunduk
"maaf Sya, sekali lagi gua minta maaf" kata Riki sambil memegang tangan Farsya
"gua nggak tau kalo nggak ada Lo gimana jadinya gua, gua.....gua pasti bakal-"
"sstt.......iya, gua nggak bakal pergi, gua janji! jangan nangis lagi, anggrek nggak akan tumbuh tanpa adanya media dan media anggrek gua itu Lo Sya! pohon gua! dan anggrek juga nggak bisa bersihin daun yang jatuh dari pohonnya tapi anggrek bisa ngasih kehangatan dari pelukannya, sama kaya gua. Mungkin gua nggak bisa bersihin setiap air mata Lo, tapi gua bakal peluk Lo dan selalu ada buat Lo di saat Lo butuh" jelas Riki yang menarik Farsya agar masuk dalam pelukannya
sesekali Riki mengelus dan menaruh pipinya di atas kepala Farsya.
"Ki?" panggil Farsya
"hm?"
"jangan pergi"
Ya, setelah 2 kata itu Farsya langsung mengeratkan pelukannya dan Riki tersenyum sambil menunduk agar melihat Farsya yang berada di dalam pelukannya. Lalu Riki membalas pelukan Farsya dengan erat juga.
"iya, gua bakal ada di sini dan anggrek gua bakal nemenin pohon itu apapun yang terjadi sampai ada anggrek baru di pohon yang bakal gantiin gua buat jaga pohon gua"
"nggak, cuma Lo anggrek buat pohon gua" gumam Farsya lirih yang tidak bisa di dengar Riki
**Sekian terima kasih ❤️
__ADS_1
Part kali ini bakal fokus ke couple RiSya ya
bye-bye 👋👋**