[Revisi] Cinta Komedi Remaja

[Revisi] Cinta Komedi Remaja
Cari Bantuan


__ADS_3

Di sisi lain, Rachel dan teman-temannya sedang berjalan di koridor sekolah untuk pulang


Tapi tiba-tiba Tasya berhenti berjalan dan membuat yang lain juga ikut terkejut juga memberhentikan langkahnya


"guys, kalian tau nggak Farsya di mana?" tanya Tasya


"eh? iya ya, Farsya kemana?" kata Jennie


"mm.....gua juga kagak tau, mana tadi Adi kaya buru-buru gitu lagi pulangnya" kata Rachel


"buru-buru?" heran Jennie


"iya, tadi kan gua ke toilet kan? trus pas mau balik ke kelas, gua ketemu ama Adi nah biasanya dia kan nganterin gua pulang, tapi ini nggak, dia bilangnya nggak bisa nganterin gua trus mukanya cemas, buru-buru gitulah pokoknya" jelas Rachel


"kira-kira kenapa ya??" tanya Jennie


"udah nggak usah bingung, positif thinking aja siapa tau ada hal keluarga doang" ucap Faiza yang masih fokus membaca novelnya


Yang lain pun menengok ke Faiza


"ck, Lo mah nggak asik Za" sebal Jennie sambil mendorong bahu Faiza, Faiza yang sedang membaca pun langsung menatap sebal Jennie


"iya, selow banget Lo ngomongnya, emang nggak penasaran apa?" timpal Tasya


"kagak, buat apa penasaran? nggak ada untungnya juga buat gua" Faiza pun kembali membaca novelnya


"novel troooss....ampe bosen gua liat Lo kemana-mana bawa novel" kata Tasya


"ya nggak usah di liat, gitu aja susah, gua aja nggak nyuruh Lo liatin gua" balas Faiza santai


"udah, bener juga katanya Faiza, mungkin Adi cuma ada urusan keluarganya" lerai Rachel


"mau balik sekarang apa gimana??" tanya Jennie


"balik sekarang aja yuk? gua capek, tadi pelajarannya pak botak bikin gua ngantuk, pengen rebahan" ucap Rachel


"boleh tuh, jadi rindu my pulau kapuk gua" kata Jennie sambil membayangkan kasur empuknya


"ya udah yok, gua juga udah selese bacanya" ajak Faiza


Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang. Jennie pulang di jemput supirnya, Tasya menggunakan bus dan tinggal Rachel juga Faiza yang masih ada di jalan menuju gerbang sekolah.


"Chel, Lo naik apa? di jemput nggak?" tanya Faiza


"kayaknya naik bus kalo nggak angkot"


"owh.....mau ikut gua nggak? gua lagi bawa motor nih"


"emang gpp? nggak ah, takut ngerepotin"

__ADS_1


"kenapa? sans aja kali ama gua, udah yok gua capek mau istirahat" Faiza pun menarik tangan Rachel menuju parkiran


"nih helmnya, gua bawa dua" kata Faiza memberikan Rachel helm dan di terima dengan senang hati oleh Rachel


"makasih ayang ku, makin sayang deh" goda Rachel


"iuh..... nggak usah gombal deh, yuk cepet naik" ajak Faiza yang sudah memakai helm dan menaiki motor scooter matic nya


"yok! jalan Za!" kata Rachel saat sudah duduk di jok belakang motor Faiza


"pegangan sayang, nanti kamu jatoh lagi kan aku nanti sedih kalo kamu jatoh" ledek Faiza dengan wajah sok imutnya


"paan sih? udah ah jalan, katanya pengen cepet pulang" ucap Rachel menepuk pundak Faiza


"iya-iya, abisnya biasanya Lo ama Adi kaya gitu kan? udahlah ngaku aja, gua juga sampe apal kata-katanya si cowok Lo itu kalo lagi naik motor"


"nggak gitu juga sih, lebih keren Adi soalnya" balas Rachel dengan cekikikan


"ya jelas bedalah! gua kan cewek dia cowok"


"iya-iya udah ntar kagak balik-balik nih kita kalo debat mulu"


"hehehe iya iya, tapi beneran pegangan dulu sayang" goda Faiza lagi


"Za......"


"cepet jalan nggak?" jawab Rachel penuh penekanan


"iya-iya emosian banget sih, gara-gara ditinggal your prince ya?"


"Faiza!!" teriak Rachel yang membuat Faiza tertawa lalu menjalankan motornya sedangkan Rachel, dia masih kesal dengan Faiza


...----------------...


Kembali ke gedung tua tempat Farsya di sekap tadi, tepatnya masih di roftop gedung itu.


Chika menatap Farsya dan lainnya dengan tertawa remeh


"hahahaha, gimana? masih mau ngelawan?" tanya Chika


"ck, dasar cewek licik!!" umpat Radit


"iya, emang gua licik, kenapa? masalah?" jawab Chika tersenyum miring


"heh! kalo jadi cewek tuh yang anggun jangan begajulan kaya gini!!" kesal Exel


"apa? anggun? maksud lo apa hah?! ngatur-ngatur gua, siapa sih Lo?! ikut campur segala" tanya Chika dengan wajah kesal


"nggak guna gua jelasin mereka siapa, yang penting sekarang Lo lepasin kita!! dasar b*jing*n" umpat Adi

__ADS_1


Ya, sekarang mereka di ikat karna saat Adi dan yang lainnya menyerang suruhan Chika, ternyata mereka selalu bertambah banyak dan tentu menguras tenaga Adi dan lainnya. Lalu membuat mereka babak belur juga keadaan Riki yang masih pingsan


"sstt...... nggak boleh mengumpat sayang, nggak baik kalo kamu mengumpat apalagi sama aku" kata Chika dengan wajah dan suara di buat-buat tak lupa juga telunjuknya yang menempel di atas bibir Adi


"cuih..... nggak sudi bibir gua Lo pegang" kata Adi saat memalingkan wajahnya


"hahahaha udah ah, oh iya gimana keadaan Lo Sya? seneng? harusnya seneng sih ya" ucap Chika menatap Farsya tersenyum lebar


"lepasin kita nggak?!!!" bentar Farsya


"huhuhu aku takut, iya deh iya aku lepasin, hahahahahahahahahahaha nggak!! gua nggak bakal lepasin Lo pada!!"


"heh!! paling nggak Lo lepasin Riki, Lo mau apain dia hah?! dia pingsan!!" kesal Rangga


"lepasin dia? nggak, salah siapa sok jadi jagoan buat princess nya ini hm?" kata Chika memegang dagu Farsya dengan telunjuknya


"nggak nyangka ya? ternyata yang di omongin Farsya waktu itu bener, Lo emang busuk Chik!!" teriak Adi membuat Chika menatapnya


"apa?! Lo kaget kalo Farsya tau semua kebusukan Lo?!" tanya Adi


"heh, gua nggak kaget, gua nyekap Farsya juga karna dia tau semuanya, but..... sekarang kalian ada di sini jadi....." Chika menjeda kalimatnya lalu menatap wajah Farsya yang penuh lebam akibat di tampar dan dipukul itu dengan tersenyum manis


"jadi yang tadinya gua mau bunuh Farsya, sekarang jadi pengen bunuh Lo pada!!! hahahaha" katanya dengan tertawa jahat


"gimana nih? gua nggak mau mati konyol gara-gara ni cewek, oh iya hp gua ada di saku celana gua, biar gua coba deh buat ngabarin ke orang lain" batin Adi lalu mencoba dengan susah payah memencet setiap huruf di keyboard nya pada kontak yang ada di hpnya


Entah keajaiban atau bagaimana, akhirnya Adi bisa mengirim pesannya. Walau huruf yang di kirim tidak dapat di baca, tapi sekiranya ada orang lain yang dia hubungi. Dan terkirim lah pesan itu ke nomor Rachel


...----------------...


ting ......


"huh? sapa nih?" tanya Rachel lalu meletakkan gelasnya di meja dan membuka pesan dari hpnya


"hah? apaan sih? kok Adi ngirimin gua kaya gini?" heran Rachel saat melihat isi pesan Adi


"hsoafsos sjahwgekdj" gumam Rachel mengeja huruf-hurufnya


"apaan sih?!" kesal Rachel


"nggak mungkin ini cuma bercanda, buktinya aja dia nggak ngetik apa-apa lagi ke gua, apa ada sesuatu?" batin Rachel


"coba liat GPS aja deh, biar tau sekarang dia ada di mana"


Rachel pun mengotak-atik hpnya mencari tahu di mana Adi sekarang


"hah? nggak salah nih? ni kan tempat sepi, gedung bekas lagi, ngapain Adi ada di sini?" heran Rachel saat melihat letak koordinat Adi sekarang


Rachel pun mengabari semua temannya lalu pergi bergegas ke tempat Adi berada sekarang

__ADS_1


__ADS_2