![[Revisi] Cinta Komedi Remaja](https://asset.asean.biz.id/-revisi--cinta-komedi-remaja.webp)
Sepulang sekolah, Farsya berencana untuk pulang menaiki bus. Dan sekarang Farsya sedang menunggu bus di halte bus tentunya.
Keadaan sekitar sedang sepi dan cuaca juga sepertinya tidak mendukung karna sangat mendung dan angin yang semakin kencang. Mungkin akan terjadi badai nanti
Farsya masih setia menunggu bus datang, sebenarnya Rachel dan lainnya sudah menawarinya untuk pulang bersama tapi Farsya tidak mau. Katanya takut merepotkan dan beralasan ada urusan lain sebelum pulang, padahal dia tidak ada urusan apapun sebelum pulang
"ish.....mana sih bus nya?! nggak tau apa kalo sekarang mau hujan? ntar bisa telat pulang nih gua" gerutunya menengok kanan dan kiri
Kakinya di hentak-hentakkan tanda dia sedang merasa kesal
"masa iya gua jalan gitu?! ntar kalo baju gua basah gimana?! di marahin lagi deh gua"
Sekitar 5 menit setelahnya, bus pun datang. Farsya merasa lega dan bergegas untuk masuk ke dalam bus
Tapi sebelum Farsya masuk, tiba-tiba ada yang menarik lengan Farsya. Farsya pun menengok siapa yang sedang menarik lengannya
"bang!! kita nggak jadi masuk!! Abang jalan aja!!" teriak seseorang yang sedang menarik lengan Farsya pada sopir bus
"gimana sih neng? kalo gitu tadi Abang kagak berhenti" kata sopir itu
"hehehe maaf pak, kita ada urusan mendadak" jawabnya lagi
Bus pun kembali melaju, tinggallah Farsya dan orang itu sekarang
"heh!! gua mau pulang!! kenapa Lo nyuruh tu sopir buat pergi?!! gua udah nungguin bus lama juga!!" bentak Farsya pada orang itu
"ssttt.......Lo masih inget ucapan gua tadi di taman?" katanya sambil tersenyum miring
Farsya tidak menggubris perkataan orang itu dan masih mencoba melepaskan cengkraman orang itu pada lengannya
"heh!! denger nggak gua ngomong?!!" bentak orang itu
Farsya menatapnya tajam dan mulai berhenti memberontak
"ck, mau Lo apa sih? hah? gua nggak peduli omongan Lo yang di taman" kata Farsya enteng
"heh! menurut Lo gua main-main gitu?! inget ya, gua kagak pernah main-main sama omongan gua" kata orang itu sambil mengeratkan cengkramannya
Bukannya meringis kesakitan, Farsya malah membalasnya dengan tersenyum miring
"Chika..... Chika, Lo pikir gua takut sama anceman Lo?! asal Lo tau aja, gua kagak takut sama apapun apalagi Lo!!" ucap Farsya menunjuk wajah Chika
"berani ya Lo ama gua?!"
"ya jelaslah, buat apa gua takut? nggak akan ada yang terjadi ama gua"
"oke, sekarang ikut gua!!" Chika pun menarik Farsya ke dalam mobilnya dengan paksa
__ADS_1
"heh!! Lo mau apa sih?! turunin gua nggak?!" suruh Farsya saat Chika sedang memakai sabuk pengaman
"mending Lo diem deh, nikmatin detik-detik Lo hidup di dunia" kata Chika lalu melajukan mobilnya
Farsya masih bingung tentang apa yang Chika ucapkan tadi
"maksud lo?" tanya Farsya
"maksud gua? Lo lupa sama ucapan gua di taman? gua akan bikin Lo nggak tenang Sya....Lo jangan ngira gua cuma asal ngomong" jawab Chika di sertai smrik andalannya
Sepanjang perjalanan, Farsya terus memberontak dan membentak Chika tapi Chika malah menanggapinya dengan santai dan terus melajukan mobilnya ke sebuah tempat
Sebuah tempat terpencil dan jalanan yang sepi yang di penuhi pohon-pohon besar, membuat tempat ini terlihat menyeramkan
Chika pun memberhentikan mobilnya tepat di depan gedung bekas. Lalu dia menarik paksa tangan Farsya untuk masuk ke dalam gedung itu
"lepasin!!! gua mau pulang!!!" teriak Farsya saat tangannya di tarik oleh Chika
"bandel banget sih Lo?! masuk nggak?! nggak usah banyak protes deh" Chika pun kembali menarik Farsya sampai lengan Farsya sepertinya memerah
Sampailah Chika di depan sebuah ruangan di dalam gedung itu. Chika menendang pintu itu dengan kasar dan pintunya terbuka. Ia langsung menghempaskan tubuh Farsya agar masuk dalam ruangan itu
Farsya terjatuh lalu menatap Chika dengan kesal
"maksud lo apa bawa gua ke sini?!" bentak Farsya yang masih terduduk di lantai
ctik.....
Chika mencetikkan (?) jarinya, seketika datang 2 orang pria berbadan besar masuk ke dalam ruangan
"ikat dia"
2 kata itu membuat Farsya cukup tidak menyangka, sebegitunyakah Chika benci padanya?
2 orang pria berbadan besar itu pun mendekati Farsya dan mengikatkan tubuh Farsya di kursi dengan ikatan tali yang sangat kuat
"sudah nona" kata salah satu orang pria berbadan besar tadi
"bagus, kurung dia di sini dan jangan sampai dia kabur atau kalian lepas sebelum ada perintah dari saya" ucap Chika
"baik nona"
"kalian jaga di depan pintu dan suruh yang lain untuk tetap menjaga keadaan di luar, walau tidak ada orang yang tau tapi sebaiknya kita berjaga-jaga" Chik menjeda kalimatnya dan wajahnya mendekati Farsya
"siapa tau ada pahlawannya yang datang dan menyelamatkan princess nya di sini" lanjut Chika mengelus rahang Farsya dengan jari telunjuknya lalu menjauhkan wajahnya, tidak lupa seringainya itu
"baik nona, kalau begitu kami permisi dulu" 2 pria itu pun pergi berjaga di depan pintu ruangan tempat di mana Farsya di ikat
__ADS_1
Chika masih menatap Farsya dengan seringainya. Dia senang melihat Farsya yang berantakan, kuncir rambut Farsya yang hampir terlepas membuat rambut poni rambut Farsya menutupi wajah dan badan Farsya yang di ikat tentunya
"selamat malam sayang" kata Chika melepas kuncir rambut Farsya lalu berjalan menuju pintu
Saat pintu terbuka, Chika kembali menoleh dan mengucapkan kata-kata yang membuat Farsya merasa merinding
"oh ya, mungkin hari ini Lo masih bisa hidup, tapi gua nggak tau besok, semoga Lo bisa selamat ya besok" ucap Chika yang di akhiri dengan senyuman manis tapi malah membuat Farsya muak melihatnya
Grep.....
Pintu tertutup dan hari mulai malam membuat pencahayaan di tempat Farsya menjadi remang-remang
Hanya cahaya bulan yang masuk dari jendela belakang Farsya yang menjadi cahayanya
"apa gua salah? apa gua salah ngeremehin Chika?" gumamnya menunduk
"gu-gua, apa.....apa gua besok bisa hidup?"
"se-segitunya dia mau ngedapetin Adi? semua orang bakal dia habisi?"
"sekarang mungkin gua doang tapi gimana sama Rachel? apa dia bernasib sama nanti kaya gua?"
Farsya mulai merasa matanya panas. Farsya menangis dalam diam meratapi nasibnya yang akan berakhir tragis seperti ini. Hanya mengetahui sifat asli dari seorang Chika
"hiks......hiks......hiks...." tangis Farsya
Farsya mendongakkan kepalanya menatap atap seolah-olah ada sosok ibunya di sana
"mah......hiks..... maafin aku....aku nggak tau semua ini akan terjadi sama aku...."
"aku juga nggak tau apa ini akhir dari hidup aku, apa besok aku masih hidup? bisa ngeliat mamah? aku bener-bener nggak tau mah.....hiks..."
"kalo besok aku beneran mati, tolong maafin aku ya mah? maafin semua kesalahan aku.... hiks.....aku seneng" Farsya tersenyum nanar
"aku seneng aku bisa liat mamah tadi pagi, mungkin tadi pagi adalah pertemuan terakhir kita mah"
"maafin aku, aku nggak bisa jaga mamah sama papah saat kalian tua nanti"
"kalian jangan sedih ya kalo aku beneran nggak ada nanti? aku nggak papa kok, asalkan kalian seneng aku juga seneng" Farsya menutup matanya merasakan air matanya jatuh
"aku sayang kalian" gumam Farsya lalu kembali menundukkan kepalanya
"kalau ini semua akhirnya, gua ikhlas, gua ikhlas karna semua orang yang gua sayang nggak kenapa-napa, gua nggak nyesel selama ini, gua cuma mau bantuin Lo Rachel, gua nggak mau sahabat gua yang udah gua anggep adik sendiri ngerasain sakit karna perempuan licik kaya Chika, gua ikhlas Chel"
"gua titip keluarga gua ya Chel? gua percaya sama Lo, Lo pasti bisa jagain keluarga gua"
"biar gua yang ngerasain ini semua, asalkan Lo nggak, selama ini mungkin gua anaknya semaunya sendiri tapi asal Lo tau Chel, gua juga akan ngelakuin apapun itu buat semua orang yang gua sayang, termasuk Lo"
__ADS_1
"udah cukup gua kehilangan adek perempuan gua karna udah nyelametin gua waktu gua mau kecelakaan, gua hancur Chel saat itu dan semenjak gua kenal Lo, gua ngerasa adek gua hidup lagi, dia hidup dalam diri Lo dan dalam wajah yang berbeda"